• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Warisan Budaya Jabar: Menengok Tradisi ‘Kawin Cai’ di Kuningan

Editor
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:40
Ketua TP PKK Bunda Ela di acara ‘Kawin Cai’.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Ketua TP PKK Bunda Ela di acara ‘Kawin Cai’.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

KUNINGAN – Tradisi Kawin Cai di Desa Babakan Mulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan, yang digelar pada hari kamis 29/10/2026 menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan kearifan lokal dan menjaga keberlangsungan sumber daya air di Kabupaten Kuningan.

Kawin Cai merupakan tradisi adat masyarakat yang memiliki makna filosofis mendalam tentang hubungan manusia dengan alam, khususnya dalam menjaga dan menghormati sumber mata air sebagai sumber kehidupan.

RelatedPosts

7 Banteng Jawa Penghuni Pangandaran yang Selamat dari Kepunahan

Kabar Gembira dari Dunia Satwa, Anak Banteng Jawa Ketiga Lahir di Pangandaran

Pekan Seni Media Rupakala Dorong Apresiasi & Kontemplasi

Ketua TP PKK Bunda Ela yang hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Charlan. M.Pd mengatakan bahwa Prosesi adat ini tidak sekadar menjadi warisan budaya leluhur, tetapi juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, melestarikan sumber daya alam, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui tradisi Kawin Cai, masyarakat diajak untuk kembali memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Terlebih, di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman berkurangnya ketersediaan air bersih, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini semakin relevan.” katanya.

Sementara itu Kadisdikbud dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kuningan memandang kegiatan Kawin Cai sebagai bagian penting dari pelestarian budaya daerah sekaligus sarana edukasi kepada generasi muda agar senantiasa mencintai dan menjaga warisan leluhur.

Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang kaya akan adat istiadat dan kearifan lokal.

Kawin Cai bukan sekadar ritual adat, melainkan pesan kehidupan bahwa air adalah sumber kehidupan, alam adalah titipan, dan menjaganya merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan semangat pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan, tradisi Kawin Cai diharapkan terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai salah satu kekayaan budaya Kabupaten Kuningan,” tutup Charlan.

Sumber: Diskominfo Kab. Kuningan

Tags: kawin cai kuningan

Related Posts

Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: Kemenhut/BKSDA Jabar)

7 Banteng Jawa Penghuni Pangandaran yang Selamat dari Kepunahan

Editor
31 Oktober 2026

JAKARTA - Malam itu, Selasa (27/10/2026) pukul 22.23 WIB, sebuah keindahan monumental terjadi di sebuah padang rumput berpagar di Cagar...

Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: Kemenhut/BKSDA Jabar)

Kabar Gembira dari Dunia Satwa, Anak Banteng Jawa Ketiga Lahir di Pangandaran

Editor
29 Oktober 2026

PANGANDARAN - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kelahiran seekor anak Banteng...

Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, mulai tanggal 26 Oktober hingga 1 November 2026.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Pekan Seni Media Rupakala Dorong Apresiasi & Kontemplasi

Editor
28 Oktober 2026

CIBINONG – Pekan Seni Media Rupakala 2026 menjadi ruang dialog antara seniman dan masyarakat melalui berbagai karya seni berbasis teknologi,...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya.(Foto: Dok. Kemenbud)

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek...

Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan Ciparay, Minggu 25 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung di Badaya

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan ziarah budaya ke Situs Makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II.(Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)

Ketika Menbud Fadli Zon Kunjungi Makam Pendiri Kota Bandung

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Makam-makam bersejarah merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang berharga. Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.