• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Rencana Bangun Teleskop Radio di Timau

Editor
Sabtu, 08 Juni 2024 - 07:08
BRIN rencana bangun teleskop radio di Timau, menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Farahhati Mumtahana.

BRIN rencana bangun teleskop radio di Timau, menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Farahhati Mumtahana.(IMAGE: BRIN)

BANDUNG – BRIN rencana bangun teleskop radio di Timau, menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Farahhati Mumtahana.

Farahhati menyampaikan hasil kajian potensi pembangunan teleskop radio di Indonesia, pada Jurnal Review edisi 5, Rabu (5/6/2024).

RelatedPosts

KAI Expo 2026, Kemenpar: Dorong Pariwisata Indonesia

Jelajah Wastra Nusantara Angkat Wisata Budaya

Bandara Husein: Target Penerbangan Internasional Oktober 2026

Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya teleskop radio di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Observatorium Nasional Timau telah mempertimbangkan program pengembangan teleskop radio.

Teleskop radio yang direncanakan memiliki diameter piringan tunggal sekitar 20 meter, dengan rentang frekuensi 1 hingga 50 gigahertz. Farah mengungkapkan, teleskop radio ini akan menjadi teleskop radio modern pertama yang cukup besar dibangun di Indonesia.

“Teleskop radio memiliki banyak peran penting dalam astronomi sebagai pelengkap optik dan panjang gelombang lainnya. Penelitian yang menggunakan teleskop radio semakin berkembang dan telah memberikan beberapa kontribusi, tidak hanya dalam bidang astronomi, tetapi juga bidang lain, seperti geodesi dan ilmu atmosfer,” kata Farahhati dilansir laman brin.go.id.

Diharapkan, penelitian teleskop radio ini dapat berkontribusi baik dalam skala nasional maupun global.

Lebih lanjut dijelaskannya, penelitian ini bertujuan menggali potensi teleskop radio yang direncanakan sebagai antena tunggal, dan sebagai bagian dari jaringan interferometer/very long baseline interferometry (VLBI) di masa depan.

“Lokasi antena menjadi perhatian terbesar karena kurangnya stasiun di dekat wilayah khatulistiwa,” terangnya.

Sebagai metode penelitian, Farahhati mengumpulkan beberapa penelitian yang dilakukan dengan antena tunggal berdiameter sekitar 20 meter.

Penelitian ini juga mempertimbangkan kolaborasi jaringan interferometer dan menguji kemampuannya sebagai bagian dari jejaring VLBI, termasuk simulasi pengamatan dan cakupan UV.

Farahhati menjelaskan, lebih banyak antena memberikan cakupan UV lebih baik. Misalnya, konfigurasi pertama (3-a) memiliki cakupan UV yang buruk karena pengamatan hanya menggunakan dua antena (Timau dan Parepare).

“Cakupan UV dapat ditingkatkan jika kita menambahkan antena Indonesia lainnya seperti Rancabungur, Rumpin, Jatiluhur, dan Bosscha dalam simulasi. Peningkatan akan jauh lebih baik jika Malaysia dan Thailand berpartisipasi dalam observasi,” jelasnya.

Saat ini, kerja sama penelitian antar institusi dan negara-negara berkembang dalam hal perolehan baseline yang lebih panjang dengan teknik VLBI semakin penting.

Kolaborasi VLBI di Asia Timur mencakup Jepang dengan VLBI Exploration Radio Astrometry (VERA), Korea dengan Korea VLBI Network (KVN), dan China dengan Tianma dan antena Nanshan.

Ada juga potensi kolaborasi antar negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia yang sedang mengembangkan teleskop radio.

Kelompok riset ini mendiskusikan teleskop radio kelas 20 meter yang direncanakan di Observatorium Nasional Timau.

Mereka menguraikan penelitian potensial untuk teleskop radio masa depan sebagai antena tunggal dan juga bagian dari VLBI.

“Motivasi ilmiah untuk proyek ini mencakup peningkatan kapasitas, kerja sama global, pengamatan ilmiah yang unik, serta kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan,” tutur Farahhati.

Selain penelitian ilmiah seperti astronomi, geodesi, dan ilmu atmosfer, pengembangan teleskop radio secara alami meningkatkan keterampilan, pengalaman, dan teknologi.

“Setelah instrumen diatur dan memperoleh hasil pertama (first light), kerja sama global tentunya akan mengikuti untuk mencapai banyak tujuan penelitian,” ungkap dia.

Potensi penggunaan teleskop radio sebagai antena tunggal, dari tata surya hingga kosmologi, juga akan dikaji lebih lanjut.

Meski demikian, kajian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam merumuskan program teleskop radio yang diusulkan untuk mencapai hasil lebih baik.

(BRIN rencana bangun teleskop radio di Timau)

Tags: BRINteleskop radiotimau

Related Posts

KAI Expo 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

KAI Expo 2026, Kemenpar: Dorong Pariwisata Indonesia

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan KAI Expo 2026 yang menawarkan perjalanan kereta api ke berbagai destinasi di Pulau...

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini Bersama jajaran dalam pameran wastra bertajuk "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata di Rama Atrium, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (3/9/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Jelajah Wastra Nusantara Angkat Wisata Budaya

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan pameran wastra bertajuk “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” di Rama Atrium, East Mall Lantai 1,...

Pesawat jet Garuda Indonesia di Bandara Husein Sastranegara Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein: Target Penerbangan Internasional Oktober 2026

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung terus menunjukkan perkembangan positif seiring upaya menghidupkan kembali konektivitas penerbangan dari Kota Bandung....

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) hadir lebih dekat dengan pelanggan melalui kegiatan “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” di dua SPBU COCO, yakni SPBU COCO 31.128.02 MT Haryono dan SPBU COCO 31.129.02 Kuningan, Jakarta, pada Jumat (4/9).(Foto: Istimewa)

Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Hadir Menyapa di SPBU COCO Jakarta

Editor
5 September 2026

JAKARTA– Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) hadir lebih dekat...

Ilustrasi judi online.(Foto:Istimewa).

Ratusan ASN di Kota Sukabumi Terindikasi Terlibat Judi Online, Transaksi Tembus Rp.1,7 Miliar

Editor
4 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat, terindikasi terlibat aktvitas judi online. Nilai...

Kepulan asap membubung dari kawasan hutan di lereng Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Karhutla di Jatim dikabarkan meluas. (Foto: Istimewa via BNPB)

Karhutla di Jawa Timur Meluas

Editor
4 September 2026

JAKARTA - Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur. Berdasarkan pemantauan hingga...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.