• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ngalokat Cai di Talaga Saat Cisarua Bogor, Merawat Alam Lestarikan Budaya

Editor
Sabtu, 06 Juni 2026 - 06:20
Ngalokat cari di Talaga Saat Cisarua.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngalokat cari di Talaga Saat Cisarua.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

SATUJABAR, CISARUA – Ngalokat cai di Talaga Saat Cisarua Bogor adalah manifestasi dari budaya luhur masyarakat Sunda yang masih terjaga hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus perkuat upaya pelestarian lingkungan lewat perpaduan konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan kearifan lokal. Hal yang diwujudkan lewat Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6).

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Mengusung tema “Lestarikan Alam, Hidupkan Kearifan Lokal”, kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam menjaga kawasan hulu sekaligus membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan hingga ke tingkat masyarakat.

Berbagai aksi nyata dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pelepasan 5.444 ekor ikan, pelepasliaran 544 ekor burung, penaburan eco enzyme, penanaman pohon pule air, pembuatan lubang biopori, hingga pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)
Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)

Melalui Budaya Ngalokat Cai, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin membangun gerakan lingkungan yang tidak berhenti pada peringatan Hari Lingkungan Hidup semata, tetapi menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sekretaris Daerah (Sekda), Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa secara ekologis Kabupaten Bogor memiliki peran penting sebagai wilayah hulu dan hilir. Oleh karena itu, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber mata air hingga daerah aliran sungai di wilayah hilir.

“Selama ini kita sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga wilayah hilir. Namun menjaga lingkungan tidak cukup hanya di hilir, kawasan hulu juga harus disentuh karena merupakan sumber kehidupan. Dari sinilah air berasal dan menopang kehidupan masyarakat,” ujar Ajat seperti dikabarkan Humas Pemkab Bogor.

Menurutnya, pemilihan Talaga Saat sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis karena kawasan tersebut merupakan salah satu daerah tangkapan air penting di Kabupaten Bogor. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari air, tanah, udara hingga keanekaragaman hayati.

Ajat menuturkan, penggunaan eco enzyme yang ditebar ke perairan menjadi salah satu contoh upaya meningkatkan kualitas air secara alami dengan membantu mengurai berbagai unsur pencemar. Selain itu, ikan yang ditebar telah dipilih berdasarkan kesesuaian habitat dan kondisi ekosistem setempat agar mampu mendukung keberlangsungan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)
Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)

Tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, kegiatan Budaya Ngalokat Cai juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Salah satunya melalui pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengelola sampah, limbah, sumber daya air, dan berbagai persoalan lingkungan di tingkat kampung.

“Forum Kampung Ramah Lingkungan ini menjadi bagian penting dari strategi kita. Pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus tumbuh dari masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan,” kata Ajat.

Ia menambahkan, keberhasilan gerakan lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi hingga media massa. Karena itu, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penguatan komitmen bersama melalui ikrar lingkungan yang diikuti berbagai unsur masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satu perhatian khusus diberikan kepada pelaku usaha pengolahan tahu dan tempe yang banyak berkembang di wilayah Cileungsi. Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Pesan kami sederhana, jangan berhenti di sini. Terus lakukan langkah-langkah yang mungkin tidak selalu terlihat, tidak selalu mendapat pujian, tetapi memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Karena menjaga alam adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang,” tegas Ajat.

Dengan memadukan kearifan lokal, konservasi lingkungan, dan partisipasi masyarakat, Budaya Ngalokat Cai diharapkan menjadi model gerakan pelestarian lingkungan yang mampu memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai daerah hulu yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya air di Jawa Barat.

Tags: CisaruaNgalokat caisekda kabupaten bogorTalaga Saat

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.