• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 9 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mortir Meledak 3 Warga Tewas di Bandung Barat, TNI Tunggu Hasil Puslabfor

Editor
Kamis, 09 Juli 2026 - 04:42
Lokasi ledakan mortir yang menewaskan 3 warga di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

Lokasi ledakan mortir yang menewaskan 3 warga di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG – Tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tewas setelah sebuah mortir yang diduga berasal dari area latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, meledak. Pusdikif belum memastikan, mortir berasal dari satuannya, karena masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan jenis dan kepemilikan amunisi tersebut.

Peristiwa ledakan berasal dari mortir yabg menewaskan tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terjadi Rabu (08/07/2026) siang, sekitar pukul 10.30 WIB. Mortir yang diduga berasal dari area latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, meledak, setelah sebelumnya dipungut korban dari kawasan latihan militer untuk dijual sebagai barang rongsokan.

RelatedPosts

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Gadis 19 Tahun di Tasikmalaya Disekap dan Diperkosa Pria Kenalan di Medsos

Vaksin Dengue mRNA Dikembangkan Indonesia-Tiongkok

“Ledakan mortir terjadi di samping rumah salah satu korban. Ada tiga korban meninggal dunia akibat ledakan mortir 81 komando,” ujar Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin.

Andriani mengatakan, warga yang mendengar suara ledakan, mendapatkan ketiga korban sudah tergeletak bersimbah darah. Dua korban sudah tidak bernyawa, satu korban dalam kondisi luka berat, tidak tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit.

Ketiga korban, masing-masing bernama Ade, berusia 21 tahun, Suhri, berusia 40 tahun, dan Rodiana, berusia 40 tahun. Ketia korban warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Andriani menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban biasa memulung selongsong maupun proyektil dari area latihan militer Pusdikif, padahal sudah dilarang TNI. Proses penyelidikan masih dilakukan bersama pihak TNI, dengan memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknis Pusdikif, Letkol Inf. Sunarya mengatakan, identifikasi amunisi sepenuhnya masih menjadi kewenangan tim Gegana dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait asal mortir yang meledak, hingga menewaskan tiga orang warga.

“Saat ini kami masih menunggu dari Tim Gegana Polri, untuk menyampaikan hasil uji laboratorium forensik, apakah itu granat dari kami (Pusdikif), atau granat dari mana,” ujar Sunarya dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (09/07/2026).

Sunarya mengungkapkan, kawasan latihan militer di Cipatat tidak hanya digunakan oleh Pusdikif. Sejumlah kesatuan lain, diantaranya Pusdikkav, juga ikut memanfaatkan area tersebut, untuk kegiatan latihan militer.

“Yang di sini latihan bukan cuma Pusdikif, tapi ada juga diantaranya Pusdikkav. Makanya, kita tunggu dulu saja kepastian jenis dan kepemilikan granatnya (mortir),” ungkap Sunarya.

Sunarya memastikan, setiap pelaksanaan kegiatan latihan militer selalu diawali dengan pemberitahuan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, prosedur penggunaan amunisi telah mengikuti standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan TNI.

Sunarya menjelaskan, sirene peringatan selalu dibunyikanx sejak pukul 06.00 WIB, sebelum latihan dimulai. Apabila ditemukan amunisi yang gagal meledak, kegiatan latihan akan dihentikan sementara hingga amunisi tersebut ditemukan dan dimusnahkan.

“Karena dari hasil prosedur-prosedur yang ada di militer, apabila granat itu tidak meledak maka dihentikan kegiatan. Dicarikan granat itu, kemudian dilaksanakan disposal (peledakan),” jelas Sunarya.

Lokasi terjadinya ledakan masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Penanganan lebih lanjut telah diserahkan kepada Puslabfor Polri guna mengidentifikasi jenis amunisi yang meledak.

Tags: infanterikabupaten bandung baratmortir meledak

Related Posts

Kapal tanker Pertamina Pride.(Foto: Dok. Pertamina)

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina International Shipping memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride...

Ilustrasi korban penyekapan.(Foto:Istimewa).

Gadis 19 Tahun di Tasikmalaya Disekap dan Diperkosa Pria Kenalan di Medsos

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA - Kasus penyekapan disertai pemerkosaan terhadap gadis berusia 19 tahun di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil diungkap polisi....

Peluncuran resmi purwarupa (prototype) Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7).(Foto: Kemenkes)

Vaksin Dengue mRNA Dikembangkan Indonesia-Tiongkok

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Teknologi mRNA yang sebelumnya dikenal melawan virus COVID-19 kini dikembangkan untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia kedokteran...

Komdigi

22 PSE Belum Penuhi Wajib Daftar, Komdigi Keluarkan Peringatan

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Komdigi keluarkan surat peringatan kepatuhan kewajiban pendaftaran kepada 22 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang hingga...

Indonesia dan Rusia sepakat menandatangani tujuh dokumen perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) baru di bidang industri.(Foto: Kemenperin)

Tembus Pasar Eurasia, Indonesia Teken 7 MoU pada INNOPROM 2026

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah global. Langkah strategis ini terlihat...

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand periode 2001–2006, Thaksin Shinawatra, beserta keluarga di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu (08/07/2026) malam.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Bertemu Thaksin di Kertanegara, Ini yang Dibahas

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring komunikasi dengan para pemimpin dan tokoh dunia melalui berbagai pertemuan yang berlangsung...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat