• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 12 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Peresmian Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan, Tonggak Kebangkitan Budaya Daerah Lewat Optimalisasi Ruang Publik

Editor
Minggu, 08 Februari 2026 - 06:28
(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

SATUJABAR, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menandai satu tahun aktivitas kreatif Yayasan Tulisan dan Gambar (TUDGAM) sekaligus meresmikan Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) di Gedung Graha Wangi, Sabtu (7/2/2026). Momentum ini menjadi tonggak penguatan kolaborasi pusat dan daerah dalam pemajuan kebudayaan, pemanfaatan cagar budaya, serta pengembangan ruang publik berbasis seni.

Acara dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra, diwakili Sekretaris Ditjen PPPK Kementerian Kebudayaan RI Judi Wahjudin, S.S., M.Hum, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Annisa Rengganis, S.Ip., M.A., perwakilan Bank Indonesia Cirebon Ari Andira, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc., Kepala BEEK Agung M. Abdul, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan Dr. Fanny Amaliasari, M.Hum., perwakilan BPKAD, serta para seniman dan komunitas budaya Kuningan, di antaranya Yusuf Oeblet (Padepokan Bumi Seni Tari Kolot), Edi Supardi (Teater Sado), Para Seniman, Budayawan dan lainnya.

RelatedPosts

Dewan Kebudayaan Kuningan 2026-2030Dilantik

Egrang Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Ruang Digital

Di Bogor, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Disambut Ribuan Warga

Mewakili Bupati Kuningan, Wakil Bupati Tuti Andriani menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap geliat seni budaya di daerah. Ia menegaskan Gedung Graha Wangi merupakan salah satu bangunan heritage yang telah ditetapkan sebagai bagian dari cagar budaya Kabupaten Kuningan.

“Graha Wangi adalah warisan bersejarah yang memiliki nilai penting. Karena itu harus kita jaga, rawat, dan manfaatkan bersama. Kehadiran BEEK menjadi ikhtiar kolektif untuk menyediakan ruang ekspresi, laboratorium kreativitas, sekaligus penggerak literasi budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya dilansir laman Pemkab Kuningan.

(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

Menurut Wabup, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen mendukung komunitas kreatif karena pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan karakter dan ekosistem kebudayaan. Ia berharap kehadiran Kementerian Kebudayaan memperkuat sinergi fasilitas ruang publik seni dan pelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PPPK Kementerian Kebudayaan Judi Wahjudin menilai pemanfaatan cagar budaya sebagai ruang publik kreatif merupakan praktik baik yang perlu diperluas.

“Pelaku kebudayaan membutuhkan ruang. Cagar budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga harus dimanfaatkan agar hidup dan memberi dampak sosial maupun ekonomi. Kebudayaan adalah profesi yang harus dihargai dan diperkuat melalui kebijakan serta akses ruang,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan membuka peluang revitalisasi ruang budaya dan dukungan program bagi lembaga berbadan hukum, sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni nasional.

Dalam sambutan tertulis Dirjen PPPK Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, ditegaskan bahwa pemanfaatan cagar budaya sebagai ruang publik selaras dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Sepanjang 2025, Ditjen PPPK telah merevitalisasi puluhan aset budaya di berbagai daerah dan akan terus memperluas program tersebut.

(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

BEEK sendiri merupakan reformulasi TUDGAM menjadi art collective compound yang menampung berbagai inisiatif kreatif seperti Kuningan Biennale, Sekolah Baik, Adu Ide, hingga kolaborasi UMKM kreatif. Kehadirannya diharapkan menjadi katalisator lahirnya karya budaya baru sekaligus memperkuat identitas lokal Kuningan di tingkat nasional.

Peresmian ini menegaskan semangat gotong royong antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi. Pemerintah daerah berharap ruang kreatif seperti BEEK dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai serta melestarikan budaya daerah.

Tags: Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan

Related Posts

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Kuningan, Selasa (12/5/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Dewan Kebudayaan Kuningan 2026-2030Dilantik

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, KUNINGAN — Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 dilantik Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam prosesi yang berlangsung di...

Egrang – permainan tradisional - dinilai semakin relevan di tengah tingginya intensitas anak-anak hidup di ruang digital, ungkap Wamen Komdigi Nezar Patria.(Foto: Komdigi)

Egrang Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Ruang Digital

Editor
10 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Egrang – permainan tradisional - dinilai semakin relevan di tengah tingginya intensitas anak-anak hidup di ruang digital....

Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Di Bogor, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Disambut Ribuan Warga

Editor
10 Mei 2026

Sejak sore hari, masyarakat sudah berdatangan dan memenuhi sepanjang jalur kirab demi menyaksikan salah satu perhelatan budaya terbesar yang menghadirkan...

Wayang Kulit Gegesik hadir di Alun-alun Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.(Foto: Humas Pemkab Cirebon)

Wayang Kulit Gegesik & Regenerasi Dalang

Editor
10 Mei 2026

KABUPATEN CIREBON —Wayang Kulit Gegesik hadir di Alun-alun Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, menjadi ajang regenerasi dalang muda sekaligus upaya pelestarian...

Festival Budaya Nusantara XVII 2026 hadir atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital Media Sekolah Vokasi IPB.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Festival Budaya Nusantara XVII 2026 di Stadion Pakansari Bogor

Editor
10 Mei 2026

SATUJABAR, CIBINONG - Festival Budaya Nusantara XVII 2026 hadir atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital...

Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Mahkota Binokasih Pajajaran dan Bogor

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, BOGOR – Mahkota Binokasih memiliki keterikatan sejarah dengan Bogor sebagai bagian dari peradaban Pajajaran. Mahkota Binokasih adalah simbol kejayaan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.