• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 10 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Berabad-abad, Arca Shiva, Prasasti Damalung, Al Qur’an Teuku Umar Kembali Ke Tanah Air

Editor
Rabu, 08 April 2026 - 05:18
Prasasti Damalung

Prasasti Damalung

SATUJABAR, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali memulangkan warisan budaya bersejarah dari luar negeri. Dua artefak penting, yakni Arca Shiva abad ke-13 asal Jawa Timur dan Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah, dipastikan segera kembali ke tanah air setelah lama tersimpan di Belanda.

Al Qur'an Teuku Umar
Al Qur’an Teuku Umar

Kesepakatan pengembalian kedua artefak tersebut ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag. Penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, bersama Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili.

RelatedPosts

Bedah Buku ‘Mengenal Bandung Lebih Dekat’ di Jabar Book Fair 2026

Salam Khas ‘Kulanuun-Mangga’ Tegaskan Identitas Budaya Kabupaten Cirebon di Usia ke-544

Memperkuat Silaturahmi dan Kebersamaan, DKM Mukhlishiina Lahuddiin Gelar Halalbihalal 1447 H

Sebelumnya, kedua artefak tersebut menjadi bagian dari koleksi Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden.

Arca Shiva
Arca Shiva

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa pengembalian ini memiliki makna lebih dari sekadar pemulangan benda bersejarah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pemulihan memori kolektif bangsa sekaligus upaya rekonsiliasi sejarah.

“Warisan budaya harus kembali kepada masyarakat yang menjadi pemiliknya,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Pengembalian ini juga memperkuat tren positif kerja sama Indonesia–Belanda di bidang kebudayaan, setelah sebelumnya berhasil memulangkan fosil Manusia Jawa pada 2025 yang telah berada di luar negeri selama lebih dari satu abad.

Saat ini, proses pengiriman artefak tengah berlangsung. Setibanya di Indonesia, kedua benda bersejarah tersebut akan diserahkan kepada Museum Nasional Indonesia untuk selanjutnya dipreservasi dan dipamerkan kepada publik.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pemulangan warisan budaya lain yang masih berada di luar negeri. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi riset internasional guna memperluas akses publik terhadap kekayaan budaya nasional sebagai bagian dari penguatan jati diri bangsa.

Image: Kemenbud

Tags: Arca Shivafadli zonkemenbudPrasasti Damalung

Related Posts

Jabar Book Fair 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bedah Buku ‘Mengenal Bandung Lebih Dekat’ di Jabar Book Fair 2026

Editor
10 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung kembali menghadirkan kegiatan literasi menarik melalui acara bedah buku bertajuk...

(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

Salam Khas ‘Kulanuun-Mangga’ Tegaskan Identitas Budaya Kabupaten Cirebon di Usia ke-544

Editor
7 April 2026

Di setiap daerah tentunya kita mengenak salam khas. Pada masyarakat Sunda, warga biasa menyebutkan ‘Sampurasun-Rampes’ atau ‘Punten-Mangga’. Nah! Pada peringatan...

Pengurus DKM dan Jamaah Mukhlishiina Lahuddiin.(Foto:Istimewa).

Memperkuat Silaturahmi dan Kebersamaan, DKM Mukhlishiina Lahuddiin Gelar Halalbihalal 1447 H

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mukhlishiina Lahuddiin Komplek Permata Biru, Kabupaten Bandung,...

Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

“Sukabumi: Dari Soekaboemi ke Kota yang Disukai”

Editor
6 April 2026

Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar...

Cagar budaya Garut

Tahukah Anda Kalau Nama Garut Diambil Dari Nama ‘Kakarut’

Editor
5 April 2026

Dari sejumlah sumber resmi disebutkan bahwa asal-usul Garut berkaitan erat dengan pembentukan wilayah administratif pada masa kolonial Hindia Belanda serta...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi Gedung Sjahrir, yang memiliki nilai historis dalam perjalanan diplomasi Indonesia, pada masa Perundingan Linggarjati. Kunjungan tersebut didampingi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wabup Tuti Andriani, jajaran Forkopimda, Sekda, Kepala Dinas Porapar, dan Disdikbud, Jumat (3/4/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Dongkrak Literasi Sejarah, Gedung Sjahrir di Kuningan Direvitalisasi

Editor
4 April 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Keberadaan Gedung Sjahrir yang menjadi bagian perjalanan Perundingan Linggarjati yang tercatat sebagai cagar budaya di Kabupaten akan  ...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.