• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 14 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hadapi El Nino 2026, BMKG Rekomendasikan 4 Hal Ini

Editor
Selasa, 14 April 2026 - 06:32
Pemerintah lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada Juni 2024 untuk mengisi 43 bendungan di Pulau Jawa yang alami penurunan daya tamping akibat el nino.

Pemerintah lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada Juni 2024 untuk mengisi 43 bendungan di Pulau Jawa yang alami penurunan daya tamping akibat El Nino. (FOTO: PUPR)

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain respons antisipatif pada wilayah dengan potensi curah hujan rendah, penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.

Hal itu dikatakan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan Dampak Musim Kemarau Panjang Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin (13/4/2026).

RelatedPosts

Pemkab Bandung Tetapkan Status Siaga Bencana, 13 Kecamatan Terdampak Banjir dan Puting Beliung

Genjot Ekspor Sarang Burung Walet, Kemendag Fasilitasi Pengusaha Indonesia-Tiongkok

Kasus ‘Bayi Hampir Tertukar’, Farhan: Tidak Boleh Terjadi di Layanan Kesehatan Kota Bandung

Kepala BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas undangan untuk memaparkan perkembangan terkini kondisi iklim nasional. Ia menegaskan bahwa penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika merupakan amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 yang menjadi dasar peran strategis BMKG dalam mendukung pembangunan nasional.

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) sekitar +0,28. Namun demikian, pada semester kedua 2026 kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” jelasnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain respons antisipatif pada wilayah dengan potensi curah hujan rendah, penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa BMKG siap mendukung berbagai sektor pembangunan melalui penyediaan data dan informasi iklim terkini.

“BMKG tidak hanya mengurusi kebencanaan, tetapi juga mendukung berbagai sektor pembangunan seperti pertanian, perhubungan (darat, laut, dan udara), serta infrastruktur pekerjaan umum,” ungkapnya.

 

Menjaga Keseimbangan

Ia menambahkan, dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan keseimbangan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan. Air tidak berlebih yang memicu banjir dan longsor, tetapi juga tidak kurang yang menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

“Semoga kita semua dapat bersatu dalam gerak langkah yang sama untuk mengantisipasi musim kemarau tahun 2026 yang datang lebih cepat dan lebih panjang ini,” pungkas Faisal.

Pada kesempatan yang sama, Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, menegaskan bahwa potensi kemarau panjang tahun 2026 merupakan tantangan serius yang harus direspons secara terintegrasi. Ia menambahkan bahwa dampak kekeringan akan dirasakan langsung pada berbagai sektor, mulai dari penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis. Kecepatan antisipasi dan koordinasi menjadi kunci yang harus kita jaga bersama,” ujar Adenan.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum mendorong sejumlah langkah konkret, salah satunya melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian/lembaga terkait, guna memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, serta berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian Koordinator, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, serta unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Melalui forum ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan informasi iklim yang akurat dan berbasis sains guna mendukung pengambilan kebijakan yang tepat dan terukur.

Tags: bmkgel nino 2026Kepala BMKG

Related Posts

Banjir luapan Sungai Citarum merendam rumah warga dan memutus Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.(Foto:Istimewa).

Pemkab Bandung Tetapkan Status Siaga Bencana, 13 Kecamatan Terdampak Banjir dan Puting Beliung

Editor
14 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, tetapkan status siaga bencana setelah bencana banjir dan angin puting beliung melanda 13...

Kementerian Perdagangan menyelenggarakan China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit pada Senin, (13/4) di Kemendag, Jakarta. Forum diikuti 20 pelaku usaha nasional dan menghadirkan asosiasi buyer sarang burung walet dari Tiongkok.(Foto: Dok. Kemendag)

Genjot Ekspor Sarang Burung Walet, Kemendag Fasilitasi Pengusaha Indonesia-Tiongkok

Editor
14 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Tiongkok merupakan tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia dengan pangsa 80,15 persen. Namun demikian pada tahun...

Suasana rumah sakit atau RSUD Kota Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kasus ‘Bayi Hampir Tertukar’, Farhan: Tidak Boleh Terjadi di Layanan Kesehatan Kota Bandung

Editor
14 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kejadian anak yang hampir tertukar karena kelalaian tidak boleh terjadi di...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Batangan Antam Selasa 14/4/2026 Rp 2.863.000 Per Gram

Editor
14 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Selasa 14/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.863.000 per gram sebelum...

(Foto: pertamina.com)

Konsorsium PGE-PLN IP dan PT PLN Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW

Editor
14 April 2026

Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit merupakan pengembangan pembangkit yang memanfaatkan teknologi binary (bottoming cycle). Teknologi ini mengolah panas sisa dari...

Tugu Angklung Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Tanamkan Warisan Budaya, Disdikbud Kuningan Gelar Lomba Foto Tugu Angklung

Editor
14 April 2026

Disdikbud Kuningan berharap pelajar tidak hanya mengasah kreativitas di bidang fotografi, tetapi juga semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.