• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bogor, Salah Satu Kawasan dengan Aktivitas Petir Tertinggi di Dunia. Bagaimana Penjelasannya?

Editor
Senin, 11 November 2024 - 05:33
Tersambar petir

Ilustrasi petir menyambar (pexels)

Bogor, yang dikenal dengan julukan “Kota Hujan,” tidak hanya memiliki curah hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun, tetapi juga tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi petir terbanyak di dunia.

Hal ini diungkapkan dalam laporan Guinness World Records pada tahun 2019. Kombinasi curah hujan yang melimpah dan tingginya frekuensi petir menjadikan Bogor sebagai salah satu kota dengan aktivitas petir tertinggi secara global.

RelatedPosts

Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-448 Diwarnai Refleksi dan Kebersamaan

Berantas Penipuan Calo Haji Jalan Pintas, Kemenhaj & Polri Bentuk Satgas Haji

Begini Penampakan Kamar Hotel Untuk Jemaah Haji 2026?

Menurut ahli meteorologi dari IPB University, Sonni Setiawan, fenomena petir di Bogor disebabkan oleh sejumlah faktor atmosferik yang saling berkaitan.

Petir, kata Sonni, adalah bagian dari fenomena badai guruh yang terjadi dalam awan cumulonimbus. Awan jenis ini terbentuk akibat adanya gerak konvektif, yaitu pergerakan vertikal udara lembab yang dipengaruhi oleh gaya apung.

“Proses konveksi ini terjadi ketika udara lembab bergerak naik ke atmosfer dan mendingin, mengubah uap air menjadi awan,” ujar Sonni dikutip situs IPB.

“Kumpulan awan konvektif ini kemudian membentuk awan cumulonimbus yang menjadi penyebab terjadinya badai guruh.”

Sonni menjelaskan bahwa proses konvektif ini tidak terjadi begitu saja. Gerakan vertikal udara lembab membutuhkan pengaruh eksternal (forcing) untuk memicu terjadinya konveksi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain turbulensi atmosfer, perbedaan pemanasan di permukaan bumi, serta kondisi topografi seperti keberadaan pegunungan besar.

“Salah satu faktor eksternal ini berinteraksi dengan variasi angin vertikal (vertical wind shear) yang memungkinkan awan cumulonimbus berkembang menjadi badai guruh,” tambahnya.

Fenomena

Fenomena petir sendiri terjadi akibat pemisahan muatan listrik di dalam awan cumulonimbus. Ketika muatan listrik dalam awan tidak seimbang, loncatan listrik atau petir terjadi untuk menyeimbangkan muatan tersebut.

Menurut Sonni, muatan listrik ini disebabkan oleh kandungan elektrolit dalam tetes air yang ada di awan, yang terbentuk akibat tumbukan antar droplet air. Tetesan air ini mengandung aerosol—partikel seperti garam dan polutan—yang membantu proses pemisahan muatan.

“Selain faktor atmosferik, keberadaan gas polutan dan efek turbulen, perbedaan pemanasan, serta topografi pegunungan besar juga berperan dalam meningkatkan frekuensi petir di Bogor,” jelas Sonni.

Selain itu, Sonni juga menyebutkan bahwa aktivitas matahari, khususnya sunspot (bintik hitam di permukaan matahari), dapat mempengaruhi intensitas petir di atmosfer. Meski demikian, sunspot memiliki siklus 11 tahunan yang berpengaruh pada pola tersebut.

Fenomena petir di Bogor masih menjadi topik yang jarang diteliti secara mendalam. Sonni berharap hal ini dapat menjadi peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk lebih mendalami kajian mengenai fenomena alam ini.

Tags: daerah petirpetir

Related Posts

Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-488.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-448 Diwarnai Refleksi dan Kebersamaan

Editor
21 April 2026

Bupati berharap momentum tersebut dapat memperkuat rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap Kabupaten Sumedang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk...

Jumpa pers pembentukan Satgas Haji 2026.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Berantas Penipuan Calo Haji Jalan Pintas, Kemenhaj & Polri Bentuk Satgas Haji

Editor
21 April 2026

Pembentukan Satgas Haji merupakan instruksi langsung pimpinan Polri sebagai respons atas berbagai persoalan di lapangan. SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Haji...

Kamar hotel di Madinah.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Begini Penampakan Kamar Hotel Untuk Jemaah Haji 2026?

Editor
21 April 2026

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan 118 hotel yang tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah (utara), Janubiyah (selatan),...

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, menyapa penyandang disabilitas di sela-sela acara “Advokasi Hak Pendataan Penyandang Disabilitas” di Telkom University, Bandung, Senin (20/4/2026).(Foto: Istimewa)

Wiyagus: Penyandang Disabilitas Harus Diperhatian Negara

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, mengatakan, pemerintah berkomitmen bahwa seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas,...

Masjid Nabawi Madinah

Haji 2026: Kloter Pertama Dijadwalkan Tiba di Madinah 22 April

Editor
20 April 2026

Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara guna memastikan proses kedatangan dan...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Istimewa)

Wah! Ada Cadangan Gas Jumbo di Blok Ganal Kaltim

Editor
20 April 2026

Temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat. SATUJABAR, JAKARTA...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.