• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ekonomi Kota Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Koperasi Penggerak Pemerataan

Editor
Rabu, 10 Juni 2026 - 06:36
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berfoto bersama usai pengangkatan sumpah atau janji pengurus dan pengawas KPKB Tahun 2026 - 2031.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berfoto bersama usai pengangkatan sumpah atau janji pengurus dan pengawas KPKB Tahun 2026 - 2031.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Ekonomi Kota Bandung tumbuh 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 5,29 persen. Namun di balik pertumbuhan tersebut terdapat tantangan yang harus diwaspadai yakni meningkatnya inflasi dan potensi ketimpangan kesejahteraan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pengangkatan sumpah atau janji pengurus dan pengawas Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung Tahun 2026 – 2031 di Aula Igun Sarbini Lantai 3 Gd. KPKB Kota Bandung, Selasa 9 Juni 2026 melalui keterangan resmi Humas.

RelatedPosts

Satu Warga Garut Korban KM Virgo Tenggelam Ditemukan Selamat, 8 Masih Hilang

Harga Patokan Ekspor Komoditas Emas Periode Kedua September 2026 Naik 1,63 Persen

Tatap Masa Depan, Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Telekomunikasi

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menunjukkan daya beli masyarakat Bandung terus meningkat. Konsumsi masyarakat maupun pemerintah mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan pasokan barang sehingga memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Berita baiknya pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen. Namun yang perlu diwaspadai adalah inflasi yang saat ini mencapai 0,3 persen per bulan. Jika dihitung tahunan, angkanya sudah di atas 3,5 persen,” kata Farhan.

Ia menjelaskan, inflasi saat ini dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat, terutama komoditas pangan seperti cabai yang sempat menembus Rp120.000 per kilogram. Selain itu, perubahan pola konsumsi warga Bandung yang semakin memilih produk berkualitas juga turut memengaruhi dinamika pasar.

Farhan menilai, karakteristik masyarakat Kota Bandung yang memiliki preferensi tinggi terhadap produk kelas menengah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha termasuk koperasi.

“Konsumsi masyarakat Bandung sedang tinggi. Ini peluang bagi koperasi untuk menghadirkan produk yang berkualitas dengan harga yang pantas bukan sekadar murah. Di sinilah koperasi bisa mengoptimalkan keuntungan sekaligus melayani kebutuhan anggota,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan mendorong Koperasi Konsumen Mitra KPKB yang memiliki sekitar 4.500 anggota untuk lebih jeli menangkap tren pasar. Ia menyarankan koperasi memperluas usaha pada produk-produk kelas menengah yang memiliki permintaan tinggi di Kota Bandung.

Selain itu, Farhan juga melihat adanya perubahan perilaku investasi masyarakat. Saat ini, masyarakat kelas menengah lebih banyak memilih instrumen investasi emas dibandingkan portofolio surat berharga atau pasar modal.

Oleh karena itu, Farhan mendorong koperasi menjalin kerja sama dengan Pegadaian untuk mengembangkan produk tabungan emas yang dapat diakses anggota.

“Tabungan emas bisa menjadi salah satu produk yang menarik. Masyarakat sekarang cenderung mencari instrumen investasi yang lebih stabil dan mudah dipahami,” ucapnya.

Meski demikian, Farhan mengingatkan tujuan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan. Ia menekankan pentingnya misi sosial koperasi sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat.Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis mengurangi kesenjangan sosial. Karena itu, koperasi memiliki peran strategis untuk memastikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh anggota.

“Kita harus memastikan anggota yang pendapatannya belum tinggi juga mendapatkan manfaat yang sama. Koperasi harus menjadi motor penggerak pemerataan kesejahteraan di Kota Bandung,” jelasnya.

Farhan juga menitipkan pesan kepada para pengurus dan pengawas koperasi yang baru dikukuhkan agar senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, akuntabilitas dan integritas dalam menjalankan amanah organisasi.

“Integritas, integritas dan integritas. Itu yang harus dijaga. Karena dengan integritas, manfaat koperasi akan dirasakan dalam jangka panjang dan kesejahteraan dapat terwujud secara lebih merata,” tuturnya.

Tags: Ekonomi Kota BandungMuhammad Farhanwali kota bandung

Related Posts

Kapal Motor Virgo Transport 8, yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa, setelah hilang kontak.(Foto:Istimewa).

Satu Warga Garut Korban KM Virgo Tenggelam Ditemukan Selamat, 8 Masih Hilang

Editor
15 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Satu dari sembilan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, korban hilang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8...

Cadangan devisa emas,harga patokan ekspor emas

Harga Patokan Ekspor Komoditas Emas Periode Kedua September 2026 Naik 1,63 Persen

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua September 2026. HPE emas ditetapkan...

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia telah menyepakati penandatanganan MoU. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk mengembangkan layanan telekomunikasi melalui kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.(Foto: Humas Kemkomdigi)

Tatap Masa Depan, Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Telekomunikasi

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi. Kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum...

Ilustrasi korban tindak kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Dugaan Pelecehan Siswi PKL, Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Terancam Dipecat

Editor
15 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merespons dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum...

Penegakan hukum pada kasus pelanggaran yang akibatkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.(Image: Humas Kemenhut)

Kemenhut Proses 31 Kasus Pelanggaran yang Akibatkan Karhutla

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia berkomitmen menindak tegas setiap pihak yang melakukan pelanggaran dan mengakibatkan kebakaran hutan. Saat ini...

Pemadaman api di TPAS Galuga.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

TPAS Galuga Sudah Tidak Membara, Kerja Keras Semua Pihak

Editor
15 September 2026

BOGOR - Petugas gabungan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga berhasil memadamkan seluruh titik api. Dengan peralatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.