• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IP Lokal Harus Berkibar Ke Tingkat Global, Kata Wamen Ekraf

Editor
Minggu, 17 Mei 2026 - 02:56
Wamen Ekraf Irene Umar menyampaikan gagasan tentang pengembangan IP lokal.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Wamen Ekraf Irene Umar menyampaikan gagasan tentang pengembangan IP lokal.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.)

SATUJABAR, JAKARTA – IP local harus tumbuh dan berkembang dengan dukungan semua elemen masyarakat Indonesia. Dengan demikian industri kreatif Indonesia akan semakin melaju kencang akibat IP lokal yang mampu menembus tataran internasional. Demikian gagasan yang disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, dalam Mastermind Panel ‘IP is Indonesia’s Next Oil’ pada Manager Fest 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Sabtu 16 Mei 2026.

“Indonesia bukan tidak punya identitas, justru kita memiliki terlalu banyak identitas yang membuat lintas subsektor harus kompak bersatu dan punya market value. Tantangannya tentu bagaimana kita mampu memperkenalkan, mengelola, dan mengembangkan IP lokal yang bisa dicintai masyarakat secara nasional, termasuk akselerasi IP lokal menjadi sesuatu yang harus dijaga dan bisa bersaing secara global,” ujar Wamen Ekraf dikutip dari laman Kementerian Ekraf.

RelatedPosts

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka, Wali Kota Ajak Warga Tertib

Komunitas Not So Morning Club, Ruang Bertemu dan Bergerak Bersama

Red Raws Dorong Ekosistem Fotografi di Kota Bandung

Wamen Ekraf mengungkapkan penguatan IP lokal membutuhkan dukungan ekosistem kreatif yang terintegrasi, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta (bisnis), komunitas, media, hingga lembaga keuangan. Masing-masing pihak punya andil untuk terus memperluas ruang tampil (showcase) bagi IP lokal karya generasi bangsa Indonesia biar semakin dikenal publik.

“Culture di Indonesia bisa dijadikan source code atau sumber inspirasi untuk pengembangan IP lokal seperti yang dilakukan Desa Timun. Kementerian Ekraf senantiasa menyediakan panggung dan ruang bagi IP lokal untuk tampil ke permukaan, sehingga tak hanya tersimpan pada ruang eksposur yang membuat masyarakat sulit mengenal dan mencintai IP-nya. Dari situlah, ekosistem kreatif bisa dibuat atau tumbuh,” lanjut Wamen Ekraf.

BACA JUGA: Leo/Daniel Juara Ganda Putra Thailand Open 2026, Luar Biasa!!!

Dalam acara bertema ‘Shape The Shift’ itu, hadir pula Andrey Noelfry Tarigan dari INFIA Corp sebagai pembicara. Dia mengungkapkan pentingnya sebuah IP lokal membangun hubungan langsung dengan audiens dan komunitas sehingga popularitasnya tak sebatas media sosial, tetapi bisa berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

“Apa artinya followers dari suatu IP lokal di media sosial, kalau mereka tidak bisa engage dengan target market secara langsung. Apapun IP lokal yang dikelola harus bisa komersialisasi sehingga bisa membangun dan membentuk hubungan dengan komunitas serta mampu monetisasi lintas platform. Dengan begitu, IP lokal akan jauh lebih kuat dan berkembang jadi bisnis yang lebih sustain,” ungkap Andrey Noelfry.

Sementara itu, Dewi Gontha yang bertindak sebagai narasumber dari perwakilan Java Festival Production menceritakan pengalaman membangun IP event, Java Jazz Festival. Menurutnya, sebuah festival musik tidak hanya menjadi ruang untuk konser saja, tetapi berkembang menawarkan pengalaman lintas subsektor kreatif yang menyatukan berbagai generasi.

“Java Jazz tak sekadar menjual festival musik, tetapi experience. Maka, festival ini tumbuh menjadi ruang budaya yang menjadi pertemuan bagi komunitas, brand, hingga berbagai kolaborasi kreatif. Dengan begitu sebuah IP event dapat hidup dan berkembang sehingga terasa relevan bagi lintas generasi,” ucap Dewi Gontha.

Diskusi yang dipandu moderator Arif Hakim (Strategy Director, Fractals of Rethoric) semakin interaktif saat sesi tanya jawab berlangsung. Minimnya apresiasi terhadap IP lokal di tingkat nasional (mendewasakan pasar lokal), edukasi terhadap promotor musik dan kreator lokal, hingga daya saing IP lokal dengan IP-IP internasional turut dibahas.

Manager Fest 2026 digagas sebagai respons terhadap perubahan signifikan industri kerja yang bertujuan memperkuat kesiapan para profesional untuk peningkatan wawasan, keterampilan, dan jejaring kolaborasi lintas subsektor. Melalui sinergi yang berkelanjutan diharapkan semakin banyak IP lokal yang mampu tumbuh menjadi jenama global dengan karakter kuat yang dicintai dan bernilai budaya khas Indonesia.

SIMAK JUGA: Cara Menabung Emas

Tags: IP lokalIrene Umarkementerian ekonomi kreatifwamenekraf

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan resmikan pembukaan Alun-alun Bandung bertepatan dengan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka, Wali Kota Ajak Warga Tertib

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG - Alun-alun Bandung Kota Bandung kembali dibuka untuk masyarakat setelah menjalani sejumlah evaluasi dan perbaikan. Pembukaan kembali ruang terbuka...

Komunitas Not So Morning.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Komunitas Not So Morning Club, Ruang Bertemu dan Bergerak Bersama

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG – Komunitas Not So Morning Club menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, membangun pertemanan, sekaligus aktif bergerak melalui kegiatan...

Diskusi Fotografi di Red Raws.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Red Raws Dorong Ekosistem Fotografi di Kota Bandung

Editor
17 Agustus 2026

Fotografi tidak lagi sekadar aktivitas memotret. Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap kamera membuat fotografi berkembang menjadi ekosistem yang...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan(kanan) saat melepas peserta Baba Lili Tata (BaLiTa) Run 20226 di Batavia PIK, Jakarta, Minggu (16/08/2026).(Foto: Dok. Kemen Ekraf)

Wamen Ekraf Apresiasi Monetisasi IP Lokal Pada Baba Lili Tata Run 2026

Editor
16 Agustus 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi penyelenggaraan Baba Lili Tata (BaLiTa) Run...

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyematkan lencana kepada Paskibraka 2026.(Foto: Setneg)

Paskibraka 17 Agustus 2026 Dikukuhkan, Ini Daftar Namanya

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)...

Pertumbuhan ekonomi cadangan devisa,ekonomi jabar triwulan

Pertumbuhan Ekonomi 2027 Ditarget 6%, Inflasi 2,5%

Editor
15 Agustus 2026

Pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% disepakati Pemerintah bersama DPR dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027, juga laju inflasi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung