• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kabar Gembira di Hari Badak Sedunia: Dua Induk Badak Bunting di Suaka Rhino Sumatera

Editor
Minggu, 04 Oktober 2026 - 05:39
Peringatan Hari Badak Sedunia 2026 yang diselenggarakan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Sabtu (3/10/2026).(Foto: Dok. Kemenhut)

Peringatan Hari Badak Sedunia 2026 yang diselenggarakan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Sabtu (3/10/2026).(Foto: Dok. Kemenhut)

BOGOR – Kabar menggembirakan datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini sedang bunting. Kabar ini disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Badak Sedunia 2026 yang diselenggarakan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Sabtu (3/10/2026).

Pada 3 Oktober 2026, Ratu tercatat menjalani kebuntingan untuk calon anak keempat bersama pejantan Andalas, dengan usia kebuntingan 238 hari atau sekitar 7,9 bulan. Sementara itu, Delilah menjalani kebuntingan untuk calon anak kedua bersama pejantan Harapan, dengan usia kebuntingan 251 hari atau sekitar 8,3 bulan. Kondisi kesehatan dan perkembangan kedua induk terus dipantau secara intensif oleh tim medis, keeper, dan manajemen SRS TNWK hingga proses kelahiran.

RelatedPosts

Indonesia Comic Con Masuki Usia Satu Dekade, Semoga Makin Mendunia

Wonderful Indonesia Gastronomy Artisan Market Perkuat Ekosistem

Ikhtiar Mengangkat Rasa dan Cerita Indonesia Jadi Narasi Global

Melalui program pengembangbiakan di SRS TNWK, hingga kini telah lahir lima ekor badak sumatera: Andatu (2012), Delilah (2016), Sedah Mirah (2022), Anggi (2023), dan Indra (2023). Program ini dikelola secara kolaborasi Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Way Kambas dan mitranya, Yayasan Badak Indonesia (YABI). SRS merupakan fasilitas pengembangbiakan semi-in-situ yang menempatkan badak di habitat alaminya dengan interaksi manusia seminimal mungkin, disertai dukungan perawatan medis dan pemantauan reproduksi secara intensif.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Ahmad Munawir menyebut kebuntingan Ratu dan Delilah sebagai perkembangan penting bagi konservasi badak sumatera, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.

“Kehamilan dua bayi badak sumatera ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa kebuntingan kedua induk badak tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mempertahankan keberlangsungan populasi badak sumatera melalui pengembangbiakan yang terencana, pengelolaan kesehatan reproduksi, serta pemantauan individu secara intensif,” ujarnya melalui keterangan resminya.

Ketua Pengurus YABI, Jansen Manansang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung program di SRS TNWK. Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada International Rhino Foundation (IRF), TSI dan TFCA Sumatera atas dukungan pendanaan yang diberikan untuk mendukung keberlangsungan program di SRS TNWK.

“Kami dan Balai Taman Nasional Way Kambas berkomitmen untuk terus memantau kondisi kesehatan induk, perkembangan kebuntingan, serta kesiapan induk hingga proses kelahiran. Tim medis SRS akan melakukan pemantauan secara intensif agar Ratu dan Delilah dapat melalui masa kebuntingan dengan baik hingga melahirkan anak yang sehat,” ungkapnya.

Badak sumatera berstatus kritis (Critically Endangered) menurut IUCN Red List, dengan jumlah tidak lebih dari 80 ekor di alam. Satwa ini kini hanya tersisa di Indonesia, tersebar di Kawasan Ekosistem Gunung Leuser, TNWK, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dan Kalimantan Timur. Dengan siklus kebuntingan 15–16 bulan dan masa menyapih hingga dua tahun, setiap kebuntingan dan kelahiran tidak hanya menambah individu baru, tetapi juga memperkuat peluang menjaga keragaman genetik dan membangun populasi untuk konservasi jangka panjang.

TSI sebagai lembaga konservasi bersama YABI dan Kementerian Kehutanan menggelar World Rhino Day 2026 pada 3–4 Oktober 2026 dengan tema “Keep the Five Alive, Stand Together for Rhinos”. Ada lima jenis badak yang masih hidup di dunia, dan Indonesia menjadi rumah bagi dua di antaranya: badak sumatera dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus), yang keduanya berstatus Critically Endangered.

Rangkaian acara hari pertama, Sabtu (3/10/2026), dimulai pukul 14.30 WIB di area Plaza Gajah, Restaurant Rain Forest, dengan parade maskot satwa endemik Indonesia: harimau sumatera, badak jawa, badak sumatera, gajah sumatera, serta tarian selamat datang. Acara dilanjutkan sambutan Founder Taman Safari Indonesia Jansen Manansang, sekaligus Ketua Pengurus dan Direktur Eksekutif YABI dalam struktur organisasi Yayasan dan Pembina YABI, Letjen TNI (Purn) Dodik Wijanarko.

Pada sesi talkshow, tiga narasumber hadir yaitu Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir yang membahas kondisi, kebijakan, dan tantangan konservasi badak Indonesia; Wakil Dewan Pembina YABI, Hadi S. Alikodra yang membahas keberhasilan natural breeding dan Assisted Reproductive Technology (ART); serta Anggota Dewan Pembina YABI Willem Manansang yang menyoroti peran organisasi konservasi, kolaborasi multipihak, dan dukungan masyarakat. Acara dihadiri perwakilan pemerintah, mahasiswa, serta pembina dan pengurus YABI.

Selama dua hari, pengunjung dapat mampir ke sejumlah booth diantaranya Rhino Corner hasil kolaborasi tim edukasi TSI dan YABI (mewarnai dan berbagai games), booth donasi dan merchandise YABI untuk mendukung pelestarian badak, serta booth face painting Safari Wonders. Di area yang sama ada pula booth Justin Matteo Manansang, siswa Jakarta Intercultural School (JIS), yang dinobatkan The Wildlife Guardians sebagai “Our Warrior of the Month”. Justin menggalang dana untuk pelestarian badak dan menerima piagam penghargaan dari TSI pada 2 September 2026. Aksinya menjadi pengingat bahwa konservasi bisa dimulai siapa saja.

Pada Minggu (4/10/2026), di lokasi yang sama, digelar rangkaian edukasi berupa dongeng tentang badak untuk anak dan keluarga, dikemas dalam sesi story telling ramah anak dengan video dan kuis berhadiah. Pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan tiket masuk reguler Taman Safari Bogor.

Tags: badakHari Badak SeduniaTaman Safari Indonesia

Related Posts

(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Indonesia Comic Con Masuki Usia Satu Dekade, Semoga Makin Mendunia

Editor
4 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, secara resmi membuka gelaran satu dekade Indonesia...

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Wonderful Indonesia Gastronomy Artisan Market Perkuat Ekosistem

Editor
4 Oktober 2026

YOGYAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau pelaksanaan WIG Artisan Market 2026 yang menghadirkan beragam produk kuliner tradisional...

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di acara Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: Humas Kemenpar)

Ikhtiar Mengangkat Rasa dan Cerita Indonesia Jadi Narasi Global

Editor
4 Oktober 2026

YOGYAKARTA - Setelah mengawali rangkaiannya di Pura Mangkunegaran, Solo, Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlanjut ke Daerah Istimewa Yogyakarta dengan...

Mencegah flu menular gunakan masker.(Foto: Humas Kemenkes)

Flu Ringan Cuma Perlu Istirahat, Tak Perlu Antivirus

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Flu ringan umumnya tidak memerlukan penanganan medis yang kompleks. Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting...

meringankan sakit flu batuk,hmpv,virus

Kasus Influenza Naik, Warga Jangan Panic Buying Oseltamivir

Editor
29 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) obat antivirus Oseltamivir maupun mengonsumsinya tanpa...

Ekspos Kampung Wisata Kreatif.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

8 Kampung Wisata Kreatif Kota Bandung, Dimana Saja?

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Kota Bandung memperkuat pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui Kampung Wisata Kreatif (KWK). Sebanyak delapan KWK di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.