SATUJABAR, NUSANTARA – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) resmi membuka Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2026 di Nusantara, Kalimantan Timur. Festival ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung rehabilitasi mangrove sebagai upaya meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Muhammad Zainal Arifin, menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Hingga akhir tahun 2025, Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) telah berhasil merehabilitasi lahan mangrove seluas 15.574 hektare secara nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove akan memberikan hasil yang optimal apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Zainal.
Menurut Zainal, Kementerian Kehutanan melalui Program M4CR akan terus memperkuat upaya rehabilitasi mangrove hingga tahun 2027 dengan target rehabilitasi seluas 32.634 hektare yang tersebar di empat provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada rehabilitasi kawasan mangrove, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove, pengembangan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), penguatan kelompok masyarakat pesisir melalui skema matching grants, serta pengintegrasian pendidikan lingkungan melalui Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tematik Mangrove di sekolah-sekolah.
Sejalan dengan arah kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk ekosistem mangrove, menjadi salah satu prioritas pembangunan kehutanan. Kementerian Kehutanan terus mendorong rehabilitasi mangrove melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial, sehingga tidak hanya mampu memulihkan fungsi kawasan pesisir sebagai benteng alami terhadap dampak perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan ekosistem mangrove. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga dan mengelola hutan secara berkelanjutan.
Rangkaian Mangrofest 2026 diawali dengan penyelenggaraan Media Gathering Kalimantan Timur. Mengusung semangat kolaborasi dan edukasi lingkungan, para mitra Kementerian Kehutanan, media nasional, serta berbagai elemen masyarakat diajak mengunjungi Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem pesisir sekaligus hasil rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan melalui Program M4CR.
Kunjungan lapangan tersebut memperlihatkan keberhasilan rehabilitasi mangrove seluas 6.120 hektare di kawasan pesisir Desa Sepatin. Pemulihan ekosistem mangrove telah memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas tambak masyarakat melalui penerapan pola budidaya silvofishery yang mengintegrasikan kegiatan perikanan dengan pelestarian mangrove.
Pembukaan Mangrofest 2026 turut dihadiri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, yang menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan IKN sebagai kota hutan.
“Pelestarian mangrove merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan IKN sebagai kota hutan yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” tegas Basuki.
Menurutnya, sinergi antara OIKN dan Kementerian Kehutanan menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir, meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Zainal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Otorita IKN, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), serta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan terus diperluas, tidak hanya pada aspek rehabilitasi kawasan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga melalui pengembangan Taman Mangrove Teluk Balikpapan sebagai pusat konservasi, edukasi, penelitian, dan pembelajaran mangrove nasional.
Mangrofest 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan kampanye gaya hidup rendah emisi, salah satunya melalui Mangrove Harmony Ride yang diikuti oleh Komunitas Motor Listrik Elders Elletrico bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Kegiatan ini menjadi simbol bahwa upaya pelestarian lingkungan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Mangrofest 2026, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Sinergi yang terbangun melalui festival ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target rehabilitasi mangrove nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengelolaan mangrove yang produktif dan lestari, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.







