• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 8 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

“Sukabumi: Dari Soekaboemi ke Kota yang Disukai”

Editor
Senin, 06 April 2026 - 09:53
Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar sederhana namun penuh makna: Sukabumi.

Namun, tahukah kita bahwa nama “Sukabumi” bukanlah nama yang lahir begitu saja?

RelatedPosts

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan 13 Juli

Cerita Wali Kota Bandung Berhasil Gagalkan Aksi Begal di Kircon

Tasyakur Nelayan Santolo 2026:  Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo

Kisahnya bermula pada masa kolonial Hindia Belanda, ketika wilayah ini dikenal dengan nama Soekaboemi—ejaan lama yang digunakan oleh pemerintah kolonial. Nama ini mulai dikenal luas sejak abad ke-19, terutama ketika daerah ini berkembang sebagai kawasan perkebunan dan tempat peristirahatan orang-orang Eropa.

Dalam berbagai catatan resmi pemerintah daerah, termasuk yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, disebutkan bahwa nama “Sukabumi” memiliki akar dari bahasa Sunda dan Sanskerta.

Kata “suka” berarti senang atau bahagia, sementara “bumi” berarti tanah atau tempat tinggal. Secara harfiah, Sukabumi dapat dimaknai sebagai “tanah yang disukai” atau “tempat yang menyenangkan untuk ditinggali.”

Makna ini bukan sekadar simbolik. Sejak dahulu, wilayah ini memang dikenal memiliki iklim yang sejuk, tanah yang subur, dan pemandangan alam yang indah. Tak heran jika pada masa kolonial, Sukabumi menjadi tempat favorit bagi para pejabat Belanda untuk beristirahat dari panasnya Batavia.

Seiring berjalannya waktu, ejaan Soekaboemi berubah menjadi Sukabumi, mengikuti perkembangan bahasa Indonesia setelah kemerdekaan. Nama itu tetap dipertahankan, seolah menjadi warisan yang menyimpan harapan: bahwa daerah ini akan selalu menjadi tempat yang disukai oleh siapa pun yang datang.

Hari ini, Sukabumi bukan hanya sekadar nama kota. Ia adalah identitas, sejarah, dan doa yang terus hidup—tentang sebuah tanah yang sejak dulu hingga kini tetap menghadirkan rasa “suka” bagi penghuninya.

 

Sumber:

Pemerintah Kota Sukabumi – Sejarah dan asal-usul nama daerah (portal resmi pemkot).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Profil daerah dan etimologi nama Sukabumi.

Arsip kolonial Hindia Belanda terkait penamaan “Soekaboemi” (rujukan historis administrasi wilayah).

 

Tags: sejarah sukabumisoekaboemi

Related Posts

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan kepada Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Suryono, di Sasana Adirasa Pangeran Sambernyawa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. (Foto: Dok. Kemenbud)

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan 13 Juli

Editor
7 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026 tentang Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang...

Ilustrasi aksi begal.(Foto:Istimewa).

Cerita Wali Kota Bandung Berhasil Gagalkan Aksi Begal di Kircon

Editor
7 Juli 2026

Saat melakukan patroli, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama aparat keamanan berhasil menggagalkan aksi begal terhadap seorang pengendara motor. SATUJABAR,...

Tasyakur Nelayan Santolo.‎(Foto: Ridwan Nur Faozan & Muhammad Sofyan Fauzi/ Diskominfo Kab. Garut)

Tasyakur Nelayan Santolo 2026:  Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, CIKELET GARUT – Ribuan masyarakat dan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Garut menggelar acara Tasyakur Nelayan Santolo Tahun 2026...

Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Museum KAA Dikunjungi 35.000 Orang

Editor
4 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Museum KAA atau Konferensi Asia-Afrika terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Bandung. Tak...

SD Negeri Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SD Di Kota Bandung Ini Usianya Sudah 142 Tahun

Editor
2 Juli 2026

Adalah SD Negeri 001 Merdeka yang di waktu jam pelajaran terlihat riuh oleh siswa sekolah. Berada di tengah pesatnya perkembangan...

Topeng Cirebon.(Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

Topeng Cirebon yang Terus Beradaptasi

Editor
28 Juni 2026

Topeng Cirebon bukan sekedar tarian, bukan pula sekedar kedok kayu yang diukir indah. Topeng Cirebon adalah sebuah metafora kehidupan. SATUJABAR,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat