• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 17 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hilirisasi Ubi Kayu Picu Sumber Pendapatan Baru & Pangan Berkelanjutan

Editor
Rabu, 01 April 2026 - 07:22
Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian, Bidang Agribisnis, Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Robert Asnawi.(Foto: Humas BRIN)

Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian, Bidang Agribisnis, Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Robert Asnawi.(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Ubi kayu dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif dan bahan baku industri. Namun, hingga kini pemanfaatannya belum optimal akibat rendahnya produktivitas, lemahnya posisi tawar petani, serta minimnya inovasi teknologi budidaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Robert Asnawi dalam orasi ilmiahnya sebagai Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian, Bidang Agribisnis, Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Selasa (31/3/2026). Orasi ilmiahnya berjudul Transformasi Agribisnis Ubi Kayu sebagai Sumber Pendapatan dan Pangan Alternatif Berkelanjutan.

RelatedPosts

Harga Emas Minggu 17/5/2026 Antam Rp 2.769.000 Per Gram

Makanan Haji Siap Santap Cita Rasa Nusantara Aman untuk Puncak Haji

Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton, Ungkap Mensesneg

Robert menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen hasil ubi kayu di Indonesia masih dijual dalam bentuk segar. Akibatnya, nilai tambah yang diterima petani sangat terbatas, sementara harga di tingkat petani relatif rendah dan fluktuatif.

“Kondisi ini menyebabkan kesejahteraan petani tetap rendah. Dari sisi kelembagaan, kemitraan antara petani dan industri pengolahan belum terbangun secara luas. Posisi tawar petani masih lemah, data produksi belum terintegrasi dengan baik, dan kebijakan yang ada belum sepenuhnya berpihak pada pengembangan komoditas ini,” ujarnya seperti dilansir laman BRIN.

Terkait produktivitas, Robert mengatakan bahwa saat ini hanya rata-rata sekitar 26 ton per hektar. Padahal, ia menjelaskan, potensinya bisa mencapai 50 hingga 60 ton per hektar. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, peningkatan produksi nasional juga dinilai relatif stagnan. Di sisi lain, impor produk turunan masih terjadi setiap tahun, menunjukkan potensi domestik yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, Robert menegaskan, saat ini terjadi tren penurunan konsumsi beras dan meningkatnya kebutuhan pangan alternatif. “Hal tersebut, seharusnya mengakibatkan ubi kayu memiliki peluang besar untuk menjadi substitusi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

 

Proses Perkembangan

Ia memaparkan, secara historis, perkembangan ubi kayu di Indonesia terbagi dalam tiga fase, yakni fase tradisional sebelum 1995, fase transisi menuju sistem semi-komersial, dan fase modern sejak 2010. Meski demikian, peningkatan produktivitas pada fase modern dinilai belum mencapai potensi optimal.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, ia mengatakan bahwa diperlukan transformasi menyeluruh. Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi peningkatan produktivitas melalui inovasi teknologi budidaya, penetapan harga berbasis kualitas secara transparan, serta penguatan kemitraan inklusif antara petani dan industri. Selain itu, penerapan sistem tanam yang lebih efisien juga dinilai mampu meningkatkan hasil panen hingga lebih dari dua kali lipat. Petani juga dapat memanfaatkan lahan dengan sistem tumpang sari, seperti menanam jagung atau kedelai, guna menambah pendapatan dan mengurangi risiko.

Model kemitraan inklusif menjadi kunci penting dalam transformasi ini. Industri tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung penyediaan bibit, sarana produksi, hingga pendampingan teknis. Peran pemerintah daerah, lembaga riset seperti BRIN, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya juga dinilai krusial dalam penyusunan kebijakan, pengawasan, dan edukasi.

Robert mengatakan, di masa depan, pengembangan ubi kayu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi produk, penguatan kelembagaan petani, serta pembangunan sistem distribusi yang lebih inklusif. “Transformasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan kelembagaan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan potensi yang besar tersebut, ubi kayu dapat menjadi komoditas strategis nasional. Komoditas tersebut tidak hanya sebagai sumber pangan alternatif, tetapi juga sebagai penopang ekonomi petani yang lebih adil dan berkelanjutan.

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINRobert Asnawiubi kayu

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 17/5/2026 Antam Rp 2.769.000 Per Gram

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 17/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.769.000 per gram...

Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Makanan Haji Siap Santap Cita Rasa Nusantara Aman untuk Puncak Haji

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH – Makanan haji siap santap cita rasa Nuasantara sudah dalam kondisi aman produksi dan pasokan untuk puncak haji,...

Cadangan beras pemerintah capai 5,3 juta ton ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Foto: Setneg)

Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton, Ungkap Mensesneg

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Cadangan beras pemerintah mencapai 5,3 juta ton di gudang Bulog. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait weekend di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Weekend di Kota Bandung: Kirab Budaya, Lomba Lari, Nobar Persib

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Weekend di Kota Bandung pada medio Mei akan meriah dengan sejumlah event. Menurut Wali Kota Bandung Muhammad...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Kajian Dhuha Masjid Agung Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung : Kajian Dhuha, Ruang Ikhtiar Spiritual

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berharap kegiatan Kajian Dhuha di Masjid Agung Alun-alun Bandung menjadi ruang ikhtiar...

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad wanita wisatawan korban longsor di Curug Cileat, Kabupaten Subang.(Foto:Istimewa).

Dua Wanita Wisatawan Korban Longsor di Curug Cileat Subang Ditemukan Tewas

Editor
16 Mei 2026

SATUJABAR, SUBANG--Dua orang wanita wisatawan yang menjadi korban longsor di Curug Cileat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya ditemukan. Kedua korban...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.