• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Buku Klasik Islam Abad Ke-18 Ini Prediksikan Awal Puasa 18 Februari 2026 dan Lebaran Jum’at 20 Maret 2026

Editor
Rabu, 18 Februari 2026 - 07:39
(Image: muhammadiyah.or.id)

(Image: muhammadiyah.or.id)

SATUJABAR, YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). KHGT merupakan sistem penanggalan internasional yang menggunakan kriteria satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, KHGT hadir sebagai solusi atas problematika perbedaan hari besar Islam. KHGT menggunakan prinsip bahwa jika hilal sudah terpenuhi di bagian bumi mana pun menurut parameter tertentu, maka tanggal baru dimulai bagi seluruh dunia secara serempak.

RelatedPosts

Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Infrastruktur Pasif Telekomunikasi Terus Digarap, Wali Kota Tekankan Keselamatan Pengguna Jalan

Hujan Badai Landa Kota Bandung, Wali Kota Janjikan Penanganan Segera

Namun, di balik kecanggihan teknologi komputasi masa kini, terselip sebuah fakta sejarah yang memukau. Jauh sebelum era satelit dan algoritma modern, seorang ahli falak terkemuka dari Mesir pada abad ke-19 telah memprediksi tanggal yang sama persis dengan akurasi yang mencengangkan.

Informasi mengenai naskah bersejarah ini didapati melalui Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid, yang membagikannya di grup WhatsApp pada Selasa (17/02).

Tokoh jenius di balik perhitungan tersebut adalah Muhammad Mukhtar Pasha, seorang cendekiawan sekaligus militer Mesir yang menyusun mahakarya berjudul Al-Tawfīqāt al-Ilhāmiyyah fī al-Muqāranat al-Tawārīkh al-Hijriyyah bi al-Sinīn al-Ifranjiyyah wa al-Qibṭiyyah.

Kitab ini merupakan sebuah karya sinkronisasi sistematis yang membandingkan tahun-tahun dalam kalender Hijriah (Hilāliyyah) dengan kalender Syamsiyah, baik versi Masehi/Eropa (Ifranjiyyah) maupun kalender Mesir kuno (Qibṭiyyah).

Dalam mukadimahnya, Mukhtar Pasha menunjukkan kerendahan hati sekaligus visi yang jauh ke depan. Ia menarasikan bahwa Allah telah menjadikan matahari dan bulan sebagai tanda kebesaran-Nya yang tidak terpengaruh oleh kematian atau kehidupan seseorang (lā yankasifāni li mawti aḥadin wa lā liḥayātih).

Baginya, memahami gerak cakrawala adalah kebutuhan vital manusia (ḍarūrata ma‘rifatih bi al-awqāt) demi menjalankan kewajiban agama (liyu’addiya mafrūḍātih al-dīniyyah) dan urusan duniawi (wa yaqūma bi wājibāti ma‘āsyih al-dunyawiyyah).

Mukhtar Pasha juga menekankan pentingnya sejarah bagi peradaban. Ia menyebut bahwa bangsa-bangsa selalu rindu untuk menjaga sejarah leluhur mereka (tasyrru’bu al-a‘nāq… ilā ḥifẓi tārīkh al-salaf al-awwal). Namun, karya sebelumnya justru banyak menimbulkan kebingungan karena perbedaan metode, sehingga ia berusaha menyusun sistem yang lebih teratur melalui metode penanggalan (taqwīm) berbasis penelitian lurus/teliti (manhaj al-taḥarrī al-qawīm). Motivasi inilah yang mendorongnya menyusun penanggalan yang ia proyeksikan hingga tahun 1500 Hijriah.

Yang sangat mengesankan adalah tabel untuk tahun 1447 Hijriah yang terdapat pada halaman 764 dalam naskah tersebut. Muhammad Mukhtar Pasha secara eksplisit mencantumkan konversi waktu yang sangat mendetail.

Menurut Mukhtar Pasha, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Rabu (al-Arbi‘ā’). Tanggal tersebut bertepatan dengan 18 Februari 2026 Masehi (18 Fibrāyir). Selain itu, Mukhtar Pasha juga telah memprediksi awal Syawal 1447 H (Idul Fitri) jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026 Masehi (20 Māris).

Bisa jadi, keselarasan sempurna antara prediksi Mukhtar Pasha dan KHGT ini merupakan sebuah “kebetulan”. Meskipun ditulis pada abad ke-19 di Mesir, era di mana perhitungan dilakukan secara manual tanpa bantuan komputer super, hasil kerja keras Mukhtar Pasha secara mengejutkan mampu “bertemu” dengan hasil ijtihad kalender global modern pada titik koordinat waktu yang sama persis.

Ketepatan ini memicu pertanyaan: kriteria apa yang sebenarnya digunakan oleh Mukhtar Pasha?

Meskipun Mukhtar Pasha tidak menjelaskan secara mendetail algoritma spesifik yang dipakai, kuat dugaan bahwa ia menggunakan pendekatan Kriteria Global. Mengingat ia membandingkan tahun Hijriah dengan tahun Syamsiyah secara presisi untuk rentang waktu ratusan tahun.

Hal ini sekaligus menyiratkan sebuah pesan penting bahwa gagasan mengenai kalender Islam yang bersifat “global” boleh jadi sudah muncul dan dipraktikkan sejak abad ke-19, atau bahkan mungkin jauh sebelum itu.

Penting untuk dicatat bahwa Muhammadiyah mendasarkan penetapan KHGT, bukan secara khusus merujuk pada kitab ini. Mengingat perbedaan kriteria yang mungkin terjadi di masa depan, sangat mungkin terdapat perbedaan tanggal pada tahun-tahun lainnya.

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Tags: lebaran 2026puasa 2026

Related Posts

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Editor
5 April 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Pesta pernikahan di Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi tragedi maut. Pemilik hajatan tewas setelah dikeroyok sekelompok preman kampung, yang kini...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (baju putih) meninjau proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Infrastruktur Pasif Telekomunikasi Terus Digarap, Wali Kota Tekankan Keselamatan Pengguna Jalan

Editor
5 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Di sejumlah sudut di Kota Bandung masih berjalan pembangunan IPT atau Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT). Kini proyek...

Pohon tumbang akibat hujan badai.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Hujan Badai Landa Kota Bandung, Wali Kota Janjikan Penanganan Segera

Editor
5 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Hujan badai yang melanda Kota Bandung Jum’at lalu (3/4/202) masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bandung....

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Komitmen Kawal Jati Diri Daerah

Editor
5 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengungkapkan komitmennya untuk menjaga jati diri daerah. Hal itu ditunjukkan Bupati Sumedang ...

Menteri Luar Negeri Sugiono.(Foto: Setneg)

Tiga Prajurit Gugur di Misi UNIFIL, Indonesia Desak PBB Lakukan Investigasi

Editor
5 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya tiga prajurit penjaga perdamaian Tanah Air saat menjalankan misi...

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Prosesi penghormatan berlangsung di ruang persemayaman Terminal VIP Bandara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026), dalam suasana khidmat dan penuh duka.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Editor
5 April 2026

TANGERANG – Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.