• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ikan Dewa Penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Mati Massal, Ada Apa?

Editor
Kamis, 05 Februari 2026 - 09:09
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

SATUJABAR, CIGUGUR – Ikan dewa atau ikan keramat penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Jawa Barat mengalami kematian massal. Tercatat lebih dari 300 ekor ikan telah mengalami kematian.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memastikan penanganan kematian massal ikan dewa (ikan keramat) di Balong Keramat Cigugur dilakukan secara terukur, berbasis data, dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Rabu (4/2/2026).

RelatedPosts

Gunung Anak Krakatau: Status Turun Jadi Waspada

Kasus Flu Naik, Wali Kota Pastikan Pasien tak Ditolak Rumah Sakit

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

Hal tersebut ditegaskan Dian saat pertemuan bersama  Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PDAM, PDAU, TNGC, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, camat dan lurah setempat, serta tokoh masyarakat.

“Fenomena ini harus ditangani secara serius,  strategis, komprehensif, dan terukur. Kita bertindak berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi. Pertemuan hari ini harus menghasilkan tindakan nyata,” tegas Bupati Dian didampingi Sekda seperti dikabarkan Humas Pemkab Kuningan.

Bupati Dian meminta perangkat daerah terkait segera menyusun dan mengeksekusi langkah lanjutan, di antaranya penyediaan kolam karantina, evaluasi serta normalisasi sirkulasi air masuk dan keluar, serta kajian teknis kemungkinan pengurasan kolam dan pemulihan ekosistem Balong Keramat.

Aspirasi masyarakat, lanjut Dian, akan dikaji lebih lanjut oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Ada Gejala Klinis

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, Dr. A. Taufik Rohman, M.Si, M.Pd menyampaikan, kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh. “Hasil pengamatan di lapangan mencatat jumlah ikan mati mencapai sekitar 305 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala klinis yang ditemukan antara lain ikan tampak lemas dan pasif, terdapat luka kemerahan pada tubuh, insang pucat hingga memutih, serta sisik mudah terlepas. “Pemeriksaan lapangan juga menemukan adanya infestasi cacing jangkar pada kulit, insang, dan rongga mulut ikan,” katanya.

Menurutnya, sebagai langkah penanganan awal, Tim Teknis Diskanak bersama pihak terkait telah melakukan pengangkatan dan pemusnahan ikan mati secara aman, isolasi ikan yang menunjukkan gejala sakit, stabilisasi kualitas air melalui pergantian air bertahap dan penyesuaian pH, pemberian garam krosok dan tumbuhan daun kipahit, serta pompanisasi untuk membantu sirkulasi air.

Adapun rekomendasi lanjutan meliputi pengurasan dan pengeringan kolam untuk memperbaiki kualitas air tercemar, perbaikan sumber air masuk (inlet) dan air keluar (outlet) guna menjaga stabilitas debit air sekaligus sirkulasi alami kolam, pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan melalui pengecekan rutin parameter air, serta pembangunan kolam karantina di sekitar Balong Girang Cigugur.

Perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, Hari, menyebut kondisi ini perlu diposisikan sebagai situasi gawat darurat. “Pengobatan di kolam utama yang luas berpotensi tidak efektif, sehingga diperlukan kolam instalasi darurat untuk isolasi ikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampel ikan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dengan waktu maksimal tiga hari. “Harapan kami hasilnya negatif dari penyakit karantina,” katanya, seraya menekankan pentingnya menjaga nafsu makan ikan dan pemberian pakan berkualitas.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur, Aang, menyampaikan dugaan kematian ikan berkaitan dengan terganggunya ekosistem kolam akibat pendangkalan, tertutupnya sirkulasi air, serta tertimbunnya sumur alami yang selama ini menjadi sumber oksigen dan area berkembang biak ikan.

“Masyarakat berharap Balong Keramat dikembalikan ke fungsi alaminya dan pemulihan dilakukan dengan melibatkan warga,” ujarnya.

Tags: balong keramat cigugurcigugur kuninganikan dewaikan keramat

Related Posts

Gunung Anak Krakatau.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Gunung Anak Krakatau: Status Turun Jadi Waspada

Editor
23 September 2026

LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau aktivitasnya diturunkan menjadi waspada (level II), turun dari sebelumnya siaga (III), menurut Badan Geologi Kementerian...

Gangguan kesehatan musim hujan,flu

Kasus Flu Naik, Wali Kota Pastikan Pasien tak Ditolak Rumah Sakit

Editor
23 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza A yang belakangan ramai disebut sebagai super flu....

Presiden Prabowo Subianto dan dan Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, di Istanda Negara Jakarta, Selasa 22 September 2026.(Foto: BPMI Setpres)

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI)....

Nikah massal di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Hari Jadi Kota Bandung: 10 Pasangan Nikah Massal Gratis

Editor
23 September 2026

BANDUNG - Hari Jadi Kota Bandung ke-216 (HJKB) tahun 2026 diwarnai dengan kisah cinta 10 pasangan yang mengikuti program Nikah...

Wanita Dalam Pusaran Narkoba di Cianjur, Dimanfaatkan Para Bandar

Pria Pengedar Narkoba di Sukabumi Diringkus, Ditemukan 25 Paket Sabu

Editor
22 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Seorang pria yang menjadi pengedar narkoba jenis sabu di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diringkus polisi. Dari hasil penggeledahan, polisi...

ST (23), pelaku pembunuhan YA (23), mantan istrinya di kamar hotel berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polres Cirebon Kota.(Foto:Istimewa).

Wanita Muda Tewas di Kamar Hotel di Cirebon, Dibunuh Mantan Suami Gegara Cemburu

Editor
22 September 2026

SATUJABAR, CIREBON--Polisi berhasil mengungkap kasus kematian wanita muda di kamar hotel di Kota Cirebon, Jawa Barat. Wanita muda berinisial YA,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.