JAKARTA — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Jum’at malam pukul 21.00 WIB.
Lewat akun media sosial resmi Badan Geologi, kenaikan status ini diputuskan setelah gunung api tersebut menunjukkan eskalasi aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk tercatatnya 14 kali kejadian erupsi dalam kurun waktu 6 hingga 9 Oktober 2026, serta teramatinya letusan tipe Strombolian dan pancaran sinar api secara visual.
Seiring ditetapkannya status Siaga, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan tidak mendekati kawasan gunung serta dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi kawah aktif.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lontaran batu pijar, abu lebat, maupun aliran lava, serta tidak mudah percaya dan terpancing oleh berita hoaks atau informasi menyesatkan terkait isu kebencanaan di wilayah Selat Sunda.







