• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mendag Busan Buka Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM

Editor
Senin, 04 Mei 2026 - 01:21
Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti secara resmi membuka Piala Busan “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3 Mei). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas komunitas hobi.(Foto: Kemendag)

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti secara resmi membuka Piala Busan “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3 Mei). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas komunitas hobi.(Foto: Kemendag)

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda dari aktivitas komunitas hobi. Menurut Mendag Busan, segmen komunitas hobi yang niche menyimpan potensi ekonomi yang besar. Tumbuh dan semakin giatnya aktivitas hobi akan bermanfaat dalam menciptakan nilai ekonomi, termasuk untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat membuka “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” hari ini, Minggu, (3/5) di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan. Kegiatan tersebut bersifat mandiri tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (non-APBN), yang diiniasi Pelestari Burung Indonesia (PBI) bekerja sama dengan Komunitas Burung Kicau Kemendag (Kemendag Bird Club).

RelatedPosts

Dots Indonesia Tembus Ritel Modern Berkat Kurasi Kemendag

Wajah Baru Koperasi Kota Bandung, Farhan: Bangkit oleh Talenta

OJK Genjot Kinerja UMKM Wilayah Timur Lewat Digitalisasi Keuangan

“Kalau lomba burung berkicau semakin ramai, peternak burung akan semakin banyak. Begitu juga pembuat sangkar, pabrik pakan, peternak jangkrik sebagai makanan burung, hingga penjual burung akan semakin banyak. Kami mendorong peningkatan nilai ekonomi dari berbagai komunitas hobi, salah satunya komunitas burung kicau,” kata Mendag Busan melalui siaran pers.

Mendag Busan juga menekankan, burung-burung kicau yang dilombakan merupakan burung hasil ternak. Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan. “(Burung) yang dilombakan bukan burung liar, tapi burung ternak,” ujar Mendag Busan.

Nilai ekonomi dari perdagangan burung hias dan ekosistem di dalamnya dapat terus didorong. Di dalam negeri, perputaran ekonomi dari ekosistem burung kicau per tahunnya bisa mencapai Rp1,7—2 triliun. Penggerak ekonomi dalam ekosistem tersebut mencakup, antara lain, penangkaran, produsen pakan, suplemen, aksesori, jasa pelatihan, jasa perawatan, hingga aktivitas komunitas-komunitas yang ada. Sementara itu, ekspor burung hias pada 2025 mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Ada peningkatan sekitar 237,5 persen dibanding 2024. Hal ini menunjukkan berkembangnya permintaan burung hias asal Indonesia.

Selain membuka lomba, Mendag Busan juga mengunjungi tenda-tenda UMKM. Sejumlah UMKM kuliner menghadirkan aneka makanan, termasuk hidangan khas daerah dan berbagai minuman dingin. Sementara itu, tersedia beragam produk pendukung bagi para pencinta burung seperti kandang dan pakan berkualitas.

Ketua Umum PBI Pusat, Bagiya Rahmadi, menyampaikan, aktivitas komunitas burung kicau umumnya tidak terbatas pada jual beli burung dan kompetisi. Sebagai contoh, PBI juga bergerak di bidang pelestarian dengan membina penangkar burung. Kemudian, perlombaan dapat memperkenalkan produk-produk hasil penangkaran dan mendorong dampak berganda. “Lomba burung bisa mengenalkan hasil produk dan dampaknya multiefek,” ungkap Bagiya.

Salah satu peserta lomba kicau burung adalah Ismanto yang membawa murai batu medan miliknya. Ia memelihara murai batu medan karena kekhasan suaranya, varian bunyi yang banyak, durasi kicauan yang panjang, serta kemampuannya menirukan suara burung lain. Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba burung kicau hari ini agar semakin banyak orang yang mengetahui adanya hobi ini sehingga nilai ekonominya semakin meningkat. “UMKM bisa makin maju. Orang-orang jadi bisa tahu ada berbagai jenis kandang buatan lokal dari Jepara, Solo, dan sebagainya,” ungkap Ismanto.

Tags: Lomba Burung Berkicauumkm

Related Posts

Mendag Budi Santoso di Metro Department Store Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2026. Dots Indonesia menjadi salah satu UMKM fesyen yang dikurasi Kemendag.(Foto: Humas Kemendag)

Dots Indonesia Tembus Ritel Modern Berkat Kurasi Kemendag

Editor
31 Juli 2026

Dots Indonesia berawal dari pengalaman pribadinya yang merasa pilihan busana batik untuk bekerja masih didominasi model yang konvensional. SATUJABAR, JAKARTA...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan sambutan di acara peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Kota Bandung di Hotel Harris Festival Citylink, 28 Juli 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wajah Baru Koperasi Kota Bandung, Farhan: Bangkit oleh Talenta

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) sebagai momentum mempercepat transformasi koperasi agar...

Narasumber dan peserta foto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan" yang diselenggarakan di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, Senin 27 Juli 2026(Foto: Dok. OJK)

OJK Genjot Kinerja UMKM Wilayah Timur Lewat Digitalisasi Keuangan

Editor
28 Juli 2026

SATUJABAR, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk di Indonesia Timur...

Belyanza.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Belyanza, Kreativitas yang Tembus Mega Halal Bangkok 2026

Editor
24 Juli 2026

Di tengah deretan jenama modest fashion yang terus bermunculan, Belyanza memilih tumbuh dengan jalannya sendiri. Berawal dari kreativitas memodifikasi pakaian...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026.(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Kunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026....

Rumah Sayur Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Rumah Sayur Kuningan, Bupati: Dorong Ekonomi Petani

Editor
24 Juli 2026

Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. SATUJABAR, KUNINGAN -...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat