• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 28 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Peresmian Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan, Tonggak Kebangkitan Budaya Daerah Lewat Optimalisasi Ruang Publik

Editor
Minggu, 08 Februari 2026 - 06:28
(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

SATUJABAR, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menandai satu tahun aktivitas kreatif Yayasan Tulisan dan Gambar (TUDGAM) sekaligus meresmikan Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) di Gedung Graha Wangi, Sabtu (7/2/2026). Momentum ini menjadi tonggak penguatan kolaborasi pusat dan daerah dalam pemajuan kebudayaan, pemanfaatan cagar budaya, serta pengembangan ruang publik berbasis seni.

Acara dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra, diwakili Sekretaris Ditjen PPPK Kementerian Kebudayaan RI Judi Wahjudin, S.S., M.Hum, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Annisa Rengganis, S.Ip., M.A., perwakilan Bank Indonesia Cirebon Ari Andira, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc., Kepala BEEK Agung M. Abdul, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan Dr. Fanny Amaliasari, M.Hum., perwakilan BPKAD, serta para seniman dan komunitas budaya Kuningan, di antaranya Yusuf Oeblet (Padepokan Bumi Seni Tari Kolot), Edi Supardi (Teater Sado), Para Seniman, Budayawan dan lainnya.

RelatedPosts

Topeng Cirebon yang Terus Beradaptasi

Mapag Pajajaran Anyar, Ikhtiar Pemkab Bogor Lestarikan Budaya dan Sejarah

Mama Syatibi, Ulama Kharismatik Sumedang

Mewakili Bupati Kuningan, Wakil Bupati Tuti Andriani menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap geliat seni budaya di daerah. Ia menegaskan Gedung Graha Wangi merupakan salah satu bangunan heritage yang telah ditetapkan sebagai bagian dari cagar budaya Kabupaten Kuningan.

“Graha Wangi adalah warisan bersejarah yang memiliki nilai penting. Karena itu harus kita jaga, rawat, dan manfaatkan bersama. Kehadiran BEEK menjadi ikhtiar kolektif untuk menyediakan ruang ekspresi, laboratorium kreativitas, sekaligus penggerak literasi budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya dilansir laman Pemkab Kuningan.

(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

Menurut Wabup, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen mendukung komunitas kreatif karena pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan karakter dan ekosistem kebudayaan. Ia berharap kehadiran Kementerian Kebudayaan memperkuat sinergi fasilitas ruang publik seni dan pelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PPPK Kementerian Kebudayaan Judi Wahjudin menilai pemanfaatan cagar budaya sebagai ruang publik kreatif merupakan praktik baik yang perlu diperluas.

“Pelaku kebudayaan membutuhkan ruang. Cagar budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga harus dimanfaatkan agar hidup dan memberi dampak sosial maupun ekonomi. Kebudayaan adalah profesi yang harus dihargai dan diperkuat melalui kebijakan serta akses ruang,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan membuka peluang revitalisasi ruang budaya dan dukungan program bagi lembaga berbadan hukum, sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni nasional.

Dalam sambutan tertulis Dirjen PPPK Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, ditegaskan bahwa pemanfaatan cagar budaya sebagai ruang publik selaras dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Sepanjang 2025, Ditjen PPPK telah merevitalisasi puluhan aset budaya di berbagai daerah dan akan terus memperluas program tersebut.

(Foto: Dok. Humas Pemkab Kuningan)

BEEK sendiri merupakan reformulasi TUDGAM menjadi art collective compound yang menampung berbagai inisiatif kreatif seperti Kuningan Biennale, Sekolah Baik, Adu Ide, hingga kolaborasi UMKM kreatif. Kehadirannya diharapkan menjadi katalisator lahirnya karya budaya baru sekaligus memperkuat identitas lokal Kuningan di tingkat nasional.

Peresmian ini menegaskan semangat gotong royong antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi. Pemerintah daerah berharap ruang kreatif seperti BEEK dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai serta melestarikan budaya daerah.

Tags: Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan

Related Posts

Topeng Cirebon.(Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

Topeng Cirebon yang Terus Beradaptasi

Editor
28 Juni 2026

Topeng Cirebon bukan sekedar tarian, bukan pula sekedar kedok kayu yang diukir indah. Topeng Cirebon adalah sebuah metafora kehidupan. SATUJABAR,...

Bupati Bogor Rudy Susmanto.(FOTO: Humas Pemkab Bogor)

Mapag Pajajaran Anyar, Ikhtiar Pemkab Bogor Lestarikan Budaya dan Sejarah

Editor
27 Juni 2026

SATUJABAR, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam Helaran...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang merupakan cucu Mama Syatibi menyampaikan sambutan pada Haul Mama Syatibi.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Mama Syatibi, Ulama Kharismatik Sumedang

Editor
27 Juni 2026

Mama Syatibi, ulama kharismatik asal Sumedang ikhlas dalam berdakwah. Dengan jalan kaki, naik delman, naik angkutan umum dalam berdakwah. Tapi...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di acara Ngariung Muharam 1448 H.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Ngariung Muharam di Kuningan, Bupati: Refleksi Pembangunan

Editor
26 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dimaknai Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan...

Pengamen cilik Novi beserta keluarga ditemui Bupati Bogor Rudy Susmanto.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Takdir Pengamen Cilik Novi Bertemu Bupati Bogor

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menunjukkan kepeduliannya terhadap Novi, pengamen cilik asal Kecamatan Bojonggede yang viral di media...

Perajin batik dengan motif trusmi di Kabupaten Cirebon.(Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon)

15 Karya Budaya Cirebon Ditetapkan Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat

Editor
24 Juni 2026

15 Karya budaya asli Kabupaten Cirebon resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat. KABUPATEN CIREBON — Aroma Sega...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.