• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Potensi Kerugian Akibat Krisis Iklim Rp 112,2 Triliun

Editor
Selasa, 31 Maret 2026 - 02:00
Kemarau hari tanpa hujan kekeringan sawah

Hari tanpa hujan cukup panjang akan terjadi di sejumlah daerah saat musim kemarau mendatang, ungkap rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (IMAGE: BMKG)

SATUJABAR, JAKARTA – Krisis iklim merupakan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Krisis iklim menurunkan produktivitas pangan yang signifikan, dan kerugian ekonomi makro.

Potensi kerugian ekonomi makro sebesar Rp 112,2 triliun, estimasi kerugian akibat krisis iklim mencapai 0,5% dari total PDB Indonesia pada 2024. Sedangkan dampak ekonomi sektor pangan setara dengan 0,18% hingga 1,26% PDB.

RelatedPosts

Presiden Prabowo dan PM Takaichi Sepakat Indonesia-Jepang Jadi Penjaga Perdamaian

Lagi, 2 Anggota TNI Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon, Indonesia Mengutuk Keras

Kasus Campak Lagi Naik di Kota Bandung, Ini Imbauan Pemkot

“Untuk bencana hidrometeorologi, kerugian tahunan akibat banjir dan longsor yang dipicu oleh perubahan iklim sebesar Rp. 50 T”, terang Yudhistira Nugraha Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, saat menjadi narasumber pada Diseminasi Inovasi Pangan Tahan Iklim Ekstrem sebagai Strategi Ketahanan Pangan di Wilayah Rawan Bencana, Senin (30/03) dilansir laman BRIN.

Dia menambahkan, komponen dampak iklim terhadap ketersediaan pangan, meliputi gagal panen langsung 40%, gangguan distribusi 25%, kerusakan infrastruktur 20%, dan pergeseran musim tanam 15%. Artinya memang secara ekonomis dampak perubahan iklim ini sangat merugikan.

“Dampak perubahan iklim pada produksi tanaman, yaitu pengaruh langsung kepada tanaman. Artinya tanaman akan merasakkan panas pada siang hari, sehingga menurunkan produksi dan kualitas biji. Pengaruh tidak langsung misalnya peningkatan permukaan air laut (salin), kekeringan, banjir, ledakan populasi hama dan penyakit yang parah,” paparnya.

Yudhistira juga menerangkan secara umum kalau ada perubahan iklim dinyatakan dengan adanya dampak El Nino di Indonesia. Utamanya dampak El Nino pada 2002 sampai 2016 menurunnya produksi padi. Secara nasional lahan sawah yang terkena kekeringan pada saat El Nino berkisar 450,000 – 800,000 Ha.

“Data produksi padi Indonesia periode 1990-2017 menunjukkan terjadi penurunan produksi pada saat El Nino berkisar 100 ribu ton -1.7 juta ton tergantung intensitas El Nino. Rata-rata 300 rb ha sawah tergenang banjir yang berakibat pada penurunan produksi dan gagal panen,” bebernya.

 

Solusi

Dia memberikan dua solusi, yaitu adaptasi dengan meningkatkan produktivitas dan ketahanan terhadap cekaman iklim, manajemen ketersediaan air, dan stok pangan. Solusi kedua dengan mitigasi melalui pengurangan emisi Karbondioksida (CO2 ), Metan (CH4 ), dan Nitrous oxide (N2O), restorasi hutan dan pembangunan infrastruktur.

“Peran BRIN sebagai lembaga riset untuk bisa memfasilitasi atau memberikan kontribusi secara nasional untuk mengantisipasi adanya iklim ekstrim ini. Pertama, menyediakan inovasi yang bisa diimplementasikan di daerah,” ujarnya.

Kedua, tambahnya, BRIN bisa sebagai validator Ilmiah dan menyediakan Science-Based Targets yang terdiri dari Validasi Klaim Dampak misalnya, menghitung secara ilmiah penurunan emisi GRK. Selanjutnya, konsultasi ilmiah untuk Industri/PEMDA/PT dengan pakar BRIN untuk merancang program yang paling efektif secara ilmiah.

“Ketiga, kita juga bisa sebagai fasilitator kolaborasi multi-pihak, dan keempat sebagai penyedia data baseline dan outlook. Ke depan, bagaimana kita bisa memberikan rekomendasi kepada stakeholder yang membutuhkan,” tegasnya.

 

Budidaya Cerdas

Yudhistira memberikan beberapa contoh praktek budidaya cerdas iklim (CSA) pada padi yaitu penentuan pola dan waktu tanam, varietas unggul, pengolahan lahan. Untuk metode tanam dengan sebar benih langsung, dan ratun.

“Pengelolaan air dengan alternate wet and dry, single/multiple drainage, penambahan kompos dan pupuk organik. Berikutnya, pengelolaan pupuk N dengan split dosis, dan slow realease,” paparnya.

Dia menegaskan, peran daerah tentunya tidak hanya untuk produksi pangan seperti padi, jagung, dan sebagainya. Menurutnya, daerah bisa berkontribusi dengan diversifikasi pangan.

“Keunggulan pangan lokal lebih beradaptasi pada kondisi spesifik iklim di Indonesia. Rendah Input sepert pupuk, air dan pestisidaI, lebih bergizi (Nutrisi Mikro, rendah GI, protein dan vitamin). Cocok dengan budaya penduduk lokal,” bebernya

Berbagai jenis pangan lokal tersebut ialah serealia antara lain Jagung lokal, padi berpigmen, hanjeli, sorgum, dan milet. Kacang-kacangan misalnya  tunggak, koro pedang, komak, kacang merah. Untuk umbi-umbian yaitu singkong, talas, gembilii, ganyong, porang. Untuk jenis buah-buahan antar lain pisang dan sukun, sedangkan untuk  palma yaitu sagu.

Yudhistira menuturkan, berbagai kebijakan kesiapsiagaan pangan daerah dalam menghadapi krisis iklim dengan melakukan perencanaan berbasis risiko dengan mengintegrasikan data iklim dan kerentanan ke dalam dokumen perencanaan.

“Diversifikasi sumber pangan  dari beras sentris menuju pangan lokal yang adaptif. Edukasi sejak dini melalui muatan lokal pangan lokal di sekolah. Kesiapsiagaan krisis dengan cadangan pangan daerah yang memadai. Kolaborasi lintas sektor karena ketahanan pangan adalah urusan kita Bersama,” sarannya.

Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan Yudhistira, sebagai prioritas kebijakan agenda kerja spesifik untuk BRIDA, BAPPEDA, dan Tim Percepatan Pembangunan, seperti Perencanaan & Data, Produksi & Kesiapsiagaan, Transformasi Kultur & Inklusi.

“Integrasikan kajian dampak iklim ke RPJPD, RPJMD, & RKPD. Tetapkan komoditas unggulan lokal tahan iklim seperti sorgum dan sagu per wilayah. Desentralisasi produksi via optimalisasi pekarangan keluarga & agroforestri. Tetapkan kuota regulasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dan sebagainya” pungkasnya.

 

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINkerugian akibat krisis iklim

Related Posts

Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Jepang Sanae Takaichi.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo dan PM Takaichi Sepakat Indonesia-Jepang Jadi Penjaga Perdamaian

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, TOKYO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyepakati penguatan kemitraan strategis kedua...

Unifil.(Foto: Unifil)

Lagi, 2 Anggota TNI Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon, Indonesia Mengutuk Keras

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia mengutuk sangat keras serangan kedua yang terjadi secara beruntun di dekat Bani Haiyyan, Lebanon...

Puskesmas,Tingkat kepesertaan BPJS

Kasus Campak Lagi Naik di Kota Bandung, Ini Imbauan Pemkot

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Penyakit campak kini sedang mengalami peningkatan kasus. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengajak masyarakat...

Muhammad Adimas Firfaus alias 'Resbob', terdakwa kasus ujaran kebencian penghinaan terhadap Suku Sunda.(Foto:Istimewa).

Sesal ‘Resbob’, Minta Maaf ke Warga Jabar Mengaku Ingin Dalami Budaya Sunda

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus ujaran kebencian pengninaan terhadap Suku Sunda, yang menyeret Youtuber sekaligus Streamer. Muhammad Adimas Firdaus alias 'Resbob', berujung penyesalan...

Jamaah haji di Masjidil Haram Mekkah.(Foto: Ilustasi/Kemenag)

Haji 2026: Panitia Matangkan Persiapan Mitigasi dan Fleksibilitas

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, MADINAH – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus memacu persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri pelepasan KRI Bima Suci di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL, Jakarta, Selasa (31/3/2026).(Foto: Kemendag)

Pelayaran Dunia KRI Bima Suci, Wamendag Hadiri Acara Pelepasan

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri pelepasan KRI Bima Suci di Markas Komando Lintas Laut Militer...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.