• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sidang Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura, 19 Pelaku Didakwa Pasal Berlapis

Editor
Selasa, 07 April 2026 - 06:31
Para Terdakwa Kasus Sindikat Perdagangan Bayi Disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung.(Foto:Istimewa).

Para Terdakwa Kasus Sindikat Perdagangan Bayi Disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Kasus sindikat perdagangan bayi ke Singapura disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Sidang menghadirkan 19 orang terdakwa.

19 orang terdakwa dalam kasus sindikat perdagangan bayi ke Singapura, disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (07/04/2026). Ke-19 terdakwa memiliki peran berbeda-beda sesuai dengan klaster tindakannya.

RelatedPosts

2 Wisatawan Asal Bekasi Terseret Ombak Pantai Cibuaya Sukabumi, Ditemukan Tewas

Irjen Hengki Resmi Jabat Kapolda Jabar Gantikan Irjen Pipit Rismanto

Pelatih Ungkap Aksi Intimidasi dan Perusakan Bus Pemain Tim EPA Persib U-18 Oleh Oknum Supporter Persija

Otak pelaku dari kasus sindikat

perdagangan bayi yang diungkap Polda Jawa Barat terswbut, yakni Lie Siu Luan alias Lily S alias Popo alias Ai. Sedangkan klaster terdakwa berperan sebagai agen pembuat dokumen palsu dan pencari orang tua palsu, Siu Ha, serta klaster perantara, atau berperan menampung bayi, yakni Maryani, Yenti, dan Yenni.

Selanjutnya, klaster yang berperan sebagai pengantar bayi me Singapura, sekaligus menjadi pengasuh bayi, yakni Djap Fie Khim alias Kim, Fie Sian, Devi Wulandari, dan Anisah. Klaster berperan sebagai pengantar bayi dari Jakarta ke Kalimantan, serta sari Kalimantan ke Singapura, A Kiau alias Ama.

Ada juga klaster perekrut bayi, yakni Astika Fitrinika, Djaka Hamdani Hutabarat, serta Elin Marlina. Klaster pengasuh, atau orang tua palsu, Tjen She Ha alias alias Leni, Kristina Rina, Daeni, Diana, Fui Lian, dan Moi Lang.

Dalam dakwannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyampaikan, kasus sindikat perdagangan bayi ke Singapura, berawal sejak 2023. Lie Siu Luan yang berperan sebagai otak pelaku, diminta seorang warga negara Singapura bernama Petter, mencari bayi untuk bisa diadopsi dengan bayaran menggiurkan ratusan juta rupiah.

“Terdakwa dijanjikan uang senilai USD 18.000, atau sejumlah Rp 204,2 juta untuk setiap bayinya,” ujar jaksa saat membacakan uraian dakwaannya.

Dari tawaran tersebut, perekrutan sindikat pun dilakukan. Belasan terdakwa dibayar sekitar Rpm1 juta hingga Rp.5 juta agar bisa mencari bayi yang bisa diadopsi dengan modus membuat dokumen palsu, seperti akta kelahiran, KTP, Kartu Keluarga, hingga pasport untuk dijual ke Singapura.

Setelah dokumennya selesai diurus, sindikat masih memiliki tugas lain agar tindaknnya tidak menimbulkan kecurigaan. Sebuah dokumen bernama Adoption of Children Act 2022 juga diselesaikan agar perdagangan bayi yang dilakukannya lolos pengawasan.

Polda Jawa Barat berhasil membongkar sindikat perdagangan bayi tersebut, pada Juli 2025. Berdasarkan uraian Jaksa, masih ada 7 bayi yang gagal dikirim sindikat ke Singapura.

“Bahwa terhadap bayi yang terdakwa kirim ke Pontianak, dan akan dikirim ke Singapupa, saat ini masih berada di Pontianak berjumlah tujuh orang. Dieksploitasi untuk diperjual belikan dengan modus adopsi,” jelas Jaksa.

Ke-19 terdakwa didakwa pasal berlapis, mulao Pasal 455 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), junto Pasal 20 Huruf C KUHP, junto Pasal 126 Ayat 1 KUHP, sebagaimana dakwaan kesatu. Pasal 4 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), junto Pasal 10 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan TPPO, junto Pasal 126 ayat 1 KUHP, sebagaimana dakwaan kedua.

Selain itu, Pasal 6 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan TPPO, junto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan TPPO, junto Pasal 126 ayat 1 KUHP, sebagaimana dakwaan ketiga. Pasal 76-F junto Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014z tentang Perlindungan Anak, junto Pasal Pasal 126 ayat 1 KUHP, sebagaimana dakwaan keempat.

Setelah jaksa selesai membacakan dakwaan, Majelis Hakim sempat menanyakan tanggapan kepada pengacara para terdakwa. Mereka kompak sepakat tidak mengajukan eksepsi sehingga persidangan dilanjutkan ke pemeriksaan saksi.

Persidangan sempat diwarnai protes dari salah seorang terdakwa, Siu Ha alias Lai Siu Ha alias Eni alias Aha, yabg tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya. Terdakwa protes karena menganggap dakwaan yang telah dibacakan jaksa tidak sesuai dengan perbuatannya.

Siu Ha didakwa memiliki peran sebagai agen pembuat dokumen palsu, sekaligus pencari orang tua palsu. Hakim lalu menyarankan Siu Ha untuk menjawab hal itu dalam agenda pemeriksaan saksi di persidangan.

Persidangan kembali akan digelar pada Selasa (14/04/2026) pekan depan, dengan agensa pemeriksaan saksi.

Tags: 19 Terdakwajawa baratKasus Sindikat Perdagangan Bayi DisidangkanPengadilan Negeri Bandungpolda jawa barat

Related Posts

Ilustrasi korban tenggelam.(Foto:Istimewa).

2 Wisatawan Asal Bekasi Terseret Ombak Pantai Cibuaya Sukabumi, Ditemukan Tewas

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Dua orang wisatawan yang dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Cibuaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan sudah menjadi mayat. Kedua...

Irjen Pol. Hengki resmi menjabat Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol. Pipit Rismanto.(Foto: Istimewa).

Irjen Hengki Resmi Jabat Kapolda Jabar Gantikan Irjen Pipit Rismanto

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Irjen Pol Hengki resmi menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol. Pipit Rismanto. Mantan Kapolda Banten tersebut, resmi...

BPA (33), supporter Persija Jakarta salah satu pelaku perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah.(Foto:Istimewa).

Pelatih Ungkap Aksi Intimidasi dan Perusakan Bus Pemain Tim EPA Persib U-18 Oleh Oknum Supporter Persija

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi intimidasi dan perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung Usia 18 Tahun oleh oknum...

Ilustrasi wanita korban penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Perawat Rumah Sakit di Cirebon Lapor Polisi Mengaku Dianiaya Dokter Spesialis

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Seorang perawat perempuan rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku dianiaya dokter spesialis hingga nyaris pingsan sebelum...

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (12/10/2026).(Foto: Moch Ahdiansyah/Diskominfo Kabupaten Garut)

Bupati Garut Tinjau Kebakaran TPA Pasir Bajing

Editor
13 Oktober 2026

GARUT- Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy,...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) memberikan keterangan kepada media terkait karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Menhut Sebut Akan Ada Sanksi Lagi kepada Perusahaan Terkait Karhutla

Editor
13 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat dalam Karhutla. Tak lama lagi ada...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.