SATUJABAR, CIREBON–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Jawa Barat, mencatat jumlah korban kasus dugaan keracunan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG), mencapai 395 orang. Seluruh korban tersebar dan menjalani perawatan di sepuluh rumah sakit,.tiga puskesmas, dan satu klinik.
Jumlah korban kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, hingga Kamis (22/10/2026), mencapai 395 orang, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty. Dari jumlah tersebut, 218 orang masih menjalani rawat inap di rumah sakit dan puskesmas, sementara 177 orang lainnya menjalani rawat jalan.
“Sampai saat ini, Kamis, 22 Oktober 2026, data per jam 14.00 WIB, jumlah korban tercatat 395 orang. Jumlah rumah sakit yang menangani bertambah dari delapan menjadi sepuluh rumah sakit, ditambah tiga puskesmas,” ujar Siti Maria, dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Siti Maria mengatakan, kondisi korban yang masih menjalani perawtan, secara umum stabil dan tidak ada yang mengalami perburukan hingga harus masuk ruang intensif (ICU). Sebagian besar pasien menjalani perawatan akibat gejala keracunan makanan, yakni diare, mual, dan muntah.
Berikut Data Jumlah Korban dan Fasilitas Kesehatan Tempat Korban Dirawat:
– RS. Ciremai: 106 pasien
– RS. Siloam Putra Bahagia: 87 pasien
– RSUD Gunung Jati: 74 pasien
– RS Medimas: 50 pasien
– Puskesmas Kalijaga: 27 pasien
– Puskesmas Sitopeng: 18 pasien
– RS Cahaya Bunda: 13 pasien
– RS Permata Hati: 11 pasien
– RS Sumber Kasih: 3 pasien
– Puskesmas Larangan: 3 pasien
– RS Pelabuhan: 1 pasien
– RS Muhammadiyah: 1 pasien
– RS Permata: 1 pasien
– Klinik Impian: 1 pasien
Dinkes Kota Cirebon mencatat ada penambahan 64 pasien baru dari data sebelumnya, berada di angka 331 pasien. Namun tidak semuanya menjalani rawat inap, sebagian merupakan pasien rawat jalan yang datang ke IGD maupun puskesmas.
Siti Maria mengungkapkan, masih berkoordinasi dengan dokter spesialis mikrobiologi klinik untuk mengkaji masa inkubasi bakteri, atau kuman penyebab pada makanan. Tidak hanya faktor dari makanannya, bibit penyakitnya, tapi kondisi ketahanan tubuh juga ikut mempengaruhi.
Dari data Dinkes Kota Cirebon, total masyarakat yang mengonsumsi menu MBG tersebut, mencapai 700 orang, dengan angka kesakitan (attack rate) mencapai 395 orang. Berdasarkan demografi, kelompok anak usia TK mendominasi jumlah korban terbanyak.
Dinkes Kota Cirebon bersama Satgas MBG masih menyelidiki penyebab keracunan yang diduga berasal dari menu telur puyuh hasil olahan di luar dapur SPPG Kalijaga. Sampel makanan sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) untuk diperiksa







