• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Barang-Barang yang Dikenakan PPN 12 Persen: Rincian dan Kategorinya

Editor
Kamis, 02 Januari 2025 - 11:29
Barang-Barang yang Dikenakan PPN 12 Persen: Rincian dan Kategorinya

Ilustrasi PPN di 2025. (foto: istimewa)

SATUJABAR, JAKARTA — Pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen hanya akan berlaku untuk barang dan jasa mewah.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyanidalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (31/12).

RelatedPosts

Penumpang Angkutan Udara Domestik dan Internasional Turun September 2026

Indeks Harga Produsen Umum 9 Sektor Triwulan III-2026 Naik 1,50 Persen

Luas Panen Jagung Pipilan September 2026 Turun 3,59 Persen

“Saya tegaskan kembali, kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah, yaitu produk dan layanan tertentu yang selama ini sudah dikenakan pajak barang mewah dan umumnya dikonsumsi oleh masyarakat kalangan atas atau yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi,” ujar Prabowo.

Pemerintah mengungkapkan empat kategori barang mewah yang akan dikenakan PPN 12 persen, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15/PMK.03/2023.

Dalam penjelasannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan rincian barang-barang mewah yang masuk dalam kategori tersebut. Kenaikan tarif PPN ini berlaku khusus untuk barang dan jasa mewah yang dikonsumsi oleh golongan masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi, dalam rinciannya sebagai berikut:

Barang yang dikenakan PPnBM 20 persen meliputi hunian mewah, seperti rumah, apartemen, dan kondominium dengan harga jual Rp30 miliar atau lebih.

Barang yang dikenakan PPnBM 40 persen mencakup balon udara, pesawat tanpa tenaga penggerak, serta peluru senjata api (kecuali untuk kepentingan negara), termasuk peluru dan komponennya.

Untuk PPnBM 50 persen, dikenakan pada pesawat udara seperti helikopter, pesawat terbang, dan senjata api seperti artileri, revolver, dan pistol (kecuali untuk keperluan negara).

Lalu yang terakhir, barang yang dikenakan PPnBM 75 persen termasuk kapal pesiar mewah, kapal ekskursi, kendaraan air untuk pengangkutan orang, dan yacht (kecuali untuk kepentingan negara, angkutan umum, atau pariwisata). (nza)

Tags: 12 persenbarang mewahkeputusanpajakPPnBMPrabowo

Related Posts

Pesawat jet Garuda Indonesia di Bandara Husein Sastranegara Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Penumpang Angkutan Udara Domestik dan Internasional Turun September 2026

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Penumpang angkutan udara domestik turun 12,81 persen menjadi 4,2 juta orang pada September 2026. Sementara itu penumpang internasional...

sentra keramik

Indeks Harga Produsen Umum 9 Sektor Triwulan III-2026 Naik 1,50 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA- Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan III-2026 naik 1,50 persen terhadap triwulan II-2026 (q-to-q) dan naik...

sumber bahan pangan jagung.(Image: Pixabay)

Luas Panen Jagung Pipilan September 2026 Turun 3,59 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Luas panen jagung pipilan pada September 2026 mencapai 0,21 juta hektare, mengalami penurunan seluas 0,01 juta hektare atau...

Turis asing atau wisman menikmati keindahan Bromo.(Foto: Dok. Kemenpar)

Kunjungan Wisman di Indonesia September 2026 Turun 10,79 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Kunjungan wisman di Indonesia September 2026, mencapai 1,43 juta kunjungan. Jumlah ini turun sebesar 10,79 persen dibandingkan Agustus...

Industri pengolahan.(Foto: Dok. Kemenkeu)

HPB Umum Nasional Oktober 2026 Naik 7 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARYA - Oktober 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 7,00 persen terhadap...

Panen padi serentak

Luas Panen Padi September 2026 Turun 19,40 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Luas panen padi September 2026 sebesar 0,91 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,22 juta hektare atau 19,40 persen...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.