• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 23 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan sebagai Kanopi Sosial

Editor
Rabu, 18 Februari 2026 - 07:15
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.(Foto: Muhammadiyah)

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.(Foto: Muhammadiyah)

SATUJABAR, YOGYAKARTA – Umat Islam di seluruh dunia akan memulai puasa Ramadhan 1447 H. Boleh jadi waktu mengawali puasa masih akan berbeda baik di Indonesia maupun di dunia Islam. Hal itu sering terjadi menjadi sesuatu yanh biasa.

Masalahnya, jika umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal, kemungkinan besar akan terus terjadi perbedaan untuk penetapan hari-hari besar Islam.

RelatedPosts

Dam Jemaah Haji Indonesia Total 126.832 Hadyu

Ekonomi Digital Indonesia Akan Mencapai US$360 Miliar

MAN Insan Cendekia Serpong Raih Lisensi IB, Lulusannya Bisa Masuk Kampus Top Dunia

Oleh karena itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiya, Haedar Nashir meminta supaya di tengah perbedaan itu umat Islam menyikapinya dengan cerdas dan tasamuh.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Haedar pada Selasa (17/2/2026).

Perbedaan harus disikapi dengan arif  bijaksana. Terlebih, puasa itu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan takwa, baik penigkatan takwa untuk pribadi maupun kolektif. Jadi fokuskan pada hal substantif nagaimana puasa bagi setiap muslim benar-benar menggapai ketaqwaan dalam wujud menjalankan segala perintah Allah danenjauhi larangan-larangan-Nya serta menghadirkan kebaikan hidup serba utama.

Melalui peningkatan takwa kepada Allah SWT, Haedar berharap, hubungan atau relasi sosial kemasyarakatan juga semakin baik. Menebar lebaikan hidup bagi sesama dan lingkungan semesta.

Maka berbagai urusan apapun itu jangan sampai mengganggu tujuan utama mencapai takwa. Oleh karenanya, dengan bekal kecerdasan dan keimanan, umat Islam akan meraih ketakwaan dan  meningkat derajat kemuliaannya.

Haedar juga berpesan supaya Puasa Ramadan 1447 H dapat dijalankan umat Islam dengan tenang, damai, penuh kematangan, dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk kehidupan termasuk perbedaan awal Ramadan.

“Dalam konteks yang lebih luas, Ramadan diharapkan kita menjadi umat yang terbaik. Baik dalam kerohanian senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, maupun dalam hal keilmuan  yang kian tinggi dan mrnebar  segala kebaikan yang makin luas,” pesan Haedar.

 

Puasa Ramadan untuk Perbaikan Akhlak Pribadi dan Publik

Puasa Ramadan diharapkan  menjaga dan memperbaiki akhlak harian serta akhlak publik seorang muslim. Muaranya puasa menjadi wahana  perbaikan karakter dan krmampuan kaum muslim untuk menjadi umat terbaik.

Menurutnya, jika umat Islam masih begini-begini saja, yakni tidak naik kelas menjadi umat terbaik, maka kejayaan, martabat, dan perlombaan untuk menciptakan peradaban maju sulit dimenangkan.

Umat Islam juga tidak boleh menjadi fatalis, hanya menyerah pada nasib, khususnya dalam konteks ekonomi yang hematnya masih memerlukan perjuangan dan kerja keras untuk bisa setara dengan peradaban yang lain.

“Meraih kualitas hidup umat Islan terutama di bidang ekonomi sungguh memerlukan  kesungguhan. Puasa justru melatih kita untuk hidup efisien, prihatin, hidup untuk bisa hemat, dan lain sebagainya. Dan itu menjadi pangkal kita maju di bidang ekonomi,” tuturnya.

 

Puasa jadi Kanopi Sosial, Tak Sekadar Tahan Lapar dan Dahaga

“Dalam konteks sosial yang lebih luas, umat Islam harus jadi perekat sosial. Puasa itu melatih kita untuk tahan diri, hatta di saat ada pihak yang mengajak kita berkonflik atau bertengkar,” ungkapnya.

Haedar mengingatkan, bahwa puasa tak sebatas menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan nafsu dan hasrat yang merusak kerekatan sosial, termasuk mengajari muslim untuk bersabar.

Terlebih, di era media sosial yang selalu memancing hasrat muslim untuk melampiaskan amarah, kebencian, dan perselisihan maka puasa seharusnya menjadi tameng untuk menangkal dan menahan hawa nafsu agar tidak lepas diri.

“Dengan berbagai macam informasi, postingan, yang kira-kira memberi suasana panas dalam kehidupan sosial kebangsaan kita. Maka puasa harus menjadi kanopi sosial kita,” katanya.

Seorang muslim yang menjalankan puasa harus pandai-pandai menempatkan diri, sebagai agen yang menebar damai dan kebaikan sekaligus menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.

Terakhir, Haedar berpesan supaya puasa Ramadan menjadi waktu untuk mencapai kemajuan hidup, hal ini selaras dengan substansi dari takwa yang ingin diraih setiap muslim yang berpuasa agar meraih segala keutamaan hidup di atas fondasi tauhid.

“Takwa itu juga puncaknya adalah perbaikan martabat hidup tertinggi, maka umat Islam harus menjadi umat yang maju dalam berbagai kehidupan, baik spiritual, moral, sosial, ekonomi, politik dan berbagai aspek yang lain menuju peradaban utama,” pungkasnya.

 

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Tags: Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashirpuasaramadanramadhan

Related Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) memaparkan tentang dam jemaah haji Indonesia.(Foto: Humas Kemenhaj)

Dam Jemaah Haji Indonesia Total 126.832 Hadyu

Editor
23 Mei 2026

Dam jemaah haji  rinciannya 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui Adahi, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 puasa, dan...

ekonomi digital

Ekonomi Digital Indonesia Akan Mencapai US$360 Miliar

Editor
23 Mei 2026

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui PDB US$100 miliar pada tahun 2026 dan berpotensi mencapai antara US$220 miliar dan US$360 miliar...

Menteri Agama Nasaruddin Umar berbincang dengan siswa MAN Insan Cendekia Serpong.(Foto: Humas Kemenag)

MAN Insan Cendekia Serpong Raih Lisensi IB, Lulusannya Bisa Masuk Kampus Top Dunia

Editor
23 Mei 2026

SATUJABAR, SERPONG - MAN Insan Cendekia Serpong, Madrasah Aliyah Negeri binaan Kementerian Agama berhasil memperoleh lisensi menjalankan kurikulum International Baccalaureate...

Jemaah Haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Seluruh Jemaah Sudah di Tanah Suci

Editor
23 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH – Haji 2026 tinggal menunggu fase puncak haji di Arafah, Musdaliffah dan Mina. Menurut Kementerian Haji dan Umrah,...

Pak Firdaus atau Muhammad Firdaus, usia 72 tahun, Kloter JKG-27..(Image: Istimewa)

Pak Firdaus Jemaah Haji yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat

Editor
23 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH – Pak Fidaus atau Muhammad Firdaus yang sempat hilang ditemukan wafat. Berita duka dari Tanah Suci dikabarkan Kementerian...

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar.(Foto: Dok. Komdigi)

www.polymarket.com , Situs Diduga Judol Diblokir

Editor
23 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – www.polymarket.com, situs diduga judol berkedok prediksi market dengan transaksi aset kripto diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.