SATUJABAR, INDRAMAYU–Kasus perampokan rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berhasil diungkap polisi. Dua pelaku perampokan menculik dan membakar istri pemilik rumah di dalam mobil, yang bangkainya ditemukan di hutan.
Kasus perampokan rumah mewah
di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, terungkap. Dua pelaku perampokan berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polres Indramayu bersama Unit Reskrim Polsek Terisi.
Aksi perampokan disertai penculikan terhadap istri pemilik rumah, Komariyah, berusia 45 tahun. Kedua pelaku secara sadis menganiaya, kemudian menculik dan membakar korban di dalam mobilnya, yang bangkainya ditemukan di dalam hutan.
Kedua pelaku ditangkap warga sebelum diamankan polisi, di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, setelah dicurigai membawa karung keluar arah hutan. Kedua pelaku mengaku telah membakar mobil Mitsubishi X-pander di kawasan hutan Cijati, di dalamnya terdapat jasad korban.
Kapolsek Terisi, AKP H. Ian Hernawan membenarkan, penangkapan kedua pelaku. Unit Reskrim Polsek Terisi bersama Satreskrim Polres Indramayu, mendatangi lokasi dan langsung mengamankan kedua pelaku, untuk menghindari amukan massa.
“Awalnya piket Mako (Markas Komando) Polsek Terisi mendapatkan informasi dari masyarakat Desa Cikawung, terkait adanya dua orang mencurigakan diamankan warga. Kedua pelaku yang diketahui terkait dugaan kasus perampokan, langsung kami amankan untuk menghindari amuk massa,” ujar Ian kepada wartawan, Rabu (04/11/2026).
Kedua pelaku dibawa ke Markas Polsek (Mapolsek) Terisi. Salah satu terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka bakar cukup serius.
“Dalam pemeriksaan awal, keduanya mengakui telah membakar mobil Mitsubushi X-pander di kawasan hutan Cijati di Desa Cikawung. Di dalam mobil tersebut, terdapat jasad korban yang terbakar atas nama Komariyah, korban perampokan,” kata Ian.
Kasatreskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengatakan, kedua pelaku telah dibawa ke Markas Polres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kedua pelaku terkait kawanan perampok rumah disertai penculikan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng.
“Benar, kedua pelaku sudah diamankan ke Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kedua pelaku kaitannya dengan kasus perampokan disertai penculikan di Desa Kalianyar Kecamatan Krangkeng,” ujar Arwin.
Sementara itu, suami korban, Dudung Badrun, 66 tahun, membenarkan, mobil Mitsubishi X-pander yang ditemukan hangus terbakar di kawasan hutan Cijati, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, miliknya. Mobil hilang dibawa pelaku perampokan disertai penculikan istrinya yang ditemukan tewas.
Dudung menilai peristiwa tersebut bukan sekadar perampokan, tapi pembunuhan keji direncanakan. Polisi diminta menerapkan pasal dengan ancaman hukuman seberat-beratnya terhadap kedua pelaku.
Dudung mengenal kedua pelaku masih tetangganya sendiri. Bahkan, selama ini mereka selalu diberi pekerjaan olehnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus perampokan di rumah mewah terjadi di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin (02/11/2026). Rumah mewah yang disatroni kawanan perampok milik suami-istri, Dudung Badrun, berusia 66 tahun dan Komariyah, 45 tahun.
Lokasi rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), telah dipasangi garis polisi. Warga masih berdatangan ke TKP untuk mengetahui kejadian.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, Dudung Badrun, rumahnya didatangi kawanan perampok, diperkirakan pagi hingga siang hari. Saat kejadian, hanya ada istrinya, Komariyah di rumah.
Kawanan perampok membawa kabur uang tunai ratusan juta rupiah, perhiasan emas hampir setengah kilogram, serta satu unit mobil Mitsubishi X-pander berwarna putih. Para pelaku juga menculik Komariyah yang tidak ditemukan, setelah diduga melakukan penganiayaan karena ada banyak darah di dalam rumahnya.
Dudung terakhir bertemu istrinya sebelum pergi bekerja, sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian diketahui anak bungsunya saat baru pulang sekolah mendapatkan rumah dalam keadaan terkunci, sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat pintu rumah dipaksa dibongkar, di dalamnya sudah dalam kondisi acak-acakan. Banyak ditemukan darah dan Komaryah diduga dianiaya dan diculik.







