• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wakil Wali Kota Bandung: UMKM Didorong Masuk Pasar Digital

Editor
Jumat, 18 September 2026 - 06:03
Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengupayakan para pelaku usaha mikro mulai memperluas pemasaran produk melalui kanal digital. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi, memilih produk, hingga melakukan transaksi membuat pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan Erwin saat menghadiri kegiatan Marema (Maju Sareng Digital Marketing Utama) sekaligus pemberian legalitas NIB dan halal bagi pelaku usaha di Kecamatan Cibeunying Kaler, di Aula Kecamatan Cibeunying Kaler, Kamis 17 September 2026.

RelatedPosts

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar, Bidik 300 Tenant dan 10.000 Pengunjung

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Erwin mengatakan, digital marketing dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan keunggulan produk kepada masyarakat dengan jangkauan pasar yang lebih luas.

“Jadi digital marketing pada dasarnya adalah sarana untuk menceritakan keunggulan produk sebenarnya kepada masyarakat. Produk yang baik perlu didukung oleh tampilan menarik, informasi yang jelas, pelayanan yang ramah, serta legalitas usaha yang mudah dikenali,” ujar Erwin.

Menurutnya, pemasaran digital juga perlu diikuti dengan kualitas produk dan penyajian yang sesuai dengan apa yang ditawarkan kepada konsumen. Kemasan yang menarik dapat mendorong konsumen untuk mencoba produk, sementara kualitas produk menjadi faktor penting agar konsumen melakukan pembelian kembali.

Erwin pun mengajak peserta Marema mengikuti pelatihan dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk menumbuhkan usaha, memperluas pasar dan memperkuat kemandirian para pelaku UMKM,” kata Wakil Wali Kota Bandung.

Ia berharap, program Marema tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan praktik, evaluasi, dan pendampingan bagi para peserta.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana mengatakan, Marema merupakan program yang digagas Pemkot Bandung dan telah berjalan di sejumlah kecamatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan pola pemasaran.

“Marema ini sebuah keniscayaan, sebuah keharusan, sebuah tantangan yang harus dijawab oleh pelaku usaha. Karena sekarang zamannya sudah berubah, trennya sudah berbeda,” ujar Budhi.

Ia mengatakan, pola penjualan yang hanya mengandalkan lokasi usaha atau lingkungan sekitar sudah perlu dikembangkan. Pelaku UMKM didorong untuk berani masuk ke ranah digital agar produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Budhi menjelaskan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung memiliki sejumlah program untuk mendukung pengembangan UMKM, mulai dari pelatihan, pendampingan, pemasaran hingga fasilitasi pembiayaan.

Di Kota Bandung terdapat 30 pendamping usaha mikro yang tersebar di 30 kecamatan. Pendamping tersebut membantu pelaku usaha mulai dari pengembangan usaha hingga pembukuan dan pemasaran.

Dinas Koperasi dan UKM juga memiliki Sarana Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Salapak) sebagai salah satu sarana pemasaran produk UMKM yang telah dikurasi. Selain itu, jejaring pemasaran digital juga dikembangkan melalui berbagai platform perdagangan daring.

Budhi menambahkan, pihaknya tengah mendorong agar berbagai layanan pengembangan UMKM ke depan dapat semakin terintegrasi, mulai dari pelatihan, pendampingan, legalitas, pemasaran hingga pembiayaan.

“Jadi harus ikut pelatihan, ada sertifikat. Nanti kalau butuh halal, HAKI, PIRT dan lain-lain, ini harus melalui sistem ini. Sehingga nanti selain itu kita akan bantu pendampingannya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan Marema. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada usaha peserta setelah mengikuti program.

“Saya ingin data dari Marema ini punya data yang pasti, dari sejak yang pertama sampai sekarang berapa jumlah yang sudah dilatih dan apa perbedaan atau perubahannya, before after-nya. Supaya kita bisa melihat, mengukur keberhasilan program ini,” ujarnya.

Sedangkan Asisten Manager Mega Vision Kota Bandung Kiki Rizkiana mengatakan, pelatihan Marema diarahkan untuk memberikan pemahaman praktis kepada pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan kanal digital untuk memasarkan produknya.

Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami cara membuat konten produk yang menarik sehingga dapat mengundang calon konsumen untuk mengunjungi toko online mereka.

“Tim dari Mega Vision akan memberikan pelatihan bagaimana kita bisa masuk ke ranah digital. Bagaimana kita bisa membuat posting atau mengunggah gambar semenarik mungkin supaya banyak yang datang, singgah di toko online Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu semua,” kata Kiki.

Ia menilai, pemasaran secara digital semakin penting karena produk yang tidak dipasarkan secara online berpotensi lebih lambat dikenal oleh masyarakat.

Selain pelatihan, Mega Vision juga akan memberikan pendampingan secara berkesinambungan. Para peserta akan tergabung dalam grup WhatsApp sehingga dapat berkonsultasi apabila masih menemukan kendala dalam menerapkan materi pelatihan.

“Apabila Bapak dan Ibu UMKM di sini ada yang perlu ditanyakan atau ada yang perlu dibedah lagi bagaimana caranya, bisa ditanyakan langsung kepada rekan-rekan dari Mega Vision,” ujarnya.

Kegiatan Marema di Kecamatan Cibeunying Kaler tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pemberian legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) dan halal kepada pelaku usaha mikro.

BACA JUGA: 2 Jenazah Korban KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa Tiba di Garut

Tags: erwinumkmWakil Wali Kota Bandung

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Editor
16 September 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota di Jawa Barat...

Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar, Bidik 300 Tenant dan 10.000 Pengunjung

Editor
16 September 2026

MADIUN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 menjadi...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, ke salah satu industri sepatu lokal, Fortuna Shoes, di Jalan Soekarno-Hatta, Senin 14 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Editor
14 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus...

Menteri Perdagangan Budi Santoso “Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia” di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (9/9).(Foto: Dok. Kemendag)

Sepuluh Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Tembus Jaringan Ritel AEON Indonesia

Editor
10 September 2026

TANGERANG – Sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan siap menembus jaringan ritel AEON...

Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding, ungkap Asisten Daerah II Kabupaten Garut Dedy Mulyadi. Foto: APPSI Kabupaten Garut/Garut Plaza)

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

Editor
7 September 2026

GARUT - Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding. Garut Plaza juga...

Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

Editor
7 September 2026

GUNUNGKIDUL - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggelar Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.