• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 12 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN dan UGM Temukan Bakteri di Tanah Sekitar Tumbuhan Kunyit Sebagai Antikanker Payudara

Editor
Rabu, 04 Februari 2026 - 07:35
Tanaman kunyit.(Image: BRIN)

Tanaman kunyit.(Image: BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Kabar gembira dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bakteri aktinomisetes yang hidup di tanah rhizosfer (sekitar akar/rimpang) kunyit (Curcuma longa L.). Bakteri ini berpotensi menghasilkan senyawa antikanker yang efektif melawan sel kanker payudara, dengan tingkat toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal.

Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN menyebutkan bahwa temuan ini merupakan hasil riset kolaboratif antara tim BRIN dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasil penelitian dipublikasikan di Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 (DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990). Tim peneliti berhasil mengisolasi tujuh bakteri aktinomisetes dari tanah perkebunan kunyit (Karanganyar, Jawa Tengah) dan menguji potensi antikankernya secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D.

RelatedPosts

Burung Kareo Padi Kuliner Favorit di Siantar, Ini Alasannya?

Pariwisata Raja Ampat, Marwahnya Harus Dijaga

Fotografer Indonesia Didorong Go Global

Aniska Novita Sari, peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional sebagai perwakilan tim peneliti menyampaikan bahwa hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa salah satu isolat, yaitu TC-ARCL7, memiliki aktivitas antikanker yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 0,2 µg/ml, jauh lebih rendah dibandingkan obat kemoterapi doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol kunyit. Menariknya, isolat ini juga menunjukkan toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal (Vero), sehingga memiliki indeks selektivitas yang tinggi.

“Temuan ini menunjukkan bahwa potensi anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba yang hidup di sekitarnya juga berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan inangnya dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut. Pendekatan ini dinilai dapat menjadi alternatif dalam pengembangan obat berbasis bahan alam dengan biaya produksi yang lebih efisien dan sumber daya yang berkelanjutan,” ujar Aniska saat diwawancara Humas BRIN secara daring, Senin (02/02) dilansir laman BRIN.

Aniska menambahkan secara molekuler, isolat TC-ARCL7 diketahui memiliki klaster gen biosintesis poliketida (PKS1 dan PKS2) yang diperkirakan berperan penting dalam produksi metabolit sekunder antikanker. Identifikasi genetik menunjukkan bahwa bakteri ini berkerabat dekat dengan Kitasatospora misakiensis dan Kitasatospora purpeofusca, kelompok bakteri yang dikenal mampu menghasilkan berbagai senyawa bioaktif farmasi.

Menurutnya, penelitan ini masih di tahap awal dan masih panjang prosesnya. Aniska dan tim berkomitmen untuk melanjutkan riset, termasuk pemurnian senyawa aktif, optimasi produksi metabolit, hingga uji pra-klinik, sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker baru yang aman dan efektif sehingga bermanfaat bagi yg membutuhkan.

Tags: BRINBRIN dan UGM Temukan Bakteri di Tanah Sekitar Tumbuhan Kunyit Sebagai Antikanker PayudarakunyitUGM

Related Posts

Burung kareo padi.(Foto: BRIN)

Burung Kareo Padi Kuliner Favorit di Siantar, Ini Alasannya?

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Burung kareo padi telah menjadi santapan populer Warga Kota Siantar Sumatera Utara. Burung dengan nama latin Amaurornis...

Pariwisata Raja Ampat.(Dok. Humas Kemenpar)

Pariwisata Raja Ampat, Marwahnya Harus Dijaga

Editor
12 Mei 2026

Pariwisata Raja Ampat harus dijaga sebagai destinasi high quality sustainable tourism, kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. SATUJABAR, SORONG -...

Wamenekraf Irene Umar menerima audiensi PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin 11 Mei 2026.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Fotografer Indonesia Didorong Go Global

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya mendorong fotografer Indonesia naik kelas hingga mampu bersaing di...

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap memfasilitasi penyusunan buku ‘Mode Indonesia’.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Produksi Buku ‘Mode Indonesia’, Menteri Ekraf Siap Dukung

Editor
12 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap memfasilitasi penyusunan buku ‘Mode Indonesia’ yang disebut sebagai inisiatif dokumentasi...

Hantavirus

Hantavirus: Kenali Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Hantavirus menjadi sorotan publik dan meramaikan perbincangan di berbagai platform digital. Menanggapi hal tersebut, peneliti Badan Riset...

Komunitas Toyota Corolla gathering di Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Komunitas Toyota Corolla Classic Gathering di Sumedang

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Komunitas Toyota Corolla Classic yang bernama Ikatan Corolla Classic (ICC) menggelar gathering dengan mengambil lokasi di Taman...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.