• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 27 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Atasi Macet, Pemkot Bandung Terapkan Tiga Strategi

Editor
Minggu, 22 Februari 2026 - 08:48
Macet tol

Ilustrasi antrian kendaraan di Tol Pasteur.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG – Untuk mengatasi persoalan kemacetan yang sudah demikian kentara, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah strategis. Selama ini, kemacetan menjadi salah satu isu public utama karena seling dikeluhkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat Wawancara Khusus “Berita Satu Spesial” B-Tv bertema Satu Tahun Kepala Daerah, Sinergi Pusat & Daerah, Jumat, 20 Februari 2026.

RelatedPosts

BRIN Dorong Kementerian KKP Perkuat Data Biota Kuda Laut, Kenapa?

Konservasi Kuda Laut Indonesia Ditetapkan di Lima Lokasi

Kuda Laut Indonesia Mencapai 13 Jenis dari 46 Jenis di Dunia

Farhan mengakui, Kota Bandung memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Namun, di sisi lain, berbagai persoalan klasik seperti sampah dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang memengaruhi capaian target pertumbuhan daerah.

“Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk menghadapi kemacetan ini,” ujar Farhan seperti dikutip dari Humas Pemkot Bandung.

Langkah pertama adalah peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan. Pemkot Bandung bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pembangunan dan perbaikan jalan.

Ia menyebut, pemerintah pusat telah menyelesaikan dua jalan layang utama, namun masih dibutuhkan pembangunan enam fly over tambahan di lintasan kereta api serta tiga jembatan konektivitas di sekitar Stasiun KCIC Tegaluar dan wilayah Gedebage.

Selain itu, peningkatan kualitas penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian, terutama di kawasan Jalan Soekarno-Hatta wilayah timur yang dinilai masih menjadi titik persoalan besar.

Langkah kedua adalah penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan melalui sistem ATCS (Automatic Traffic Control System). Sistem ini diharapkan mampu mengatur lalu lintas secara lebih adaptif dan efisien.

Farhan menyebut, implementasi program tersebut tidak mudah karena memerlukan perencanaan matang serta koordinasi lintas pemerintah.

“Tidak mudahnya karena pengadaannya harus betul-betul perencanaan yang sangat baik karena melibatkan tiga organisasi besar, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” jelasnya.

Langkah ketiga adalah penguatan transportasi massal. Pemkot Bandung bersama Kementerian Perhubungan dan dukungan World Bank tengah mendorong dua program besar, yakni pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta studi kelayakan LRT bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Menurut Farhan, BRT dirancang melayani koridor timur–barat, sementara LRT akan menghubungkan jalur utara–selatan. Skema ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung sistem transportasi massal Kota Bandung.

Namun demikian, ia menyatakan, revitalisasi angkutan kota (angkot) tetap menjadi bagian penting dari sistem baru tersebut. Angkot harus bertransformasi menjadi feeder bagi BRT dan LRT agar sistem transportasi terintegrasi dapat berjalan optimal.

Farhan juga menyoroti persoalan mendasar transportasi di Bandung yang belum mengalami perubahan trayek sejak 1984. Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dinilai sudah terlalu tinggi, sehingga dibutuhkan langkah revolusioner untuk mengembalikan minat warga menggunakan transportasi umum.

“Terus terang sekarang ini kualitas kendaraan umum dan transportasi umum di Kota Bandung sangat tidak layak,” ungkapnya.

Farhan mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci dalam mendorong percepatan realisasi berbagai program tersebut.

Menurutnya, pembenahan transportasi bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing pariwisata Kota Bandung ke depan.

Tags: bandung macetmacet bandung

Related Posts

Delapan dari 13 jenis kuda laut di Indonesia.(Image: BRIN)

BRIN Dorong Kementerian KKP Perkuat Data Biota Kuda Laut, Kenapa?

Editor
27 Agustus 2026

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem...

Kuda laut.(Foto: Humas BRIN)

Konservasi Kuda Laut Indonesia Ditetapkan di Lima Lokasi

Editor
27 Agustus 2026

JAKARTA – Konservasi kuda laut Indonesia ditetapkan di lima lokasi yang diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan di provinsi lainnya....

Delapan dari 13 jenis kuda laut di Indonesia.(Image: BRIN)

Kuda Laut Indonesia Mencapai 13 Jenis dari 46 Jenis di Dunia

Editor
27 Agustus 2026

JAKARTA – Kuda laut Indonesia terdapat 13 jenis dari total 46 jenis yang diketahui secara global. Dari 13 jenis kuda...

Menkomdigi Meutya Hafid mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (26/08/2026). Menkomdigi menekankan agar persaingan di industry penyiaran merebut perhatian publik tidak boleh membuat kualitas siaran dikorbankan. Foto: Anhar/Komdigi

Persaingan Penyiaran, Menkomdigi: Jangan Korbankan Kualitas

Editor
27 Agustus 2026

Persaingan penyiaran merupakan buah dari industri untuk menjadi yang terdepan dalam berebut atensi masyarakat yang makin ketat. JAKARTA - Perubahan...

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar dan Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik Esther Samboh memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan pertemuan di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (26/08/2026). Foto: Anhar/Komdigi

Kemkomdigi Minta Meta Percepat Pemulihan Akun WhatsApp

Editor
27 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital meminta Meta segera memulihkan akun WhatsApp masyarakat yang terdampak penonaktifan sistem. WhatsApp mengakui penonaktifan...

Suasana di lokasi Omzet Bandung Great Sale 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Omzet Bandung Great Sale 2026 Rp1,52 Miliar

Editor
27 Agustus 2026

BANDUNG – Omzet Bandung Great Sale (BGS) 2026 sebesar Rp1.526.914.542 selama tiga hari pelaksanaan pada 21-23 Agustus 2026 di Laswi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.