• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Studi BRIN Ungkap Paparan Unsur Toksik di Kawasan Geotermal Dieng

Editor
Sabtu, 25 April 2026 - 04:39
Studi BRIN Ungkap Paparan Unsur Toksik di Kawasan Geotermal Dieng

(Foto: Humas BRIN)

Dalam penelitiannya, Riostantieka mengidentifikasi sejumlah unsur toksik prioritas di lanskap geotermal, yaitu arsenik (As), antimoni (Sb), kadmium (Cd), kromium (Cr), dan timbal (Pb) pada salah satu manifestasi aktif Dieng, yaitu Kawah Sileri.

SATUJABAR, JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi panas bumi (geotermal) terbesar di dunia. Selama ini, studi lebih banyak dibaca dari sisi potensi energi, sistem reservoir, serta pengembangannya.

RelatedPosts

Pria Todongkan Pistol ke Pengendara Mobil di Bandung Viral di Media Sosial, Ditangkap Polisi

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

Kemenhaj Blokir Seven Sky View, Lindungi Jemaah dari Praktik Umrah Bermasalah

Namun, dalam konteks wilayah vulkanik aktif, sistem geotermal perlu dipahami dari sisi paparan lingkungan dan implikasinya bagi masyarakat. Peneliti Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) BRIN, Riostantieka Mayandari Soedarto, memaparkan kajian bertajuk “Bumi, Air, Manusia: Perspektif Geotermal-Geodermis dari Dieng” dalam webinar DIGDAYA #21 Rabu (22/4).

Ia menjelaskan perspektif geotermal-geomedis dalam studi ini berfokus pada jalur paparan lingkungan dan kontaminasi geogenik di lanskap vulkanik-geotermal, yaitu bagaimana unsur-unsur yang berasal dari sistem panas bumi dapat bergerak melalui air, tanah, sedimen, debu, dan tanaman, lalu menjadi relevan bagi manusia.

Sebagai studi kasus, Riostantieka menyoroti kawasan Dataran Tinggi Dieng. Wilayah ini dipilih karena memiliki sistem geotermal aktif yang terkait dengan kompleks vulkanik muda, serta sebaran manifestasi termal yang masih aktif dan berdekatan dengan sumber air, pertanian, permukiman, serta aktivitas harian masyarakat lainnya.

Dalam konteks ini, Dieng diposisikan bukan hanya sebagai energy landscape, tetapi juga sebagai environmental exposure landscape.

“Dieng cocok menjadi laboratorium hidup untuk menghubungkan energi, geokimia, dan perlindungan masyarakat. Dieng bukan hanya lapangan panas bumi, tetapi bentang alam hidup tempat interaksi antara manifestasi geotermal, sumber air, pertanian, permukiman, dan aktivitas harian,” ujarnya.

Dalam penelitiannya, Riostantieka mengidentifikasi sejumlah unsur toksik prioritas di lanskap geotermal, yaitu arsenik (As), antimoni (Sb), kadmium (Cd), kromium (Cr), dan timbal (Pb) pada salah satu manifestasi aktif Dieng, yaitu Kawah Sileri. Unsur-unsur tersebut dipilih karena konsisten muncul dalam dataset tanah di sekitar Sileri, relevan dengan sumber hidrotermal/geogenik, memiliki standar pembanding kesehatan internasional yang jelas, serta mewakili unsur berisiko tinggi dalam paparan jangka panjang.

Pengambilan sampel dilakukan pada Agustus–September 2025 sekitar delapan bulan setelah erupsi Sileri terakhir pada 18 Desember 2024, pada musim kering/pascapanen. Survei dilakukan di 81 titik pengamatan yang disusun dalam lima transek radial untuk menangkap gradien deposisi unsur di sekitar kawah.

Metode yang digunakan meliputi pengukuran lapangan dengan portable-XRF (pXRF), pengambilan grab sample untuk analisis kadar air secara gravimetri, serta koreksi hasil agar konsentrasi unsur dinyatakan dalam basis berat kering (dry-weight basis).

“Hasil awal menunjukkan konsentrasi arsenik di wilayah Sileri Barat mencapai 94 kali lipat dari standar pedoman air minum WHO. Pada media tanah, arsenik mencapai 562 kali pembanding US EPA, antimoni 6,5 kali Dutch Soil Standards, kadmium 4,2 kali Dutch Soil Standards, kromium 157 kali pembanding US EPA, serta timbal melebihi National Environment Protection Measure (Australia),” ungkap Riostantieka.

Ia menjelaskan riset geotermal di Dieng diarahkan dari evidence ke action melalui beberapa tahapan, yaitu screening (identifikasi awal unsur dan media kunci), validasi (pengujian laboratorium dan QA/QC), pemetaan sebaran spasial dan identifikasi hotspot, prioritas (penentuan sumber air, komoditas, dan kelompok rentan), dan mitigasi (penyusunan sistem monitoring, SOP, policy brief, dan strategi komunikasi risiko).

“Melalui riset berkelanjutan, geotermal ini diharapkan tidak cukup hanya dibaca dari energi dan reservoir saja, namun perlu dipahami sebagai jalur mobilisasi unsur yang dapat bertemu dengan air, pangan, dan manusia. Selain itu, riset ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi, serta memperkaya mandat PRSDG BRIN agar geosains semakin bermakna bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepala PRSDG BRIN, Iwan Setiawan, menyampaikan harapannya agar hasil riset ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan terkait pengelolaan geotermal yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Iwan menggarisbawahi peringatan Hari Bumi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaannya, baik energi panas bumi, logam tanah jarang, dan riset-riset lainnya. Menurutnya, kolaborasi, sinergi dan membangun jejaring serta kompetensi juga sangat penting bagi kemajuan riset, khususnya dalam sumber daya alam di Indonesia.

Sumber: Humas BRIN

Tags: BRINDataran tinggi DiengGeothermal

Related Posts

Pria di Bogor Tewas Ditembak OTK, Polisi Usut dan Buru Pelaku

Pria Todongkan Pistol ke Pengendara Mobil di Bandung Viral di Media Sosial, Ditangkap Polisi

Editor
6 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Viral di media sosial, seorang pria menodongkan senjata api ke pengendara mobil di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pelaku...

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heriyawan.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas serta mekanisme Pengajuan Pengembalian...

Kabah di Mekkah Arab Saudi.(Foto: Dok. Kementerian Haji)

Kemenhaj Blokir Seven Sky View, Lindungi Jemaah dari Praktik Umrah Bermasalah

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melakukan penghentian sementara operasional PT Seven Sky View melalui pemblokiran akses perusahaan pada Sistem...

Petugas berjuang memadamkan karhutla. Menurut Kemenhut, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional kembali menunjukkan penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Hotspot Nasional Naik Jadi 338 Titik, Menhut Turun Langsung di Kalteng

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga...

Kasatreskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar.(Foto:Istimewa).

Polres Indramayu Bongkar Sindikat Pemalsu Identitas Sepeda Motor, 2 Pelaku Ditangkap

Editor
6 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Polres Indramayu, Jawa Barat, mengungkap sindikat pemalsuan identitas kendaan. Dalam pengungkapan tersebut, pelaku yang terlibat, sekalus menjadi penadah sepeda...

Korea Open 2026

Korea Open 2026: Dhinda Gagal Kalahkan Yamaguchi, Tersisa Ginting

Editor
6 November 2026

YEOSU KORSEL – Korea Open 2026 digelar 3-8 November 2026 memperebutkan total hadiah USD 500.000 atau setara dengan Rp8 miliar...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.