SATUJABAR, CIREBON–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Jawa Barat, menemukan sejumlah bakteri pada sampel makanan menu Makan Bergizi Gratis MBG, dari hasil pemeriksaan laboratorium. Temuan tersebut, terkait kasus dugaan keracunan massal program MBG.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, mengatakaan, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), menemukan bakteri ‘Staphylococcus aureus’ pada sup telur puyuh. Selain itu, ditemukan bakteri ‘Bacillus cereus pasa sayur wortel, nasi, dan orek tempe.
“emuan koloni bakteri tersebut berkaitan dengan gejala keracunan makanan yang dialami para korban, seperti mual, muntah, pusing, hingga diare. Kesimpulannya, hasil biakan didapati tumbuh koloni-koloni bakteri yang mendukung untuk gejala-gejala keracunan makanan,” ujar Maria dalam keterangannya, Sabtu (07/11/2026).
Maria menjelaskan, pemeriksaan kimiawi terhadap sampel sayur dan nasi juga menemukan kandungan nitrit. Kandungan tersebut, terbentuk akibat aktivitas bakteri dipicu waktu penyimpanan dan rantai dingin, tidak terpenuhi selama lebih dari empat jam.
Dinkes Kota Cirebon juga telah memeriksa kualitas air di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Cirebon. Hasil pemeriksaan menunjukkan, kondisi air minum dalam galon, air PDAM, maupun air tanah, masih berada dalam batas normal.
Maria memastikan sebagian besar pasien dalam kasus dugaan keracunan menu MBG di Kota Cirebon, telah pulang dalam kondisi sehat. Sebelumnya, satu anak mengalami penurunan kesadaran, juga telah pulih.
Dinkes Kota Cirebon telah mengamankan sampel makanan dari SPPG Kalijaga Lima sesuai prosedur penyimpanan selama 2 x 24 jam. Petugas juga mengambil sampel muntahan pasien di Rumah Sakit Siloam san sampel tinja dari pasien yang mengalami diare hebat di Rumah Sakit Ciremai.
Seluruh sampel tersebut dikumpulkan dan disimpan dengan standar suhu dingin di Dinkes Kota Cirebon sebelum dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan laboratorium di Labkesda baru bisa diketahui setelah 14 hari, atau dua pekan.







