• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cagub ini Sebut Tiga Daerah di Jabar Perlu Dipecah, Ini Alasannya

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 03:23
cagub Jabar Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers. (Dok. Istimewa)

cagub Jabar Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers. (Dok. Istimewa)

Pemekaran wilayah perlu dilakukan di Jawa Barat guna mempercepat pembangunan dan distribusi alokasi anggaran.

SATUJABAR, BANDUNG — Tantangan terbesar dalam pembangunan suatu daerah, bukan hanya pada jumlah penduduk, tapi luas wilayah yang harus dikelola. Maka, salah satu solusi untuk mengatasi luasnya wilayah itu adalah dengan melakukan pemekaran.

Di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Barat, persoalan ini cukup menyita perhatian publik. Tak pelak, cagub nomer urut 4 Dedi Mulyadi miris juga dengan pemekaran wilayah yang terjadi di Jabar.

RelatedPosts

Senator Agita Gandeng Lansia untuk Serap Aspirasi Masyarakat

Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Belum Terungkap, Polisi Telusuri Jejak Terakhir Korban

Harga Eceran Tertinggi MINYAKITA Dipertahankan Rp 15.700 Per Liter

Dikatakannya, pemekaran sejumlah wilayah di Jawa Barat yang pada akhirnya menimbulkan kesenjangan antar pemerintah daerah. Dia pun mencontohkan Kota Banjar, Kota Cimahi, Kabupaten Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, dan Kota Sukabumi.

“Hingga kini, daerah-daerah tersebut sulit berkembang dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini dikarenakan anggaran yang dimiliki habis untuk belanja pegawai pemerintahan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, jika tiap daerah memiliki jumlah penduduk yang merata, maka bisa dipastikan pendistribusian anggaran tiap daerah akan adil dan merata. Dedi merasa optimistis, nantinya, tiap daerah mampu membangun banyak infrastruktur walau nilainya tidak terlalu besar.

Menurutnya, pemekaran wilayah perlu dilakukan di Jawa Barat guna mempercepat pembangunan dan distribusi alokasi anggaran. Dedi berasumsi, bahwa pembagian daerah perlu dilakukan agar setiap wilayah dapat lebih fokus dalam pengelolaan dan pembangunan.

“Daerah-daerah lain seperti Sukabumi, Garut, dan Cianjur juga perlu dibagi menjadi dua. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pemerintahan dan pengembangan daerah,” ucapnya.

Dedi menjelaskan, pentingnya pembagian wilayah terutama bagi daerah dengan jumlah penduduk di atas 3 juta. Hal ini dikarenakan tantangan terbesar dalam pembangunan bukan hanya jumlah penduduk, tapi luas wilayah yang harus dikelola. (yul)

 

Tags: cagub jabardedi mulyadipemekaran daerah

Related Posts

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti melakukan kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bersama Lembaga Lanjut Usia Indonesia, Kamis (18/6), di Kecamatan Lengkong, Bandung.(Foto: Istimewa)

Senator Agita Gandeng Lansia untuk Serap Aspirasi Masyarakat

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Belum Terungkap, Polisi Telusuri Jejak Terakhir Korban

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Penyebab kematian tragis Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, bernama Yogi...

Minyakita minyak goreng,distribusi,pengecer,penyalur

Harga Eceran Tertinggi MINYAKITA Dipertahankan Rp 15.700 Per Liter

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, saat ini pemerintah mempertahankan Harga Eceran Tertinggi minyak goreng merek MINYAKITA sebesar...

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.(Image: Bank Indonesia)

BI-Rate Naik Jadi 5,75%, Naik 25 BPS

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps...

Ilustrasi aksi begal.(Foto:Istimewa).

Begal Sadis Beraksi Lagi di Bandung, Korban Dibacok Sepeda Motor Dirampas

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi begal sadis kembali beraksi di Kota Bandung, Jawa Barat. Sasaran pelaku merampas sepeda motor, setelah melukainya korbannya dengan...

Kereta api melintasi jembatan, KA Rajabasa

KA Rajabasa Gunakan Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli 2026

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan peningkatan layanan pada KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP sebagai respons atas...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.