• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Buku Klasik Islam Abad Ke-18 Ini Prediksikan Awal Puasa 18 Februari 2026 dan Lebaran Jum’at 20 Maret 2026

Editor
Rabu, 18 Februari 2026 - 07:39
(Image: muhammadiyah.or.id)

(Image: muhammadiyah.or.id)

SATUJABAR, YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). KHGT merupakan sistem penanggalan internasional yang menggunakan kriteria satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, KHGT hadir sebagai solusi atas problematika perbedaan hari besar Islam. KHGT menggunakan prinsip bahwa jika hilal sudah terpenuhi di bagian bumi mana pun menurut parameter tertentu, maka tanggal baru dimulai bagi seluruh dunia secara serempak.

RelatedPosts

Kepala BNPB Diganti, Maruli Jadi Wakil Panglima TNI

‘Bang Jago’ Viral Palak Sopir dan Merusak Mobil di Bandung Barat Diburu Polisi

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Namun, di balik kecanggihan teknologi komputasi masa kini, terselip sebuah fakta sejarah yang memukau. Jauh sebelum era satelit dan algoritma modern, seorang ahli falak terkemuka dari Mesir pada abad ke-19 telah memprediksi tanggal yang sama persis dengan akurasi yang mencengangkan.

Informasi mengenai naskah bersejarah ini didapati melalui Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid, yang membagikannya di grup WhatsApp pada Selasa (17/02).

Tokoh jenius di balik perhitungan tersebut adalah Muhammad Mukhtar Pasha, seorang cendekiawan sekaligus militer Mesir yang menyusun mahakarya berjudul Al-Tawfīqāt al-Ilhāmiyyah fī al-Muqāranat al-Tawārīkh al-Hijriyyah bi al-Sinīn al-Ifranjiyyah wa al-Qibṭiyyah.

Kitab ini merupakan sebuah karya sinkronisasi sistematis yang membandingkan tahun-tahun dalam kalender Hijriah (Hilāliyyah) dengan kalender Syamsiyah, baik versi Masehi/Eropa (Ifranjiyyah) maupun kalender Mesir kuno (Qibṭiyyah).

Dalam mukadimahnya, Mukhtar Pasha menunjukkan kerendahan hati sekaligus visi yang jauh ke depan. Ia menarasikan bahwa Allah telah menjadikan matahari dan bulan sebagai tanda kebesaran-Nya yang tidak terpengaruh oleh kematian atau kehidupan seseorang (lā yankasifāni li mawti aḥadin wa lā liḥayātih).

Baginya, memahami gerak cakrawala adalah kebutuhan vital manusia (ḍarūrata ma‘rifatih bi al-awqāt) demi menjalankan kewajiban agama (liyu’addiya mafrūḍātih al-dīniyyah) dan urusan duniawi (wa yaqūma bi wājibāti ma‘āsyih al-dunyawiyyah).

Mukhtar Pasha juga menekankan pentingnya sejarah bagi peradaban. Ia menyebut bahwa bangsa-bangsa selalu rindu untuk menjaga sejarah leluhur mereka (tasyrru’bu al-a‘nāq… ilā ḥifẓi tārīkh al-salaf al-awwal). Namun, karya sebelumnya justru banyak menimbulkan kebingungan karena perbedaan metode, sehingga ia berusaha menyusun sistem yang lebih teratur melalui metode penanggalan (taqwīm) berbasis penelitian lurus/teliti (manhaj al-taḥarrī al-qawīm). Motivasi inilah yang mendorongnya menyusun penanggalan yang ia proyeksikan hingga tahun 1500 Hijriah.

Yang sangat mengesankan adalah tabel untuk tahun 1447 Hijriah yang terdapat pada halaman 764 dalam naskah tersebut. Muhammad Mukhtar Pasha secara eksplisit mencantumkan konversi waktu yang sangat mendetail.

Menurut Mukhtar Pasha, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Rabu (al-Arbi‘ā’). Tanggal tersebut bertepatan dengan 18 Februari 2026 Masehi (18 Fibrāyir). Selain itu, Mukhtar Pasha juga telah memprediksi awal Syawal 1447 H (Idul Fitri) jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026 Masehi (20 Māris).

Bisa jadi, keselarasan sempurna antara prediksi Mukhtar Pasha dan KHGT ini merupakan sebuah “kebetulan”. Meskipun ditulis pada abad ke-19 di Mesir, era di mana perhitungan dilakukan secara manual tanpa bantuan komputer super, hasil kerja keras Mukhtar Pasha secara mengejutkan mampu “bertemu” dengan hasil ijtihad kalender global modern pada titik koordinat waktu yang sama persis.

Ketepatan ini memicu pertanyaan: kriteria apa yang sebenarnya digunakan oleh Mukhtar Pasha?

Meskipun Mukhtar Pasha tidak menjelaskan secara mendetail algoritma spesifik yang dipakai, kuat dugaan bahwa ia menggunakan pendekatan Kriteria Global. Mengingat ia membandingkan tahun Hijriah dengan tahun Syamsiyah secara presisi untuk rentang waktu ratusan tahun.

Hal ini sekaligus menyiratkan sebuah pesan penting bahwa gagasan mengenai kalender Islam yang bersifat “global” boleh jadi sudah muncul dan dipraktikkan sejak abad ke-19, atau bahkan mungkin jauh sebelum itu.

Penting untuk dicatat bahwa Muhammadiyah mendasarkan penetapan KHGT, bukan secara khusus merujuk pada kitab ini. Mengingat perbedaan kriteria yang mungkin terjadi di masa depan, sangat mungkin terdapat perbedaan tanggal pada tahun-tahun lainnya.

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Tags: lebaran 2026puasa 2026

Related Posts

Pelantikan pejabat baru dan mutasi di Istana Negara Kamis 15 Oktober 2026.(Image: YouTube Setpres)

Kepala BNPB Diganti, Maruli Jadi Wakil Panglima TNI

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA – Kepala BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto resmi diganti oleh Letjen TNI Kristomei Sianturi. Pergantian...

Pelaku pemalakan dan perusakan mobil di Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

‘Bang Jago’ Viral Palak Sopir dan Merusak Mobil di Bandung Barat Diburu Polisi

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi 'Bang Jago' melakukan aksi pemalakan terhadap sopir mobil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial. Pelaku...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Dua orang dilaporkan tewas setelah terlibat keributan di atas Kapal Motor (KM) Cahaya Mutiara di Perairan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Oktober...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (14 Okt).(Foto: Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Editor
15 Oktober 2026

TANGERANG - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi...

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kabupaten Garut)

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.