• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hilirisasi Ubi Kayu Picu Sumber Pendapatan Baru & Pangan Berkelanjutan

Editor
Rabu, 01 April 2026 - 07:22
Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian, Bidang Agribisnis, Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Robert Asnawi.(Foto: Humas BRIN)

Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian, Bidang Agribisnis, Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Robert Asnawi.(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Ubi kayu dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif dan bahan baku industri. Namun, hingga kini pemanfaatannya belum optimal akibat rendahnya produktivitas, lemahnya posisi tawar petani, serta minimnya inovasi teknologi budidaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Robert Asnawi dalam orasi ilmiahnya sebagai Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian, Bidang Agribisnis, Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Selasa (31/3/2026). Orasi ilmiahnya berjudul Transformasi Agribisnis Ubi Kayu sebagai Sumber Pendapatan dan Pangan Alternatif Berkelanjutan.

RelatedPosts

Warga Jakarta Hilang Terseret Ombak Pantai Karangnaya Sukabumi

HUT Kemerdekaan RI ke-81: Warga Sumedang Tumpah Ruah Ngagogo Ikan

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi

Robert menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen hasil ubi kayu di Indonesia masih dijual dalam bentuk segar. Akibatnya, nilai tambah yang diterima petani sangat terbatas, sementara harga di tingkat petani relatif rendah dan fluktuatif.

“Kondisi ini menyebabkan kesejahteraan petani tetap rendah. Dari sisi kelembagaan, kemitraan antara petani dan industri pengolahan belum terbangun secara luas. Posisi tawar petani masih lemah, data produksi belum terintegrasi dengan baik, dan kebijakan yang ada belum sepenuhnya berpihak pada pengembangan komoditas ini,” ujarnya seperti dilansir laman BRIN.

Terkait produktivitas, Robert mengatakan bahwa saat ini hanya rata-rata sekitar 26 ton per hektar. Padahal, ia menjelaskan, potensinya bisa mencapai 50 hingga 60 ton per hektar. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, peningkatan produksi nasional juga dinilai relatif stagnan. Di sisi lain, impor produk turunan masih terjadi setiap tahun, menunjukkan potensi domestik yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, Robert menegaskan, saat ini terjadi tren penurunan konsumsi beras dan meningkatnya kebutuhan pangan alternatif. “Hal tersebut, seharusnya mengakibatkan ubi kayu memiliki peluang besar untuk menjadi substitusi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

 

Proses Perkembangan

Ia memaparkan, secara historis, perkembangan ubi kayu di Indonesia terbagi dalam tiga fase, yakni fase tradisional sebelum 1995, fase transisi menuju sistem semi-komersial, dan fase modern sejak 2010. Meski demikian, peningkatan produktivitas pada fase modern dinilai belum mencapai potensi optimal.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, ia mengatakan bahwa diperlukan transformasi menyeluruh. Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi peningkatan produktivitas melalui inovasi teknologi budidaya, penetapan harga berbasis kualitas secara transparan, serta penguatan kemitraan inklusif antara petani dan industri. Selain itu, penerapan sistem tanam yang lebih efisien juga dinilai mampu meningkatkan hasil panen hingga lebih dari dua kali lipat. Petani juga dapat memanfaatkan lahan dengan sistem tumpang sari, seperti menanam jagung atau kedelai, guna menambah pendapatan dan mengurangi risiko.

Model kemitraan inklusif menjadi kunci penting dalam transformasi ini. Industri tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung penyediaan bibit, sarana produksi, hingga pendampingan teknis. Peran pemerintah daerah, lembaga riset seperti BRIN, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya juga dinilai krusial dalam penyusunan kebijakan, pengawasan, dan edukasi.

Robert mengatakan, di masa depan, pengembangan ubi kayu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi produk, penguatan kelembagaan petani, serta pembangunan sistem distribusi yang lebih inklusif. “Transformasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan kelembagaan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan potensi yang besar tersebut, ubi kayu dapat menjadi komoditas strategis nasional. Komoditas tersebut tidak hanya sebagai sumber pangan alternatif, tetapi juga sebagai penopang ekonomi petani yang lebih adil dan berkelanjutan.

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINRobert Asnawiubi kayu

Related Posts

Ilustrasi korban tenggelam.(Foto:Istimewa).

Warga Jakarta Hilang Terseret Ombak Pantai Karangnaya Sukabumi

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Seorang warga Jakarta dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Karangnaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban terseret arus ombak saat sedang...

Warga tumpah ruah mengikuti tradisi ngagogo lauk di Kolam Masjid Al Kamil, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (17/8/2026) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

HUT Kemerdekaan RI ke-81: Warga Sumedang Tumpah Ruah Ngagogo Ikan

Editor
17 Agustus 2026

SUMEDANG - Warga tumpah ruah mengikuti tradisi ngagogo lauk di Kolam Masjid Al Kamil, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (17/8/2026)....

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi

Editor
17 Agustus 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin...

Pesawat jet Garuda Indonesia di Bandara Husein Sastranegara Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein Layani 10 Penerbangan di Long Weekend

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung terus menunjukkan perkembangan positif. Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan resmikan pembukaan Alun-alun Bandung bertepatan dengan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka, Wali Kota Ajak Warga Tertib

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG - Alun-alun Bandung Kota Bandung kembali dibuka untuk masyarakat setelah menjalani sejumlah evaluasi dan perbaikan. Pembukaan kembali ruang terbuka...

Ilustrasi gerombolan bermotor.(Foto:Istimewa).

11 Remaja Gerombolan Bermotor di Bandung, Ugal-Ugalan Ditangkap

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sebelas orang gerombolan bermotor melakukan aksi ugal-ugalan di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka diamakan polisi, setelah aksinya membahayakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung