Stan Maggot Bandung Bersatu (MBB) yang memperkenalkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot serta berbagai produk turunannya.
BANDUNG – Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascada Sungai Cikapundung tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Salah satunya melalui kehadiran stan Maggot Bandung Bersatu (MBB) yang memperkenalkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot serta berbagai produk turunannya.
Maggot Bandung Bersatu (MBB) merupakan forum penggiat maggot yang berada di berbagai kelurahan di Kota Bandung. Pada festival itu, MBB bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tamansari untuk menghadirkan stan edukasi mengenai pengolahan sampah organik sekaligus memperkenalkan potensi ekonominya kepada masyarakat.
Salah satu anggota MBB, Yusuf menjelaskan, keterlibatan MBB dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah organik rumah tangga dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.
“Kita diajak untuk buka stan di sini untuk mengedukasi masyarakat yang ada di sini dalam masalah sampah, pengolahan sampah,” ujar Yusuf, Sabtu 15 Agustus 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.
Menurut Yusuf, sampah organik masih menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan sampah karena jumlahnya cukup besar. Berbeda dengan sampah anorganik yang telah banyak memiliki sistem pengumpulan dan pengolahan, sampah organik membutuhkan metode pengelolaan yang tepat agar tidak berakhir menumpuk.
Melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), sampah organik dapat diuraikan dengan lebih cepat. Maggot kemudian dapat menghasilkan berbagai produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan.
“Dengan melalui maggot, insyaallah sampah organik bisa terbantu. Ini lebih cepat menguraikannya, tidak ada risiko penyakit, malah banyak manfaatnya,” ungkap Yusuf.
Di stan MBB, masyarakat dapat melihat secara langsung tahapan budidaya maggot, mulai dari lalat BSF sebagai indukan, telur, baby maggot, maggot fresh, hingga fase prepupa. Edukasi tersebut diberikan agar masyarakat dapat memahami bagaimana maggot berperan dalam menguraikan sampah organik.
Selain memperkenalkan proses budidaya, MBB juga menghadirkan sejumlah produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Maggot fresh, misalnya, dapat digunakan sebagai pakan ternak, pakan burung, maupun umpan untuk memancing. Sementara itu, kasgot atau residu hasil penguraian sampah organik oleh maggot dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.
Berbagai produk turunan lainnya juga diperkenalkan, seperti pupuk organik cair (POC), eco-enzyme, booster, hingga rumen yang dapat digunakan dalam pengolahan pupuk organik. Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa proses pengolahan sampah dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas.
Pengolahan sampah organik melalui maggot juga dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hasil pengolahan dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian dan peternakan sehingga berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Selain kebersihan, nanti ujungnya juga ada manfaat untuk mereka. Dari hasil kebun untuk mereka, jadi tidak perlu belanja keluar. Setidaknya mengurangi biaya pengeluaran dari masyarakat,” jelas Yusuf.







