SATUJABAR, JAKARTA- Edutrip menjadi salah satu jalan untuk mendorong kinerja sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata berbasis pengalaman edukatif melalui dukungan terhadap program Edutrip Australia–Indonesia Incentive Trip yang memposisikan Indonesia sebagai destinasi unggulan bagi perjalanan insentif pelajar mancanegara.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyampaikan program edutrip memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Melalui keterlibatan wisatawan muda dalam pengalaman yang edukatif dan imersif, kita turut membentuk generasi yang menghargai keaslian budaya sekaligus membangun koneksi global yang bermakna,” ujar Vinsensius dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (8 Mei 2026) melalui keterangan resminya.
Program Edutrip Australia–Indonesia Incentive Trip yang diinisiasi Impact Travel Group pada April 2026 terbagi dalam dua gelombang kunjungan. Rombongan pertama terdiri atas 33 pelajar dan pengajar dari Bellarine Secondary College yang berlangsung pada 3–12 April 2026 dengan rute Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Bali. Sementara rombongan kedua diikuti 19 pelajar dan pengajar dari Christian College Geelong pada 10–16 April 2026 dengan rute Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Lombok.

Edutrip
Kegiatan ini mengusung konsep perjalanan yang memadukan unsur pendidikan, budaya, dan pariwisata. Program ini dirancang guna memberikan pengalaman langsung bagi pelajar internasional untuk mengenal kekayaan sejarah serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Selama berada di Indonesia, para peserta mengikuti rangkaian aktivitas yang variatif. Mulai dari tur kota di Jakarta, menjajal kecanggihan Kereta Cepat Whoosh menuju Bandung, hingga interaksi seni melalui pertunjukan angklung.
Mereka juga berkesempatan mengunjungi destinasi warisan dunia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Yogyakarta, serta mengikuti lokakarya budaya seperti kerajinan perak di Kotagede dan seni batik. Rangkaian perjalanan kemudian ditutup dengan kunjungan wisata di Bali dan Lombok.
Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Pariwisata menyelenggarakan jamuan makan malam (welcoming dinner) pada setiap gelombang. Jamuan gelombang pertama dilaksanakan di Restoran Rama Shinta, kawasan Prambanan, yang dihadiri langsung Vinsensius Jemadu. Adapun gelombang kedua diselenggarakan di Restoran Marina Batavia, Ancol, Jakarta, yang dihadiri oleh Asisten Deputi Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi, dan Pameran, Yohanes De Brito Titus Haridjati.
Vinsen mengatakan, program ini juga merupakan representasi nyata dari strategi “Beyond Bali” yang mendorong diversifikasi destinasi unggulan kepada pasar global. Melalui program ini, Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai destinasi utama bagi youth travel dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), sekaligus memperkuat diplomasi antarbangsa melalui sektor pariwisata.
Co-Founder Impact Travel Group, Emil Ridwan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan konsisten Kemenpar.
“Kolaborasi yang terjalin erat ini menjadi pondasi penting bagi kami dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan bermakna bagi generasi muda Australia,” kata Emil.
Perwakilan siswa peserta program juga mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat pemerintah Indonesia. Program ini dinilai sangat berharga dalam mempererat hubungan antarnegara melalui pemahaman budaya secara langsung.








