SATUJABAR, BANDUNG–Aksi intimidasi dan perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung Usia 18 Tahun oleh oknum suppporter, ditangani serius pihak kepolisian, setelah berhasil menangkap satu orang pelaku yang dipastikan dari oknum supporter Persija Jakarta. Detik-detik aksi intimidasi dan perusakan bus di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah, yang menimbukan kepanikan dan ketakutan dari rekaman video viral di media sosial, diungkapkan pelatih.
Pihak kepolisian Polresta Batang, Jawa Tengah, masih mendalami para pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi intimidasi dan perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung Usia 18 Tahun, di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam. Berdasarkan penelusuran wajah para pelaku yang terekam kamera pengawas, atau CCTV, di lokasi rest area, polisi baru berhasil menangkap satu orang pelaku bernisial BPA, berusia 33 tahun, yang dipastikan oknum supporter Persija Jakarta.
Aksi intimidasi dan perusakan bus yang menimbulkan kepanikan dan ketakutan orang-orang berada di dalamnya, mengakibatkan kaca bagian kakan dan kiri belakang bus pecah. Seripahan kaca berserakan setelah dilempar batu.
Detik-detik kejadian yang rekaman videonya viral di media sosial dan dikecam sekaligus dikutuk keras berbagai pihak, diungkapkan Pelatih Tim EPA Persib Bandung Usia18 tahun, Tito Agung Setiawan. Kejadian bermula saat bus masuk ke Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, untuk beristirahat dalam perjalanan menuju Bandung setelah menjalani pertandingan di Solo.
Sopir bus yang malam itu butuh waktu beristirahat, tidak mengetahui sebelumnya ada kelompok suporter lain berada di lokasi (res area) yang sama. Para supporter Persija Jakarta, lebih dulu berada di lokasi kejadian
“Kita tidak menyadari ada rombongan dari suporter lain yang memang sedang beristirahat juga di rest area 360 Tol Batang,” ujar Tito menceritakan aksi intimidasi dan perusakan bus yang menakutkan.
Tito mengungkapkan, bus rombongan pemain yang dilatihnya, parkir tepat di depan kerumunan suporter tersebut. Situasi memanas, saat lima orang turun dari bus terlebih dahulu, salah satunya ofisial tim bernama Pandu dengan mengenakan atribut Persib dan dilihat suppoter tersebut.
“Saat situasi memanas, saya langsung tahan rombongan di dalam bus agar tidak ada yang keluar. Tidak ada yang keluar lagi, tetap bertahan di bus, termasuk saya” ungkap Tito.
Para supporter langsung mendekati bus, melakukan intimidasi, mencela dengan kata-kata kasar dan provokatif. Mereka meminta orang-orang di dalam bus untuk turun, lalu melakukan aksi pelemparan batu.
“Puncaknya, bus yang kita tumpangi dilempari batu, sehingga membuat kita panik dan ketakutan, terutama ada penumpang wanita. Aksi pelemparan menggunakan batu, membuat kaca kanan dan kiri belakang bus pecah berserakan,” jelas Tio.
Ada beberapa pemain terkena serpihan pecahan kaca, hingga mengalami luka ringan. Offisial tim bernama Pandu, yang sudah terlanjur turun dari bus mengenakan atribut Persib menjadi korban pengeroyokan.
Bus yang sudah dirusak memaksakan keluar meninggalkan rest area, untuk mencari pertolongan dengan melaporkan kejadian ke Polresta Batang. Polisi yang langsung mendatangi lokasi dan berhasil menjemput Pandu dalam kondisi sudah terluka.
“Alhamdulillah, semua anggota tim bisa kembali dalam keadaan selamat, meski Kang Pandu terluka karena dikeroyok. Kami bisa pulang ke Bandung dengan berganti bus dan mendapat pengawalan polisi,” tutup Tito.
Rombongan bus terdiri dari 21 orang pemain dan 11 ofisial. Aksi intimidasi dan perusakan bus menyisakan trauma bagi tim, teritama para pemain yang masih harus menjalani sisa pertandingan di Kompetisi EPA.
Sebelumnya, pria asal Jakarta Barat, yang terlibat dalam aksi intimidasi dan perusakan bus rombongan pemain Tim EPA Persib Bandung Usia 18 Tahun, di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, berhasil ditangkap polisi. Pria mengenakan kaos Persija, berinisial BPA, berusia 32 tahun, dipastikan merupakan supporter Persija Jakarta.
Pelaku berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polresta Batang, di Gerbang Tol Cikarang Utama, Cikampek, Kabupaten Karawang, setelah berkoordinasi dengan petugas PJR (Patroli Jalan Raya) Polda Jawa Barat. Pelaku, BPA, diketaui asal Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, Jakarta.
Pelaku yang mengenakan kaos Persija, dipastikan sebagai Supporter Persija Jakarta, saat diinterogasi polisi. Aksi perusakan bus rombongan pemain Tim EPA Persib Bandung, terjadi di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah, hendak beristirahat, Minggu (11/10/2026) malam, setelah bertanding di Solo.
“Dapat kami pastikan (pelaku suporter Persija), karena saat diamankan Minggu malam, kami juga ketemu Korlapnya. Korlapnya berbicara, diluar tanggung jawabnya, karena sudah melakukan tindak pidana,” ujar Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, Senin (12/10/2026).
Pelaku terindentifikasi setelah wajahnya terekam kamera pengawas, CCTV, di lokasi rest area. Penangkapan pelaku berkat bantuan petugas PJR Tol Cikampel, yang berhasil menghadang dan menghentikan kendaraannya
Saat tiba di Mapolresta Batang, Senin (12/10/2026) siang, pukul 12.00 WIB, pelaku dengan kedua tangan diborgol, mengenakan kaos bertuliskan ‘Persija Selamanya’. Pelaku langsung menjalani pemeriksaan penyidik, termasuk menjalani tes urine untuk memastikan kemungkinan mengkonsumsi narkoba, atau obat-obatan terlarang
Aksi penyerangan dan perusakan bus rombongan pemain Tim EPA Persib Bandung, melibatkan banyak pelaku. Namun, baru pelaku berinisial BPA karena wajahnya terekam jelas, sedangan pelaku lainnya masih didalami dari rekaman CCTV.
“Dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang. Namun. untuk kejelasan wajah pelaku, kami mengecek rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi, baru satu yang kami amankan,” kata Thio.







