SATUJABAR, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri Halal Bihalal Paguyuban Rudayan Dewi Aisyah Ahmad Suriahkusumah Sumedang (PRUDAAS) di Gedung Negara, Sabtu (11/04/2026).
Bupati Dony menyampaikan apresiasi dan doa bagi para sesepuh PRUDAAS agar senantiasa diberikan kesehatan. “Hari ini menjadi hari yang istimewa karena menyatukan kita semua. Keluarga adalah modal awal dan pondasi utama dalam membangun kebersamaan,” ungkapnya dikabarkan Humas Pemkab Sumedang.
Lebih lanjut, Bupati Dony menegaskan kegiatan seperti ini memiliki dampak besar dalam memperkuat sinergi untuk kemajuan daerah. “Kegiatan ini akan menyatukan, dimana saling membantu dan mendukung untuk maju bersama dalam memajukan Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ia juga mengaku merasa terhormat dapat menjadi bagian dalam melanjutkan perjuangan dan jejak Dewi Aisyah dalam syiar Islam. “Tentunya Wakaf Masjid Agung ini bisa menjadi amal jariyah bagi ibu Dewi Aisyah. Saya merasa terhormat bisa ikut melanjutkan jejak Dewi Aisyah, dimana saya menjadi Ketua DKM Masjid Agung. Ini adalah bagian dari perjuangan untuk syiar Islam melalui tempat-tempat ibadah, di mana masjid tetap hadir sebagai pusat pelayanan umat,” tambahnya.
Melalui Halal Bihalal ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, pelestarian budaya, dan semangat gotong royong terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Sumedang.
Ketua Panitia R. Deti Rahmaqati menyampaikan, Halal Bihalal tahun ini dirancang berbeda dengan tahun sebelumnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan rangkaian kunjungan ke situs-situs bersejarah di Sumedang, di antaranya Museum, makam Gunung Puyuh, dan makam Pangeran Santri. “Halal Bihalal tahun ini mengangkat nilai sejarah dan budaya melalui kunjungan langsung ke situs peninggalan leluhur,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRUDAAS Rony Arifudin menegaskan, kegiatan ini memiliki makna mendalam dalam mempererat kekerabatan sekaligus menjaga warisan budaya. “Halal bihalal ini menjadi momen spesial karena kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga mengunjungi situs-situs bersejarah,” tuturnya.
Terakhir Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya di Kabupaten Sumedang. “PRUDAAS hadir untuk mengoordinasikan kebersamaan, menjalin kekerabatan, serta melestarikan budaya peninggalan leluhur agar tetap terjaga,” katanya.







