• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 8 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BI Gandeng Pesantren Bangun Ketahanan Pangan Lewat Ekosistem Digital

Editor
Jumat, 10 Oktober 2025 - 06:22
BI Gandeng Pesantren Bangun Ketahanan Pangan Lewat Ekosistem Digital

(Foto: Humas Bank Indonesia)

SATUJABAR, JAKARTA — Di tengah tantangan global terhadap sektor pangan, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis yang unik: menggandeng pesantren. Dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem digital dan jejaring sosial ekonomi pesantren, BI ingin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas peran pesantren sebagai motor kemandirian ekonomi umat.

Lebih dari 41 ribu pesantren tersebar di seluruh Indonesia. Tak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, pesantren juga menyimpan potensi ekonomi besar, terutama di sektor pangan halal. Potensi inilah yang kini mulai diorkestrasi melalui peluncuran Dukungan Ekosistem Holding Business Digital Pesantren terhadap Ketahanan Pangan, sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 di Jakarta, Rabu (9/10).

RelatedPosts

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

 

Pesantren Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Menurutnya, melibatkan pesantren dalam program pangan sejalan dengan Asta Cita Pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Memberdayakan pesantren akan membuat lembaga ini tumbuh menjadi kreatif dan produktif, sehingga berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi. Melalui program ini, diharapkan pondok pesantren tumbuh, daerah tumbuh, ekonomi tumbuh,” ujarnya.

 

Ekosistem Digital: Dari Pesantren untuk Indonesia

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan, pesantren kini bukan hanya benteng moral dan spiritual, tapi juga kekuatan ekonomi umat.

“Melalui ekosistem digital, kita ingin secara berjamaah membangun pesantren agar tumbuh kokoh, berkah, dan berkelanjutan,” ucap Destry.

Untuk itu, BI menginisiasi berbagai program strategis, antara lain:

Pembentukan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN),

Penguatan Koperasi Digital Pesantren Nusantara,

Pengembangan virtual market “Pesantara”, yang memfasilitasi transaksi antar pesantren, penawaran kerja sama, dan akses pembiayaan melalui BMT, BPRS, dan lembaga keuangan syariah lainnya.

Platform “Pesantara” memungkinkan pesantren memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir, mengoptimalkan aset produktif, dan memperluas akses pembiayaan syariah — menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan mandiri.

 

Pangan Halal dan Kompetisi Chef Internasional

Tak hanya di sisi produksi dan distribusi, BI juga memperkuat rantai nilai halal lewat inovasi kuliner. Bersama Islamic Chef and Culinary of Indonesia (ICCI), BPJPH, dan World Islamic Chef’s Association (WICS), BI menggelar Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) ke-3 di Jakarta (8/10).

Kompetisi ini menghadirkan 250 peserta dari dalam dan luar negeri, mulai dari chef profesional hingga pelajar vokasi. Sebanyak 20 pakar kuliner internasional dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi turut menjadi juri. Ajang ini menjadi simbol komitmen Indonesia untuk tampil sebagai pusat rujukan kuliner halal dunia.

 

Sinergi Pesantren dan Pemerintah untuk Kedaulatan Pangan

Kolaborasi BI dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Agama melalui program ini diharapkan mendorong kemitraan bisnis antar pesantren, memperluas jaringan dengan lembaga keuangan syariah, pemerintah, dan pelaku usaha. Semua bergerak dalam satu visi: kemandirian ekonomi umat dan ketahanan pangan nasional.

“BI akan terus memperkuat sinergi dengan pesantren, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Pesantren akan menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan dari pesantren, untuk ketahanan bangsa,” pungkas Destry.

Program ini menjadi bukti bahwa kekuatan digital dan kearifan lokal pesantren dapat bersatu untuk menghadapi tantangan pangan masa depan. Dari ruang pesantren, lahir solusi bagi kedaulatan pangan Indonesia.

Tags: bank indonesiaekosistem digitalpesantren

Related Posts

Pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Editor
7 November 2026

Peringkat Pertama: PT PG Berjangka pada peringkat Peringkat Kedua: PT Didi Max Berjangka, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Java...

harga saham

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Editor
7 November 2026

JAKARTA - Sepanjang pekan pertama November 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem pasar...

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Humas Kemenhaj)

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

Editor
7 November 2026

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyambut baik langkah tegas Pemerintah Arab Saudi dalam mencegah praktik perantara...

Pesawat Super Air Jet di Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Super Air Jet Layani Rute Padang-Bandung, Konektivitas Kota Bandung Makin Berkembang

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, mendapatkan penambahan layanan rute baru. Maskapai Super Air Jet membuka rute penerbangan baru...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pelepasan program prioritas Angkot to School, di Balai Kota Bandung, Jumat 6 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Farhan Ingin Sopir Angkot Bandung Digaji

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan di Pusat Kebudayaan Indonesia Tionghoa, di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Kamis 5 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Kini Punya Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Kota Bandung kembali memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan keberagaman budaya. Hal ini ditandai dengan peresmian Pusat Pembelajaran...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.