• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 6 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

MR.DIY Jadi Mitra IKM, Siap Kuasai Ritel Modern

Editor
Jumat, 22 Mei 2026 - 08:24
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) di Jakarta, Senin (18/5).(Foto: Humas Kemenperin)

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) di Jakarta, Senin (18/5).(Foto: Humas Kemenperin)

MR.DIY atau PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin di Jakarta, Senin (18/5).

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional melalui perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan dengan sektor ritel modern. Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) di Jakarta, Senin (18/5).

RelatedPosts

Tasyakur Nelayan Santolo 2026:  Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo

Museum KAA Dikunjungi 35.000 Orang

SD Di Kota Bandung Ini Usianya Sudah 142 Tahun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5).

Menperin menegaskan, sektor industri manufaktur nasional masih menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Pada triwulan I tahun 2026, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen dan memberikan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. “Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dieng Caldera Race 2026 : Cara Mudah Dapatkan Slot Lewat bank bjb

Selain itu, tingkat optimisme pelaku usaha industri juga masih terjaga. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 yang berada pada level ekspansif sebesar 51,75. Menurut Menperin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor industri nasional tetap memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang baik di tengah tantangan global, termasuk tekanan geopolitik dan krisis energi dunia yang memengaruhi biaya logistik dan bahan baku.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pasar domestik dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai fondasi utama memperkuat daya saing industri nasional, khususnya sektor IKM,” tegasnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita bersama Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil. Kerja sama yang berlaku selama dua tahun tersebut mencakup berbagai ruang lingkup, mulai dari pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi dan perluasan pasar, pengembangan jejaring kemitraan, hingga bimbingan teknis dan pendampingan pemasaran produk IKM.

Adapun komoditas yang masuk dalam ruang lingkup kerja sama meliputi perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, alat olahraga, aksesoris kendaraan, kerajinan, perkakas, mainan, perhiasan, kosmetik, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.

Reni menyampaikan, IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.

“Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja. Artinya, penguatan IKM sama dengan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” ujarnya.

Menurut Reni, implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) perlu terus diperluas tidak hanya melalui pengadaan pemerintah, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk lokal.

“Program P3DN dapat menjadi penggerak nasionalisme ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing produk IKM Indonesia, baik di pasar domestik maupun global,” imbuhnya.

Reni berharap semakin banyak produk IKM binaan Kemenperin yang mampu masuk ke rantai pasok MR.DIY dengan kualitas yang kompetitif, inovatif, dan sesuai kebutuhan konsumen. “Kehadiran MR.DIY sebagai mitra ritel modern nasional menjadi peluang besar bagi IKM untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen MR.DIY dalam mendukung pengembangan pelaku usaha dan produk lokal Indonesia.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal serta pengembangan produk lokal berkualitas. Saat ini hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM, telah menjadi bagian dari jaringan pemasok ritel MR.DIY,” ujar Rika.

Menurutnya, pengembangan pelaku usaha lokal tidak cukup hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Rika berharap semakin banyak IKM binaan Kemenperin yang dapat masuk ke jaringan ritel MR.DIY yang kini telah hadir di 37 provinsi di Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak produk lokal berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri nasional, serta menciptakan ekosistem kemitraan yang positif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha lokal,” katanya.

Sekretaris Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi, menambahkan bahwa pengembangan ekosistem industri nasional membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor distribusi modern.

“Ke depan, kami akan menyusun berbagai program konkret seperti kurasi produk, peningkatan standardisasi, pendampingan desain dan kemasan, penguatan kapasitas produksi, hingga fasilitasi business matching yang berkelanjutan,” ujar Yedi.

Selain itu, Ditjen IKMA bersama MR.DIY juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala guna memastikan keberlanjutan pengembangan pasar bagi IKM nasional.

Tags: Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan AnekaDitjen IKMAkemenperinMR.DIYPT Daya Intiguna Yasa TbkR.DIY

Related Posts

Tasyakur Nelayan Santolo.‎(Foto: Ridwan Nur Faozan & Muhammad Sofyan Fauzi/ Diskominfo Kab. Garut)

Tasyakur Nelayan Santolo 2026:  Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, CIKELET GARUT – Ribuan masyarakat dan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Garut menggelar acara Tasyakur Nelayan Santolo Tahun 2026...

Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Museum KAA Dikunjungi 35.000 Orang

Editor
4 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Museum KAA atau Konferensi Asia-Afrika terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Bandung. Tak...

SD Negeri Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SD Di Kota Bandung Ini Usianya Sudah 142 Tahun

Editor
2 Juli 2026

Adalah SD Negeri 001 Merdeka yang di waktu jam pelajaran terlihat riuh oleh siswa sekolah. Berada di tengah pesatnya perkembangan...

Topeng Cirebon.(Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

Topeng Cirebon yang Terus Beradaptasi

Editor
28 Juni 2026

Topeng Cirebon bukan sekedar tarian, bukan pula sekedar kedok kayu yang diukir indah. Topeng Cirebon adalah sebuah metafora kehidupan. SATUJABAR,...

Bupati Bogor Rudy Susmanto.(FOTO: Humas Pemkab Bogor)

Mapag Pajajaran Anyar, Ikhtiar Pemkab Bogor Lestarikan Budaya dan Sejarah

Editor
27 Juni 2026

SATUJABAR, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam Helaran...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang merupakan cucu Mama Syatibi menyampaikan sambutan pada Haul Mama Syatibi.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Mama Syatibi, Ulama Kharismatik Sumedang

Editor
27 Juni 2026

Mama Syatibi, ulama kharismatik asal Sumedang ikhlas dalam berdakwah. Dengan jalan kaki, naik delman, naik angkutan umum dalam berdakwah. Tapi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat