• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan sebagai Kanopi Sosial

Editor
Rabu, 18 Februari 2026 - 07:15
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.(Foto: Muhammadiyah)

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.(Foto: Muhammadiyah)

SATUJABAR, YOGYAKARTA – Umat Islam di seluruh dunia akan memulai puasa Ramadhan 1447 H. Boleh jadi waktu mengawali puasa masih akan berbeda baik di Indonesia maupun di dunia Islam. Hal itu sering terjadi menjadi sesuatu yanh biasa.

Masalahnya, jika umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal, kemungkinan besar akan terus terjadi perbedaan untuk penetapan hari-hari besar Islam.

RelatedPosts

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Oleh karena itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiya, Haedar Nashir meminta supaya di tengah perbedaan itu umat Islam menyikapinya dengan cerdas dan tasamuh.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Haedar pada Selasa (17/2/2026).

Perbedaan harus disikapi dengan arif  bijaksana. Terlebih, puasa itu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan takwa, baik penigkatan takwa untuk pribadi maupun kolektif. Jadi fokuskan pada hal substantif nagaimana puasa bagi setiap muslim benar-benar menggapai ketaqwaan dalam wujud menjalankan segala perintah Allah danenjauhi larangan-larangan-Nya serta menghadirkan kebaikan hidup serba utama.

Melalui peningkatan takwa kepada Allah SWT, Haedar berharap, hubungan atau relasi sosial kemasyarakatan juga semakin baik. Menebar lebaikan hidup bagi sesama dan lingkungan semesta.

Maka berbagai urusan apapun itu jangan sampai mengganggu tujuan utama mencapai takwa. Oleh karenanya, dengan bekal kecerdasan dan keimanan, umat Islam akan meraih ketakwaan dan  meningkat derajat kemuliaannya.

Haedar juga berpesan supaya Puasa Ramadan 1447 H dapat dijalankan umat Islam dengan tenang, damai, penuh kematangan, dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk kehidupan termasuk perbedaan awal Ramadan.

“Dalam konteks yang lebih luas, Ramadan diharapkan kita menjadi umat yang terbaik. Baik dalam kerohanian senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, maupun dalam hal keilmuan  yang kian tinggi dan mrnebar  segala kebaikan yang makin luas,” pesan Haedar.

 

Puasa Ramadan untuk Perbaikan Akhlak Pribadi dan Publik

Puasa Ramadan diharapkan  menjaga dan memperbaiki akhlak harian serta akhlak publik seorang muslim. Muaranya puasa menjadi wahana  perbaikan karakter dan krmampuan kaum muslim untuk menjadi umat terbaik.

Menurutnya, jika umat Islam masih begini-begini saja, yakni tidak naik kelas menjadi umat terbaik, maka kejayaan, martabat, dan perlombaan untuk menciptakan peradaban maju sulit dimenangkan.

Umat Islam juga tidak boleh menjadi fatalis, hanya menyerah pada nasib, khususnya dalam konteks ekonomi yang hematnya masih memerlukan perjuangan dan kerja keras untuk bisa setara dengan peradaban yang lain.

“Meraih kualitas hidup umat Islan terutama di bidang ekonomi sungguh memerlukan  kesungguhan. Puasa justru melatih kita untuk hidup efisien, prihatin, hidup untuk bisa hemat, dan lain sebagainya. Dan itu menjadi pangkal kita maju di bidang ekonomi,” tuturnya.

 

Puasa jadi Kanopi Sosial, Tak Sekadar Tahan Lapar dan Dahaga

“Dalam konteks sosial yang lebih luas, umat Islam harus jadi perekat sosial. Puasa itu melatih kita untuk tahan diri, hatta di saat ada pihak yang mengajak kita berkonflik atau bertengkar,” ungkapnya.

Haedar mengingatkan, bahwa puasa tak sebatas menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan nafsu dan hasrat yang merusak kerekatan sosial, termasuk mengajari muslim untuk bersabar.

Terlebih, di era media sosial yang selalu memancing hasrat muslim untuk melampiaskan amarah, kebencian, dan perselisihan maka puasa seharusnya menjadi tameng untuk menangkal dan menahan hawa nafsu agar tidak lepas diri.

“Dengan berbagai macam informasi, postingan, yang kira-kira memberi suasana panas dalam kehidupan sosial kebangsaan kita. Maka puasa harus menjadi kanopi sosial kita,” katanya.

Seorang muslim yang menjalankan puasa harus pandai-pandai menempatkan diri, sebagai agen yang menebar damai dan kebaikan sekaligus menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.

Terakhir, Haedar berpesan supaya puasa Ramadan menjadi waktu untuk mencapai kemajuan hidup, hal ini selaras dengan substansi dari takwa yang ingin diraih setiap muslim yang berpuasa agar meraih segala keutamaan hidup di atas fondasi tauhid.

“Takwa itu juga puncaknya adalah perbaikan martabat hidup tertinggi, maka umat Islam harus menjadi umat yang maju dalam berbagai kehidupan, baik spiritual, moral, sosial, ekonomi, politik dan berbagai aspek yang lain menuju peradaban utama,” pungkasnya.

 

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Tags: Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashirpuasaramadanramadhan

Related Posts

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Oktober...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (14 Okt).(Foto: Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Editor
15 Oktober 2026

TANGERANG - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi...

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kabupaten Garut)

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Grand Opening Bogor Great Mall di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

Editor
15 Oktober 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan pimpinan DPRD Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Editor
15 Oktober 2026

BANDUNG - DPRD Kota Bandung Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Kota Bandung menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 15/10/2026 Antam Rp 2.561.000 Per Gram

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 15/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.561.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.