• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 3 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indonesia Raja Produsen Buah Pala di Dunia

Editor
Kamis, 03 September 2026 - 08:40
Buah Pala Indonesia.(Foto: Kementan Ri)

Buah Pala Indonesia.(Foto: Kementan Ri)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan terus memacu daya saing komoditas pala Indonesia di pasar internasional melalui penguatan mutu dan pemenuhan standar keamanan pangan. Langkah ini krusial untuk memperluas penetrasi pala nasional ke negara-negara tujuan ekspor bernilai tinggi. Upaya tersebut dibahas dalam webinar Bincang-Bincang Mutu (BBM) bertajuk “Global Food Safety & Market Access: Pala Berstandar Pala Mendunia” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Kamis (3/9). Webinar ini dihadiri oleh 297 peserta yang berasal dari pelaku UMKM, eksportir, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Jenderal PKTN, Moga Simatupang, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai produsen utama yang menguasai lebih dari 50 persen pasokan pala dunia harus diimbangi dengan kepatuhan standar dan persyaratan internasional.

RelatedPosts

Proyek Panas Bumi di Gunung Ungaran Bertahap dan Berbasis Kajian

Wisatawan India Diarahkan ke Yogyakarta dan Lombok

Di Vladivostok, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok

“Pala merupakan komoditas rempah unggulan bernilai ekonomi tinggi untuk industri pangan, farmasi, hingga minyak atsiri. Sebagai produsen utama yang menguasai lebih dari separuh pasokan pala dunia, Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis dalam peta perdagangan internasional. Namun, untuk makin menguasai pasar global, besar produksi saja tidak cukup. Pelaku usaha harus konsisten menjaga mutu dan memenuhi persyaratan internasional,” ujar Moga dikutip laman Kemendag.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag, kinerja ekspor pala Indonesia (HS 090811 dan 090812) mencatatkan tren yang sangat menggembirakan. Nilai ekspor melonjak signifikan dari USD 111,36 juta pada 2024 menjadi USD 133,01 juta pada 2025. Raihan tersebut mengukuhkan dominasi Indonesia dengan pangsa pasar global mencapai 53,41 persen. Tiongkok dan Vietnam saat ini menjadi penyerap terbesar, sementara pasar bernilai tinggi di kawasan Uni Eropa (melalui hub distribusi Belanda) serta Jepang menyimpan potensi besar yang perlu dioptimalkan dan terus dipacu penetrasinya.

Peluang emas di pasar kelas atas ini berbanding lurus dengan ketatnya regulasi keamanan pangan, terutama terkait cemaran jamur atau mikotoksin (Aflatoksin dan Ochratoxin A). Data periode 2024 hingga Juli 2026 mencatat adanya notifikasi penolakan produk pala asal Indonesia di negara tujuan. Terdata 4 kasus penolakan dari Jepang melalui pengawasan Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW), serta 21 kasus penolakan di Uni Eropa yang masuk dalam sistem European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EU RASFF).

Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Sukoco, menekankan pentingnya pergeseran pola pikir. Tolok ukur keberhasilan ekspor masa kini bukan sekadar berapa ton barang yang dikirim, tetapi juga sejauh mana produk tersebut mampu memenuhi standar dan persyaratan teknis negara tujuan ekspor.

“Keberhasilan ekspor tidak hanya diukur dari volume pasokan, tetapi juga dari kepatuhan standar dan persyaratan teknis internasional. Pelaku usaha perlu mengidentifikasi titik kritis rantai pasok dan melakukan pengendalian risiko di setiap titik kritis untuk meminimalkan/menghilangakan risiko sampai batas aman. Pelaku usaha dapat memanfaatkan portal digital LAMANSITU (Layanan Mandiri Informasi Mutu) untuk memahami persyaratan pasar. Pemahaman persyaratan pasar sejak awal akan membantu pelaku usaha untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko mutu sebelum produk dikirim ke pasar internasional,” jelas Sukoco dikutip laman Kemendag.

Tak kalah penting, kepastian kualitas produk sebelum diberangkatkan ke negara tujuan memerlukan pembuktian ilmiah yang sah. Dalam hal ini, Kemendag terus memperkuat kapabilitas Balai Pengujian Mutu Barang (BPMB) untuk memberikan jaminan rasa aman serta kepastian bagi para eksportir, sehingga produk yang dikirim dijamin telah memenuhi standar keamanan pangan yang dipersyaratkan oleh mitra dagang internasional.

Webinar BBM ini juga menghadirkan pandangan komprehensif dari Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Apriyanto Dwi Nugroho, yang menekankan pentingnya pembinaan keamanan pangan lokal untuk mendukung akses produk ke pasar global. “Penguatan keamanan pangan sejak di dalam negeri menjadi bagian penting untuk mengurangi potensi risiko yang dapat menghambat pemasaran produk di negara tujuan,” tegasnya.

Sementara itu, Atase Perdagangan RI Den Haag, Annisa Hapsari, membedah langsung dinamika regulasi dan tren terkini selera pasar internasional, termasuk perkembangan persyaratan pasar Uni Eropa.

Selanjutnya, praktisi eksportir pala Indonesia membagikan pengalaman dalam memenuhi persyaratan buyer, termasuk spesifikasi mikrobiologi, mikotoksin dan residu pestisida.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah, perwakilan perdagangan di luar negeri, asosiasi, praktisi ekspor hingga UMKM siap ekspor, Kemendag optimistis pala Indonesia mampu memenuhi standar paling ketat sekalipun, termasuk regulasi mikrobiologi, mikotoksin, dan residu pestisida di pasar Uni Eropa.

“Kolaborasi lintas sektor yang dibekali pemahaman pasar dan pengujian mutu presisi ini diyakini menjadi titik balik yang besar bagi komoditas nasional—menghapus hambatan penolakan ekspor, membuka kran penetrasi ke pasar premium dunia secara massif. Hal ini mengukuhkan pala Nusantara bukan sekadar unggul secara volume, melainkan diakui sebagai standar kualitas tertinggi di panggung perdagangan global,” pungkas Sukoco.

Tags: kemendagKementerian Perdaganganpala

Related Posts

Gunung Ungaran di Jawa Tengah.(Foto: Kementerian ESDM)

Proyek Panas Bumi di Gunung Ungaran Bertahap dan Berbasis Kajian

Editor
3 September 2026

JAKARTA - Pemerintah menegaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, Kabupaten...

Familiarization Trip (Fam Trip) dengan peserta travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

Wisatawan India Diarahkan ke Yogyakarta dan Lombok

Editor
3 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat upaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara asal India sekaligus memperluas pilihan destinasi mereka di...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis (03/09/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Di Vladivostok, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok

Editor
3 September 2026

VLADIVOSTOK - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara,...

Pria berinsial AS, mengaku wartawan ditahan Polsek Sukaraja.(Foto: Istimewa)

Pria Mengaku Wartawan di Sukabumi Intimidasi dan Peras Guru di Sekolah Ditahan Polisi

Editor
3 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMi--Pria di Kabupaten. Sukabumi, Jawa Barat, yang mengaku sebagai wartawan, melakukan intimidasi dan memeras guru di sekolah, ditetapkan sebagai...

Ilustrasi penjara. (foto: istimewa)

Buron Kejaksaan 6 Tahun, Pengemplang Pajak Rp.4,45 miliar Ditangkap di Garut

Editor
3 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Setelah enam tahun masuk daftar pencarian orang (DPO), seorang pengemplang pajak buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung, Jawa Barat,...

Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (03/09/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Putin: Indonesia Mitra Kunci di Asia Pasifik

Editor
3 September 2026

VLADIVOSTOK - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut disampaikan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.