JAKARTA – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan terbaru menunjukkan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional berada pada 475 titik, turun tipis dibandingkan 479 titik sehari sebelumnya.
Di antara enam provinsi prioritas, Riau tidak mencatat hotspot high confidence, sementara perhatian pengendalian saat ini terutama diarahkan ke Sumatera Selatan. Sejalan dengan penguatan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis (17/9), turun langsung meninjau penanganan karhutla sekaligus kondisi habitat gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Kamis (17/9) pukul 21.05 WIB, perkembangan hotspot high confidence pada enam provinsi prioritas tercatat:
- Sumatera Selatan: 184 titik, meningkat dari 123 titik;
- Kalimantan Tengah: 61 titik, turun dari 102 titik;
- Kalimantan Barat: 30 titik, meningkat dari 21 titik;
- Jambi: 15 titik, meningkat dari 12 titik;
- Kalimantan Selatan: 5 titik, turun dari 11 titik; dan
- Riau: 0 titik, turun dari 11 titik.
Sumatera Selatan saat ini mencatat hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas sehingga penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, serta pendinginan terus dilakukan. Perkembangan positif terlihat di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan terutama Riau yang nihil hotspot high confidence pada pemantauan terakhir.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan untuk memastikan pengendalian karhutla sekaligus melihat kondisi gajah dan habitatnya.
Kawasan Padang Sugihan menjadi perhatian karena merupakan salah satu kantong penting Gajah Sumatra. Di PKG Jalur 21 terdapat 29 gajah binaan, dan hasil pemantauan menunjukkan seluruhnya masih dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta berarti satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui pengecekan langsung dan kondisi aktual di lapangan.
Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.
Pemerintah tetap menyiagakan 53 unit armada udara, terdiri atas 34 armada untuk operasi water bombing dan 19 armada untuk patroli udara serta mendukung Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Dukungan udara juga diperkuat dengan tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang yang telah dipersiapkan untuk membantu operasi water bombing. Pengerahan operasi udara menyesuaikan kondisi api di lapangan, hasil verifikasi hotspot, kondisi meteorologis, dan aspek keselamatan penerbangan.
BMKG dalam prakiraan periode 18-24 September 2026 menyatakan pengaruh El Nino kategori sangat kuat bersama musim kemarau masih menyebabkan kondisi atmosfer relatif kering di sebagian besar Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan potensi karhutla dan meluasnya kabut asap. Meski demikian, peluang hujan masih tersedia secara lokal, termasuk pada 18-20 September di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Berdasarkan analisis BMKG, periode rawan diperkirakan masih berlangsung beberapa pekan ke depan. Presiden pada rapat terbatas (16/9) meminta jajaran pemerintah mempertahankan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi menghadapi ancaman karhutla tersebut.
Dalam rapat yang sama, Presiden juga menginstruksikan penindakan terhadap korporasi yang setelah proses verifikasi terbukti bertanggung jawab atas karhutla, termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidananya.
Pantauan PM2,5 menunjukkan kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan masih terpantau tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada bagian tertentu berada pada kategori berbahaya.
Dampak asap pada 17 September cukup terasa di Sumatera Selatan. Pada pagi hari, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sempat turun hingga sekitar 700 meter. Kondisi tersebut menyebabkan empat penerbangan yang akan mendarat harus melakukan holding dan mengalami keterlambatan. Jarak pandang kemudian berangsur membaik setelah pukul 08.00 WIB.
Di Kalimantan Barat, prakiraan cuaca maritim BMKG di kawasan Pelabuhan Utama Dwikora Pontianak menunjukkan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer pada sejumlah periode pengamatan. Kondisi ini menunjukkan dampak asap masih perlu diwaspadai meskipun jumlah hotspot dapat berubah dari hari ke hari.
Kondisi udara di wilayah lain juga perlu diperhatikan. Di Pekanbaru, pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kategori sangat tidak sehat, sementara kabut asap juga masih dirasakan di Jambi.
Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu, tidak hanya dengan memadamkan api tetapi juga mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, menjaga kawasan hutan, melindungi satwa liar, serta memastikan keselamatan petugas dan masyarakat di wilayah terdampak.
Kementerian Kehutanan juga terus melakukan penyelamatan satwa liar yang terdampak. Pada 17 September, BKSDA Kalimantan Barat bersama masyarakat dan mitra konservasi melaksanakan penyelamatan tiga orangutan di Kayong Utara. Operasi tersebut melibatkan Tim WRU dan BKO BKSDA Kalbar, YIARI, Yayasan Palung serta masyarakat pengelola hutan desa.
Apabila masyarakat menemukan satwa liar yang keluar dari habitat atau terdampak kebakaran, jangan menangkap, mengejar, memberi makan, atau melakukan evakuasi secara mandiri. Jaga jarak aman, catat lokasi, dokumentasikan kondisi apabila memungkinkan, lalu segera hubungi petugas Balai KSDA terdekat.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk terus memantau kondisi udara. Apabila kondisi memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat dan pelaku usaha kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat asap, titik api, aktivitas pembakaran, atau satwa liar terdampak, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.







