• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 Februari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ikan Dewa Penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Mati Massal, Ada Apa?

Editor
Kamis, 05 Februari 2026 - 09:09
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

SATUJABAR, CIGUGUR – Ikan dewa atau ikan keramat penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Jawa Barat mengalami kematian massal. Tercatat lebih dari 300 ekor ikan telah mengalami kematian.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memastikan penanganan kematian massal ikan dewa (ikan keramat) di Balong Keramat Cigugur dilakukan secara terukur, berbasis data, dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Rabu (4/2/2026).

RelatedPosts

Longsor Cisarua: Cuaca Buruk Operasi Pencarian Hari Terakhir Dihentikan Tanpa Ada Korban Ditemukan

Kapolda Jabar: Sikat Miras dan Obat-Obatan Terlarang Jelang Ramadhan!

1200 Personel Gabungan Amankan Laga Persib VS Malut United di GBLA

Hal tersebut ditegaskan Dian saat pertemuan bersama  Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PDAM, PDAU, TNGC, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, camat dan lurah setempat, serta tokoh masyarakat.

“Fenomena ini harus ditangani secara serius,  strategis, komprehensif, dan terukur. Kita bertindak berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi. Pertemuan hari ini harus menghasilkan tindakan nyata,” tegas Bupati Dian didampingi Sekda seperti dikabarkan Humas Pemkab Kuningan.

Bupati Dian meminta perangkat daerah terkait segera menyusun dan mengeksekusi langkah lanjutan, di antaranya penyediaan kolam karantina, evaluasi serta normalisasi sirkulasi air masuk dan keluar, serta kajian teknis kemungkinan pengurasan kolam dan pemulihan ekosistem Balong Keramat.

Aspirasi masyarakat, lanjut Dian, akan dikaji lebih lanjut oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Ada Gejala Klinis

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, Dr. A. Taufik Rohman, M.Si, M.Pd menyampaikan, kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh. “Hasil pengamatan di lapangan mencatat jumlah ikan mati mencapai sekitar 305 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala klinis yang ditemukan antara lain ikan tampak lemas dan pasif, terdapat luka kemerahan pada tubuh, insang pucat hingga memutih, serta sisik mudah terlepas. “Pemeriksaan lapangan juga menemukan adanya infestasi cacing jangkar pada kulit, insang, dan rongga mulut ikan,” katanya.

Menurutnya, sebagai langkah penanganan awal, Tim Teknis Diskanak bersama pihak terkait telah melakukan pengangkatan dan pemusnahan ikan mati secara aman, isolasi ikan yang menunjukkan gejala sakit, stabilisasi kualitas air melalui pergantian air bertahap dan penyesuaian pH, pemberian garam krosok dan tumbuhan daun kipahit, serta pompanisasi untuk membantu sirkulasi air.

Adapun rekomendasi lanjutan meliputi pengurasan dan pengeringan kolam untuk memperbaiki kualitas air tercemar, perbaikan sumber air masuk (inlet) dan air keluar (outlet) guna menjaga stabilitas debit air sekaligus sirkulasi alami kolam, pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan melalui pengecekan rutin parameter air, serta pembangunan kolam karantina di sekitar Balong Girang Cigugur.

Perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, Hari, menyebut kondisi ini perlu diposisikan sebagai situasi gawat darurat. “Pengobatan di kolam utama yang luas berpotensi tidak efektif, sehingga diperlukan kolam instalasi darurat untuk isolasi ikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampel ikan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dengan waktu maksimal tiga hari. “Harapan kami hasilnya negatif dari penyakit karantina,” katanya, seraya menekankan pentingnya menjaga nafsu makan ikan dan pemberian pakan berkualitas.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur, Aang, menyampaikan dugaan kematian ikan berkaitan dengan terganggunya ekosistem kolam akibat pendangkalan, tertutupnya sirkulasi air, serta tertimbunnya sumur alami yang selama ini menjadi sumber oksigen dan area berkembang biak ikan.

“Masyarakat berharap Balong Keramat dikembalikan ke fungsi alaminya dan pemulihan dilakukan dengan melibatkan warga,” ujarnya.

Tags: balong keramat cigugurcigugur kuninganikan dewaikan keramat

Related Posts

SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana.(Foto:Istimewa).

Longsor Cisarua: Cuaca Buruk Operasi Pencarian Hari Terakhir Dihentikan Tanpa Ada Korban Ditemukan

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Hari ini, Jum'at (06/02/2026), merupakan hari terakhir operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat,...

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan.(Foto:Istimewa).

Kapolda Jabar: Sikat Miras dan Obat-Obatan Terlarang Jelang Ramadhan!

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, memerintahkan jajarannya sikat peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang. Kedua jenis...

1200 personel gabungan amankan laga Persib Bandung menjamu Malut United di Stadion GBLA, Jum'at (06/02/2026) malam.(Foto:Istimewa).

1200 Personel Gabungan Amankan Laga Persib VS Malut United di GBLA

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, memastikan pertandingan Persib Bandung menjamu Malut United dalam laga pekan ke-20 Liga Super...

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Anggaran Sampah Kota Bandung Tahun 2026 Sebesar Rp 348 Miliar, Untuk Apa Saja?

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran sebesar Rp348 miliar untuk pengelolaan persampahan pada tahun 2026. Anggaran ini...

Seleksi Pengadaan Calon ASN Kota Bandung

Keppres Cuti Bersama PNS Tahun 2026, Berikut Rinciannya!

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menandatangani Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 42 Tahun 2025 tentang Cuti Bersama Pegawai...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Jum’at 6/2/2026 Rp 2.856.000 Per Gram

Editor
6 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Jum’at 6/2/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.856.000 per gram sebelum pajak. Berikut...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.