CIMAHI – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mengapresiasi semangat, kreativitas, dan keberanian para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Cimahi dalam menampilkan berbagai keterampilan pada kegiatan Open House bertema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani”, Sabtu (17/10), di Cimahi, Jabar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menunjukkan beragam kemampuan yang mereka pelajari di sekolah. Tidak hanya pendidikan akademik, mereka juga mahir dalam bidang non akademik, seperti keterampilan tata boga, Pramuka, bela diri, Paskibra, olahraga, seni, dan sebagainya. Berbagai penampilan tersebut menjadi gambaran proses pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan potensi dan membangun kepercayaan diri.
Agita mengaku bersyukur dapat menyaksikan perkembangan sekolah tersebut secara langsung. Ia mengenang kunjungan pertamanya ketika Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Cimahi masih dalam tahap pembangunan, meskipun proses rekrutmen siswa telah dimulai.
“Pertama kali saya datang ke sini, sekolah ini belum beroperasi dan masih dalam pembangunan, walaupun proses rekrutmen sudah mulai berjalan. Hari ini saya bisa melihat adik-adik kita begitu semangat menampilkan keahlian masing-masing. Luar biasa, saya senang melihat semangat anak-anak,” ujar Agita.

Menurut Agita, kesempatan bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan keterampilan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan mereka. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga perlu mendapatkan ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.
“Jangan pernah membatasi mimpi anak-anak hanya karena latar belakang mereka. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Tugas kita adalah memastikan mereka memiliki ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Saya berharap dari Sekolah Rakyat ini lahir generasi yang bukan hanya berani bermimpi, tetapi juga berani melangkah untuk mewujudkannya,” tegas Agita.
Ia menilai tema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani” memiliki makna yang relevan dengan perjalanan para siswa dalam membangun cita-cita. Keberanian tampil di hadapan orang lain, menunjukkan keterampilan, serta mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari proses belajar untuk mengenali kemampuan dan membentuk karakter.
Karena itu, Agita berharap Sekolah Rakyat dapat terus menjadi lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa, baik dalam aspek akademik maupun keterampilan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, para siswa diharapkan memiliki bekal untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi masyarakat pada masa mendatang.
Pada kesempatan tersebut, Agita juga menyampaikan doa agar seluruh siswa, guru, dan jajaran pengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Cimahi senantiasa diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan kegiatan pendidikan.
“Mudah-mudahan semua anak-anak diberikan kesehatan. Guru-gurunya beserta seluruh jajaran juga diberikan kesehatan, dan anak-anak semua bisa menjadi orang-orang yang sukses. Aamiin,” tuturnya.
Agita berharap semangat yang ditunjukkan para siswa dalam kegiatan Open House tersebut dapat terus terjaga dan menjadi langkah awal bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita. Baginya, setiap anak berhak memiliki harapan dan memperoleh kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Turut hadir pada kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jabar Maulana Yusuf Erwinsyah, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Provinsi Jabar Ida Ningrum, Kepala Polsek Cimahi Kompol Donny Irawan, serta Babinsa Cimahi Tengah Serka Akhir. Hadir pula para perwakilan dari Politeknik Kesejahteraan Sosial, Kantor Kementerian Agama Provinsi Jabar, Kantor Cabang Dinas (KCD) VII Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, serta Dinas Pendidikan Kota Ciimahi.







