• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN dan UGM Temukan Bakteri di Tanah Sekitar Tumbuhan Kunyit Sebagai Antikanker Payudara

Editor
Rabu, 04 Februari 2026 - 07:35
Tanaman kunyit.(Image: BRIN)

Tanaman kunyit.(Image: BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Kabar gembira dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bakteri aktinomisetes yang hidup di tanah rhizosfer (sekitar akar/rimpang) kunyit (Curcuma longa L.). Bakteri ini berpotensi menghasilkan senyawa antikanker yang efektif melawan sel kanker payudara, dengan tingkat toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal.

Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN menyebutkan bahwa temuan ini merupakan hasil riset kolaboratif antara tim BRIN dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasil penelitian dipublikasikan di Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 (DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990). Tim peneliti berhasil mengisolasi tujuh bakteri aktinomisetes dari tanah perkebunan kunyit (Karanganyar, Jawa Tengah) dan menguji potensi antikankernya secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D.

RelatedPosts

Komunitas Not So Morning Club, Ruang Bertemu dan Bergerak Bersama

Red Raws Dorong Ekosistem Fotografi di Kota Bandung

Wamen Ekraf Apresiasi Monetisasi IP Lokal Pada Baba Lili Tata Run 2026

Aniska Novita Sari, peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional sebagai perwakilan tim peneliti menyampaikan bahwa hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa salah satu isolat, yaitu TC-ARCL7, memiliki aktivitas antikanker yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 0,2 µg/ml, jauh lebih rendah dibandingkan obat kemoterapi doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol kunyit. Menariknya, isolat ini juga menunjukkan toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal (Vero), sehingga memiliki indeks selektivitas yang tinggi.

“Temuan ini menunjukkan bahwa potensi anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba yang hidup di sekitarnya juga berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan inangnya dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut. Pendekatan ini dinilai dapat menjadi alternatif dalam pengembangan obat berbasis bahan alam dengan biaya produksi yang lebih efisien dan sumber daya yang berkelanjutan,” ujar Aniska saat diwawancara Humas BRIN secara daring, Senin (02/02) dilansir laman BRIN.

Aniska menambahkan secara molekuler, isolat TC-ARCL7 diketahui memiliki klaster gen biosintesis poliketida (PKS1 dan PKS2) yang diperkirakan berperan penting dalam produksi metabolit sekunder antikanker. Identifikasi genetik menunjukkan bahwa bakteri ini berkerabat dekat dengan Kitasatospora misakiensis dan Kitasatospora purpeofusca, kelompok bakteri yang dikenal mampu menghasilkan berbagai senyawa bioaktif farmasi.

Menurutnya, penelitan ini masih di tahap awal dan masih panjang prosesnya. Aniska dan tim berkomitmen untuk melanjutkan riset, termasuk pemurnian senyawa aktif, optimasi produksi metabolit, hingga uji pra-klinik, sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker baru yang aman dan efektif sehingga bermanfaat bagi yg membutuhkan.

Tags: BRINBRIN dan UGM Temukan Bakteri di Tanah Sekitar Tumbuhan Kunyit Sebagai Antikanker PayudarakunyitUGM

Related Posts

Komunitas Not So Morning.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Komunitas Not So Morning Club, Ruang Bertemu dan Bergerak Bersama

Editor
17 Agustus 2026

BANDUNG – Komunitas Not So Morning Club menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, membangun pertemanan, sekaligus aktif bergerak melalui kegiatan...

Diskusi Fotografi di Red Raws.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Red Raws Dorong Ekosistem Fotografi di Kota Bandung

Editor
17 Agustus 2026

Fotografi tidak lagi sekadar aktivitas memotret. Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap kamera membuat fotografi berkembang menjadi ekosistem yang...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan(kanan) saat melepas peserta Baba Lili Tata (BaLiTa) Run 20226 di Batavia PIK, Jakarta, Minggu (16/08/2026).(Foto: Dok. Kemen Ekraf)

Wamen Ekraf Apresiasi Monetisasi IP Lokal Pada Baba Lili Tata Run 2026

Editor
16 Agustus 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi penyelenggaraan Baba Lili Tata (BaLiTa) Run...

Wamen Ekraf Irene Umar di Terasi 2026.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf)

TERASI 2026, Irene Umar: Indonesia Kaya Talenta

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi pembukaan pameran seni TERASI (Teras...

Soto Bandung Lejen Jalan Pandu.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Soto Bandung Lejen Jalan Pandu, Bertahan Melintasi Generasi

Editor
13 Agustus 2026

Semangkuk soto mungkin terlihat sederhana. Kuah bening, irisan lobak, potongan daging, taburan daun bawang dan seledri. Namun, di balik kesederhanaan...

Rapat persiapan Festival Tamansari.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Tamansari 2026 Digelar 15 Agustus 2026

Editor
12 Agustus 2026

Festival Tamansari atau Festibal Seni dan Budaya Tamansari 2026 digelar dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah Kota Bandung Ke-2. SATUJABAR, BANDUNG...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung