• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 4 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mendag Busan Buka Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM

Editor
Senin, 04 Mei 2026 - 01:21
Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti secara resmi membuka Piala Busan “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3 Mei). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas komunitas hobi.(Foto: Kemendag)

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti secara resmi membuka Piala Busan “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3 Mei). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas komunitas hobi.(Foto: Kemendag)

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda dari aktivitas komunitas hobi. Menurut Mendag Busan, segmen komunitas hobi yang niche menyimpan potensi ekonomi yang besar. Tumbuh dan semakin giatnya aktivitas hobi akan bermanfaat dalam menciptakan nilai ekonomi, termasuk untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat membuka “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” hari ini, Minggu, (3/5) di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan. Kegiatan tersebut bersifat mandiri tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (non-APBN), yang diiniasi Pelestari Burung Indonesia (PBI) bekerja sama dengan Komunitas Burung Kicau Kemendag (Kemendag Bird Club).

RelatedPosts

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

“Kalau lomba burung berkicau semakin ramai, peternak burung akan semakin banyak. Begitu juga pembuat sangkar, pabrik pakan, peternak jangkrik sebagai makanan burung, hingga penjual burung akan semakin banyak. Kami mendorong peningkatan nilai ekonomi dari berbagai komunitas hobi, salah satunya komunitas burung kicau,” kata Mendag Busan melalui siaran pers.

Mendag Busan juga menekankan, burung-burung kicau yang dilombakan merupakan burung hasil ternak. Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan. “(Burung) yang dilombakan bukan burung liar, tapi burung ternak,” ujar Mendag Busan.

Nilai ekonomi dari perdagangan burung hias dan ekosistem di dalamnya dapat terus didorong. Di dalam negeri, perputaran ekonomi dari ekosistem burung kicau per tahunnya bisa mencapai Rp1,7—2 triliun. Penggerak ekonomi dalam ekosistem tersebut mencakup, antara lain, penangkaran, produsen pakan, suplemen, aksesori, jasa pelatihan, jasa perawatan, hingga aktivitas komunitas-komunitas yang ada. Sementara itu, ekspor burung hias pada 2025 mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Ada peningkatan sekitar 237,5 persen dibanding 2024. Hal ini menunjukkan berkembangnya permintaan burung hias asal Indonesia.

Selain membuka lomba, Mendag Busan juga mengunjungi tenda-tenda UMKM. Sejumlah UMKM kuliner menghadirkan aneka makanan, termasuk hidangan khas daerah dan berbagai minuman dingin. Sementara itu, tersedia beragam produk pendukung bagi para pencinta burung seperti kandang dan pakan berkualitas.

Ketua Umum PBI Pusat, Bagiya Rahmadi, menyampaikan, aktivitas komunitas burung kicau umumnya tidak terbatas pada jual beli burung dan kompetisi. Sebagai contoh, PBI juga bergerak di bidang pelestarian dengan membina penangkar burung. Kemudian, perlombaan dapat memperkenalkan produk-produk hasil penangkaran dan mendorong dampak berganda. “Lomba burung bisa mengenalkan hasil produk dan dampaknya multiefek,” ungkap Bagiya.

Salah satu peserta lomba kicau burung adalah Ismanto yang membawa murai batu medan miliknya. Ia memelihara murai batu medan karena kekhasan suaranya, varian bunyi yang banyak, durasi kicauan yang panjang, serta kemampuannya menirukan suara burung lain. Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba burung kicau hari ini agar semakin banyak orang yang mengetahui adanya hobi ini sehingga nilai ekonominya semakin meningkat. “UMKM bisa makin maju. Orang-orang jadi bisa tahu ada berbagai jenis kandang buatan lokal dari Jepara, Solo, dan sebagainya,” ungkap Ismanto.

Tags: Lomba Burung Berkicauumkm

Related Posts

(Foto: Humas BRIN)

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Editor
2 Mei 2026

Dalam kegiatan tersebut, BRIN mengenalkan berbagai teknologi pengemasan pangan inovatif. Teknologi ini berfungsi untuk perlindungan fisik produk, menjaga kualitas, memperpanjang...

Industri kecil dan menengah (IKM).(Foto: Kemenperin)

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Editor
30 April 2026

Sebagai persyaratan memperoleh TKDN self declare, pelaku usaha harus terdaftar di SIINas dan telah divalidasi sebagai industri kecil. Ketentuan validasi...

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi UMKM Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28 Apr). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses produksi dan perkembangan usaha Bron Chips sebagai salah satu UMKM lokal yang terus berkembang.(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

Editor
29 April 2026

Kementerian Perdagangan komitmen untuk terus memfasilitasi UMKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. SATUJABAR, SURABAYA- Wakil Menteri Perdagangan...

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Kemenperin Donkrak Literasi IKM Fesyen dan Kriya Tangkap Peluang Bisnis Global

Editor
29 April 2026

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang...

Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
27 April 2026

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. SATUJABAR, BANDUNG - Kemampuan industri nasional...

Makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Editor
27 April 2026

Hubungan Aceh dan Sumedang tercermin dari keberadaan sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Sumedang. SATUJABAR, SUMEDANG -...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.