• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 5 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Info Industri: PMI Manufaktur April 2026 Turun, Ini Respons Kemenperin

Editor
Selasa, 05 Mei 2026 - 01:52
kinerja Ekonomi jawa barat,indeks harga perdagangan besar,bps

Kawasan industri (bappeda Jabar)

SATUJABAR- JAKARTA – Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 49,1 pada April 2026 dari 50,1 pada Maret 2026, sekaligus kembali memasuki fase kontraksi.

Sebabnya adalah dinamika geopolitik global yang saat ini masih berlangsung telah menyebabkan terganggunya keberlangsungan industri nasional.

RelatedPosts

9 Korban Penyiraman Air Keras Kurir Paket di Tasikmalaya Luka Parah

Tingkat Pengangguran Terbuka Jabar Capai 6,64 Persen, Februari 2026

2 dari 4 Begal Viral di Bandung Bawa Kabur Sepeda Motor Kurir Paket Masih Diburu

“Pelemahan angka PMI tersebut merupakan dampak dari dinamika global, khususnya konflik geopolitik yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga komoditas serta biaya logistik. Hal ini tentu berdampak langsung pada aktivitas produksi industri nasional,” ungkap Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/5).

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Perindustrian terus melakukan langkah mitigasi dan penguatan sektor industri nasional. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan mempertemukan ekosistem rantai pasok industri yang terdampak, seperti industri plastik, guna menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku. Selain itu, Kemenperin juga mendorong pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT), untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing serta meminimalisasi risiko fluktuasi nilai tukar.

Lebih lanjut, Kemenperin tengah mempercepat perumusan berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan substitusi impor, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), serta diversifikasi sumber bahan baku dan pasar ekspor. Upaya ini juga diiringi dengan fasilitasi kepada pelaku industri melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM), serta akselerasi transformasi digital guna meningkatkan efisiensi dan daya saing industri nasional.

“Pada akhirnya, semua upaya ini ditujukan untuk ketahanan dan kemandirian industri nasional serta mempertahankan utilisasi produksi, sehingga bisa mencapai tujuan yang menjadi prioritas utama pemerintah yaitu melindungi pekerja industri dari pengurangan tenaga kerja atau PHK,” tuturnya.

Selain kebijakan perlindungan industri yang dijalankan sebelum gejolak gepolitik di timur tengah,  Kemenperin saat ini sedang menyiapkan usulan baru insentif dan kebijakan perlindungan bagi industri dalam menghadapi gejolak geopolitik dunia, guna mempertahankan utilisasi dan melindungi pekerja industri dari ancaman PHK.

“Bapak Menteri Perindustrian sedang menyiapkan usulan insentif baru dan kebijakan perlindungan industri dalam negeri dalam menghadapi dampak gejolak geopolitik. Rancangan insentif dan kebijakan baru ini memperkuat kebijakan perlindungan industri sebelumnya. Dengan hal ini, diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri menghadapi tekanan global dan melindungi pekerjanya dengan baik,” imbuh Febri.

Berdasarkan data S&P Global, tidak hanya Indonesia, tekanan terhadap sektor manufaktur juga dialami oleh negara-negara di Asia Tenggara, meskipun dengan intensitas yang berbeda. Vietnam masih mencatatkan PMI di kisaran 50,5, sementara Malaysia berada di level 51,6, menunjukkan negara tersebut tengah mengalami kontraksi ringan.

Dengan capaian PMI sebesar 49,1, Indonesia berada pada kelompok kontraksi moderat dan sejalan dengan tren pelemahan di sebagian negara ASEAN. Namun demikian, Indonesia masih relatif lebih baik ditopang oleh permintaan domestik, dibandingkan negara yang mengalami kontraksi lebih dalam seperti Filipina yang menurun hingga 48,3.

“Posisi Indonesia yang berada pada kontraksi moderat menunjukkan bahwa sektor manufaktur nasional relatif resilien di tengah tekanan global. Namun, ini juga menjadi sinyal penting untuk memperkuat struktur industri dalam negeri agar lebih tahan terhadap gejolak eksternal,” jelas Jubir Kemenperin.

Survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menunjukkan, pelaku industri masih menunjukkan optimisme terhadap prospek produksi dalam 6 bulan ke depan yang tercatat sebesar 70,1%, meskipun mengalami penurunan tipis sebanyak 1,7% dibandingkan bulan sebelumnya.

Tags: kemenperinKementerian PerindustrianPMI April 2026Purchasing Managers’ Index

Related Posts

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra.(Foto:Istimewa).

9 Korban Penyiraman Air Keras Kurir Paket di Tasikmalaya Luka Parah

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Sembilan pekerja korban penyiraman air keras seorang kurir paket di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terluka parah. Kesembilan korban, terdiri...

Job Fair Kota Bandung 2025.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Tingkat Pengangguran Terbuka Jabar Capai 6,64 Persen, Februari 2026

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 sebanyak 26,89 juta orang,...

Tangkapan layar rekaman CCTV aksi begal di siang bolong terhadap kurir paket di Jalan Maksudi, Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.(Foto:Istimewa).

2 dari 4 Begal Viral di Bandung Bawa Kabur Sepeda Motor Kurir Paket Masih Diburu

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi masih memburu dua dari empat pelaku begal terhadap kurir paket di siang bolong di Kota Bandung, Jawa Barat....

Kawasan Braga Beken

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,79 Persen, Triwulan I-2026

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik Jawa Barat menyebutkan perekonomian Jawa Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas...

lapangan lowongan kerja

Upah Buruh Rata-rata Rp 3,29 Juta Per Bulan Per Februari 2026

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan rata-rata upah buruh pada Februari 2026 sebesar 3,29 juta rupiah. Rata-rata upah...

peluang kerja pekerja bekerja

Jumlah Pengangguran Terbuka Februari 2026 Capai 4,68 Persen

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 sebanyak...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.