• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 27 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mama Syatibi, Ulama Kharismatik Sumedang

Editor
Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:06
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang merupakan cucu Mama Syatibi menyampaikan sambutan pada Haul Mama Syatibi.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang merupakan cucu Mama Syatibi menyampaikan sambutan pada Haul Mama Syatibi.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Mama Syatibi, ulama kharismatik asal Sumedang ikhlas dalam berdakwah. Dengan jalan kaki, naik delman, naik angkutan umum dalam berdakwah. Tapi dalam dakwahnya efektif.

Keluarga besar Mama Syatibi menggelar haul ke-40 ulama kharismatik Sumedang, Sabtu 27 Juni 2026 di Makam Cigugur Sumedang . Haul untuk mngenang, mendoakan dan mengambil pelajaran dari Perjalanan Hidup KH Muhammad Syatibi atau Mama Syatibi.

RelatedPosts

Mapag Pajajaran Anyar, Ikhtiar Pemkab Bogor Lestarikan Budaya dan Sejarah

Ngariung Muharam di Kuningan, Bupati: Refleksi Pembangunan

Takdir Pengamen Cilik Novi Bertemu Bupati Bogor

Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sumedang, salah satu orang yang berjasa dalam hal penyebaran Islam di Sumedang. Mama Syatibi juga  dipercaya menjadi Imam Masjid Agung Sumedang pada Tahun 1925 sampai menjelang wafatnya di tahun 1987.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang merupakan cucu Mama Syatibi menyebutkan, haul mengandung makna mengenang, mendoakan dan mengambil pelajaran dari perjalanan hidup  KH Muhammad Syatibi. “Inti maknanya yaitu haul menghidupkan nilai-nilai perjuangan seseorang. Terkhusus sekarang menghidupkan nilai perjuangan KH Muhammad Syatibi  dari mengabdikan diri ke umatnya dan masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata Dony.

Bupati Dony menyebutkan, wafatnya salah satu ulama sebetulnya tidak betul-betul wafat. “Walaupun jasadnya sudah menghadap ke Alloh SWT. Tapi ilmu yang diajarkannya, ahlaq yang diwariskannya, ke keluarga, santrinya, masyarakatnya dan amal jariyah yang sudah ditanamkan. Santri yang telah dididiknya, akan terus hidup, akan terus mengalir pahalanya dan akan terus menjadi penuntun yang menyinari perjalanan hidup umat,” kata Dony.

Bupati Dony menyebutkan, sang kakek sudah meninggal selama 40 tahun kebelakang.  “Tapi namanya masih diucapkan dengan penuh hormat oleh siapapun. Ini mengandung arti keberkahan hidup manusia tidak diukur dari panjangnya usia. Tapi kemangfaatannya, meninggalkan jejak-jejak kebaikan, kemangfaatan. Mudah-mudahan menjadi motivasi untuk kita semuanya,”ujarnya

Sosok Mama Syatibi dalam perjalanan dakwahnya sampai ketingkat pelosok-pelosok di Sumedang.

“Alhmarhum penuh keiklasan dalam berdakwah, tidak mengenal lelah. Perjuangan dakwahnya belum ada kendaraan waktu dulu. Dakwah dengan cara berjalan kaki naik delman, naik angkutan umum. Tapi dalam dakwahnya efektif,” katanya.

Sumber: Humas Pemkab Sumedang

Tags: Dony Ahmad MunirMama Syatibi

Related Posts

Bupati Bogor Rudy Susmanto.(FOTO: Humas Pemkab Bogor)

Mapag Pajajaran Anyar, Ikhtiar Pemkab Bogor Lestarikan Budaya dan Sejarah

Editor
27 Juni 2026

SATUJABAR, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam Helaran...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di acara Ngariung Muharam 1448 H.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Ngariung Muharam di Kuningan, Bupati: Refleksi Pembangunan

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dimaknai Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan...

Pengamen cilik Novi beserta keluarga ditemui Bupati Bogor Rudy Susmanto.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Takdir Pengamen Cilik Novi Bertemu Bupati Bogor

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menunjukkan kepeduliannya terhadap Novi, pengamen cilik asal Kecamatan Bojonggede yang viral di media...

Perajin batik dengan motif trusmi di Kabupaten Cirebon.(Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

15 Karya Budaya Cirebon Ditetapkan Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat

Editor
24 Juni 2026

15 Karya budaya asli Kabupaten Cirebon resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat. KABUPATEN CIREBON — Aroma Sega...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menabur ikan ke sungai untuk diburu warga.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Bupati Kuningan Guyub Warga di Acara Marak Ikan

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menghadiri kegiatan Marak Ikan Bersama Bupati yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan...

Ngobeng ikan di Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan0

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Editor
18 Juni 2026

Suasana berbeda terlihat di bawah Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII, Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026)....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.