• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Potensi Kerugian Akibat Krisis Iklim Rp 112,2 Triliun

Editor
Selasa, 31 Maret 2026 - 02:00
Kemarau hari tanpa hujan kekeringan sawah,walhi

Hari tanpa hujan cukup panjang akan terjadi di sejumlah daerah saat musim kemarau mendatang, ungkap rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (IMAGE: BMKG)

SATUJABAR, JAKARTA – Krisis iklim merupakan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Krisis iklim menurunkan produktivitas pangan yang signifikan, dan kerugian ekonomi makro.

Potensi kerugian ekonomi makro sebesar Rp 112,2 triliun, estimasi kerugian akibat krisis iklim mencapai 0,5% dari total PDB Indonesia pada 2024. Sedangkan dampak ekonomi sektor pangan setara dengan 0,18% hingga 1,26% PDB.

RelatedPosts

HUT Kemerdekaan RI ke-81: Warga Sumedang Tumpah Ruah Ngagogo Ikan

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi

Bandara Husein Layani 10 Penerbangan di Long Weekend

“Untuk bencana hidrometeorologi, kerugian tahunan akibat banjir dan longsor yang dipicu oleh perubahan iklim sebesar Rp. 50 T”, terang Yudhistira Nugraha Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, saat menjadi narasumber pada Diseminasi Inovasi Pangan Tahan Iklim Ekstrem sebagai Strategi Ketahanan Pangan di Wilayah Rawan Bencana, Senin (30/03) dilansir laman BRIN.

Dia menambahkan, komponen dampak iklim terhadap ketersediaan pangan, meliputi gagal panen langsung 40%, gangguan distribusi 25%, kerusakan infrastruktur 20%, dan pergeseran musim tanam 15%. Artinya memang secara ekonomis dampak perubahan iklim ini sangat merugikan.

“Dampak perubahan iklim pada produksi tanaman, yaitu pengaruh langsung kepada tanaman. Artinya tanaman akan merasakkan panas pada siang hari, sehingga menurunkan produksi dan kualitas biji. Pengaruh tidak langsung misalnya peningkatan permukaan air laut (salin), kekeringan, banjir, ledakan populasi hama dan penyakit yang parah,” paparnya.

Yudhistira juga menerangkan secara umum kalau ada perubahan iklim dinyatakan dengan adanya dampak El Nino di Indonesia. Utamanya dampak El Nino pada 2002 sampai 2016 menurunnya produksi padi. Secara nasional lahan sawah yang terkena kekeringan pada saat El Nino berkisar 450,000 – 800,000 Ha.

“Data produksi padi Indonesia periode 1990-2017 menunjukkan terjadi penurunan produksi pada saat El Nino berkisar 100 ribu ton -1.7 juta ton tergantung intensitas El Nino. Rata-rata 300 rb ha sawah tergenang banjir yang berakibat pada penurunan produksi dan gagal panen,” bebernya.

 

Solusi

Dia memberikan dua solusi, yaitu adaptasi dengan meningkatkan produktivitas dan ketahanan terhadap cekaman iklim, manajemen ketersediaan air, dan stok pangan. Solusi kedua dengan mitigasi melalui pengurangan emisi Karbondioksida (CO2 ), Metan (CH4 ), dan Nitrous oxide (N2O), restorasi hutan dan pembangunan infrastruktur.

“Peran BRIN sebagai lembaga riset untuk bisa memfasilitasi atau memberikan kontribusi secara nasional untuk mengantisipasi adanya iklim ekstrim ini. Pertama, menyediakan inovasi yang bisa diimplementasikan di daerah,” ujarnya.

Kedua, tambahnya, BRIN bisa sebagai validator Ilmiah dan menyediakan Science-Based Targets yang terdiri dari Validasi Klaim Dampak misalnya, menghitung secara ilmiah penurunan emisi GRK. Selanjutnya, konsultasi ilmiah untuk Industri/PEMDA/PT dengan pakar BRIN untuk merancang program yang paling efektif secara ilmiah.

“Ketiga, kita juga bisa sebagai fasilitator kolaborasi multi-pihak, dan keempat sebagai penyedia data baseline dan outlook. Ke depan, bagaimana kita bisa memberikan rekomendasi kepada stakeholder yang membutuhkan,” tegasnya.

 

Budidaya Cerdas

Yudhistira memberikan beberapa contoh praktek budidaya cerdas iklim (CSA) pada padi yaitu penentuan pola dan waktu tanam, varietas unggul, pengolahan lahan. Untuk metode tanam dengan sebar benih langsung, dan ratun.

“Pengelolaan air dengan alternate wet and dry, single/multiple drainage, penambahan kompos dan pupuk organik. Berikutnya, pengelolaan pupuk N dengan split dosis, dan slow realease,” paparnya.

Dia menegaskan, peran daerah tentunya tidak hanya untuk produksi pangan seperti padi, jagung, dan sebagainya. Menurutnya, daerah bisa berkontribusi dengan diversifikasi pangan.

“Keunggulan pangan lokal lebih beradaptasi pada kondisi spesifik iklim di Indonesia. Rendah Input sepert pupuk, air dan pestisidaI, lebih bergizi (Nutrisi Mikro, rendah GI, protein dan vitamin). Cocok dengan budaya penduduk lokal,” bebernya

Berbagai jenis pangan lokal tersebut ialah serealia antara lain Jagung lokal, padi berpigmen, hanjeli, sorgum, dan milet. Kacang-kacangan misalnya  tunggak, koro pedang, komak, kacang merah. Untuk umbi-umbian yaitu singkong, talas, gembilii, ganyong, porang. Untuk jenis buah-buahan antar lain pisang dan sukun, sedangkan untuk  palma yaitu sagu.

Yudhistira menuturkan, berbagai kebijakan kesiapsiagaan pangan daerah dalam menghadapi krisis iklim dengan melakukan perencanaan berbasis risiko dengan mengintegrasikan data iklim dan kerentanan ke dalam dokumen perencanaan.

“Diversifikasi sumber pangan  dari beras sentris menuju pangan lokal yang adaptif. Edukasi sejak dini melalui muatan lokal pangan lokal di sekolah. Kesiapsiagaan krisis dengan cadangan pangan daerah yang memadai. Kolaborasi lintas sektor karena ketahanan pangan adalah urusan kita Bersama,” sarannya.

Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan Yudhistira, sebagai prioritas kebijakan agenda kerja spesifik untuk BRIDA, BAPPEDA, dan Tim Percepatan Pembangunan, seperti Perencanaan & Data, Produksi & Kesiapsiagaan, Transformasi Kultur & Inklusi.

“Integrasikan kajian dampak iklim ke RPJPD, RPJMD, & RKPD. Tetapkan komoditas unggulan lokal tahan iklim seperti sorgum dan sagu per wilayah. Desentralisasi produksi via optimalisasi pekarangan keluarga & agroforestri. Tetapkan kuota regulasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dan sebagainya” pungkasnya.

 

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINkerugian akibat krisis iklim

Related Posts

Warga tumpah ruah mengikuti tradisi ngagogo lauk di Kolam Masjid Al Kamil, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (17/8/2026) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

HUT Kemerdekaan RI ke-81: Warga Sumedang Tumpah Ruah Ngagogo Ikan

Editor
17 Agustus 2026

SUMEDANG - Warga tumpah ruah mengikuti tradisi ngagogo lauk di Kolam Masjid Al Kamil, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (17/8/2026)....

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi

Editor
17 Agustus 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin...

Pesawat jet Garuda Indonesia di Bandara Husein Sastranegara Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein Layani 10 Penerbangan di Long Weekend

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung terus menunjukkan perkembangan positif. Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan resmikan pembukaan Alun-alun Bandung bertepatan dengan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka, Wali Kota Ajak Warga Tertib

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG - Alun-alun Bandung Kota Bandung kembali dibuka untuk masyarakat setelah menjalani sejumlah evaluasi dan perbaikan. Pembukaan kembali ruang terbuka...

Ilustrasi gerombolan bermotor.(Foto:Istimewa).

11 Remaja Gerombolan Bermotor di Bandung, Ugal-Ugalan Ditangkap

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sebelas orang gerombolan bermotor melakukan aksi ugal-ugalan di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka diamakan polisi, setelah aksinya membahayakan...

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono.(Foto:Istimewa).

Pemalak Pengendara Sepeda Motor Bawa Golok di Bandung Ditangkap

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi pemalakan terhadap pengendara sepeda motor di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial. Pelaku yang memaksa meminta...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung