JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia hingga Kamis (22/10) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi, kejadian bencana masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dikutip laman BNPN, laporan yang tercatat diawali dengan peristiwa karhutla yang terjadi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (20/10). Kepulan asap dilaporkan terjadi di lahan perkebunan di Dusun Tambaksari, Desa Karangeja, Kecamatan Cipari.
Merespons peristiwa tersebut, BPBD setempat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cipari melakukan kaji cepat dan pemadaman kebakaran di lokasi terdampak yang mencapai empat hektare. Pemerintah daerah setempat juga memberikan teguran keras kepada pihak perusahaan swasta yang memiliki lahan tersebut dan akan menindak tegas apabila terdapat unsur kesengajaan.
Hingga Rabu (22/10) api dilaporkan sudah padam. Kendati demikian, tim gabungan masih disiagakan untuk memantau lokasi terdampak guna mengantisipasi api menyala kembali.
Bergeser di daerah lain di Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Wonosobo, penanganan karhutla masih terus diintensifkan menyusul kejadian kebakaran yang melanda kawasan hutan dan lahan di Gunung Sumbing. Hingga Rabu (21/10), sejumlah area kebakaran dilaporkan sudah padam, yaitu di jalur pendakian lama dan baru Petak 21, 22, dan 29.
Petugas gabungan dijadwalkan masih melanjutkan pemantauan dan pemadaman pada Rabu (21/10).
Sementara itu, dari wilayah lain, yaitu Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, penanganan karhutla yang melanda menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Rabu (21/10), khususnya di wilayah Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai luas lahan yang berhasil dipadamkan berjumlah 230 hektare, sementara itu 10 persen sisanya masih dalam upaya pemadaman.
Di Kabupaten Raja Ampat sendiri, total luas lahan yang terbakar mencapai 357,5 hektare yang berdampak pada sejumlah lahan di wilayah Kelurahan Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Sapoekren.
Tim gabungan yang bertugas masih berupaya memadamkan api dengan cara melokalisasi titik api, penyemprotan, pemadaman manual, pendinginan lahan, hingga menggunakan sejumlah mesin dan alat.
Menyikapi sejumlah bencana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagan terhadap potensi bahaya yang meluas. Di samping itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi factor penting dalam upaya pencegah, dan mitigasi karhutla di wilayah.
Masyarakat di daerah terpapar asap karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar.







