• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Business Matching UMKM: Potensi Transaksi USD 5,22 Juta Januari 2025

Editor
Selasa, 11 Februari 2025 - 05:57
6 Kegiatan Perdagangan Disdagin Kota Bandung.UMKM Business Matching

Pameran produk UMKM. (Foto: Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Business Matching UMKM mencatatkan potensi transaksi USD 5,22 juta pada Januari 2025, menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kemendag berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 5,22 juta pada kegiatan business matching yang dilakukan pada Januari 2025.

RelatedPosts

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

Genjot Kinerja UMKM, Bupati Sumedang Gandeng Agung Sari Utama

Bulan Belanja Bandung 2026: Pasar Kreatif Jadi Motor Penggerak UMKM

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tujuan untuk memperluas akses pasar mereka melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Business matching ini dilakukan melalui perwakilan perdagangan di luar negeri yang terdiri dari sesi presentasi bisnis dan pertemuan langsung dengan buyer.

“Pada Januari 2025, business matching yang kami lakukan mencatatkan hasil yang menggembirakan dengan potensi transaksi mencapai USD 5,22 juta. Nilai ini terdiri dari transaksi pembelian sebesar USD 1,55 juta dan potensi transaksi dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) sebesar USD 3,67 juta,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi melalui keterangan resmi.

Fajarini menjelaskan bahwa transaksi pembelian sebesar USD 1,55 juta berasal dari Singapura, dengan produk yang diminati terutama aneka rempah. Selain itu, penandatanganan MoU dengan Singapura tercatat sebesar USD 2,67 juta. Produk-produk unggulan yang banyak diminati antara lain rempah-rempah dan produk perkebunan.

Korea Selatan turut berkontribusi dalam angka potensi transaksi, dengan capaian MoU sebesar USD 1 juta. Produk yang diminati oleh Korea Selatan mencakup produk kayu (seperti lantai, dekorasi rumah, dan furnitur), alat dan peralatan medis, makanan olahan, produk pertanian, baja, aluminium, tembaga, petrokimia, kendaraan listrik, serta produk unggas.

Selama Januari 2025, Kemendag telah melaksanakan 72 sesi business matching, baik daring maupun luring, di 33 negara. Kegiatan tersebut melibatkan 196 pelaku UMKM dari berbagai sektor, termasuk makanan dan minuman, furnitur, kerajinan tangan, alat kesehatan, produk kimia, kopi, dan rempah-rempah. Para buyer juga terlibat aktif dalam menjajaki peluang kerja sama dengan eksportir Indonesia.

Fajarini Puntodewi menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama pembina UMKM. “Para pembina UMKM telah aktif mendampingi dan merekomendasikan pelaku usaha binaan mereka. Sinergi yang terjalin dengan baik ini menjadi kunci utama dalam mencapai hasil optimal,” katanya.

Selain itu, Fajarini menyampaikan bahwa Kemendag akan terus memperkuat sinergi dengan pembina UMKM dan kementerian terkait untuk meraih hasil yang lebih optimal. “Pada Februari 2025, kami berencana untuk menyelenggarakan 75 kegiatan business matching yang melibatkan lebih banyak pembina UMKM. Produk-produk yang akan dipromosikan mencakup furnitur, makanan olahan, perikanan, pertanian, rempah-rempah, dan fesyen muslim,” ujarnya.

Fajarini optimistis bahwa potensi transaksi yang dihasilkan akan terus meningkat, mengingat tingginya minat buyer terhadap produk Indonesia. Kemendag akan terus memantau dan mengawal setiap peluang hingga terealisasi menjadi transaksi nyata.

“Di tengah berbagai tantangan, Kemendag tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat mendorong peningkatan ekspor Indonesia. Sinergi, kolaborasi, dan inovasi adalah kunci untuk mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam menembus pasar global,” pungkas Fajarini.

Sebagai informasi, pada 2024, total ekspor nonmigas Indonesia tercatat sebesar USD 248,83 miliar, naik 2,46 persen dibandingkan 2023. Peningkatan terbesar terjadi pada sektor pertanian, yang tumbuh 29,81 persen, diikuti oleh sektor industri sebesar 5,33 persen. Produk utama ekspor nonmigas dengan kenaikan tertinggi antara lain kakao dan olahannya (118,64 persen), barang dari besi dan baja (101,10 persen), serta kopi, teh, dan rempah-rempah (67,25 persen). Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi pangsa utama ekspor nonmigas dengan total nilai mencapai USD 106,86 miliar.

Tags: umkm

Related Posts

Belanja sepatu produk UMKM Kota Bandung.pph FINAL umkm

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari Utama di Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Genjot Kinerja UMKM, Bupati Sumedang Gandeng Agung Sari Utama

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Untuk memperkuat jejaring UMKM Sumedang, Pemkab SUmedang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berbincang dengan pelaku UMKM di acara Bulan Belanja Bandung di Mal Paris Van Java.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bulan Belanja Bandung 2026: Pasar Kreatif Jadi Motor Penggerak UMKM

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 resmi dimulai dengan pembukaan Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall,...

Batik Indonesia

Industri Batik: Kemenperin dan YBI Perkuat Daya Saing IKM

Editor
8 Juni 2026

Industri batik konsisten mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor batik tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun...

Wamendag Roro Dyah Esti terus mendukung inovasi dan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia di era digital agar dapat bersaing di pasar domestik dan global.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Didorong Tingkatkan Kapasitas & Inovasi

Editor
8 Juni 2026

SATUJABAR, BADUNG – Kementerian Perdagangan terus mendukung inovasi dan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia di...

Belanja sepatu produk UMKM Kota Bandung.pph FINAL umkm

Bulan Belanja Bandung 2026, Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Bulan Belanja Bandung 2026 akan mendorong sektor perekonomian sekaligus mendorong daya saing UMKM. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.