• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 Februari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nama-nama Taman Kota Bandung Akan Bertema Sejarah dan Budaya

Editor
Minggu, 01 Februari 2026 - 05:49
Revitalisasi Taman Film yang berada di bawah flyover Pasupati sudah selesai. Kini Taman Film kembali ramai dikunjungi warga.

Revitalisasi Taman Film yang berada di bawah flyover Pasupati sudah selesai. Kini Taman Film kembali ramai dikunjungi warga.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan pendekatan sejarah dan budaya.

Kajian ini dilakukan untuk memastikan penamaan ruang publik tidak menghilangkan memori kolektif warga, sekaligus memiliki dasar dokumentasi yang kuat.

RelatedPosts

Blitz Tactical Tawarkan Sensasi Dar Der Dor!

Bakal Gak Nyangka! Ternyata Ada Spot Kuliner Bernuansa Alam di Tengah Hiruk Pikuk Kota Bandung

Saat Prabowo Cakap-cakap dengan Zinedine Zidane di Swiss

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, proses penataan nama taman atau toponimi tidak dilakukan secara sepihak.

Saat ini, Pemkot Bandung telah menyerahkan sejumlah dokumen awal kepada para budayawan untuk didalami lebih lanjut, dilengkapi dengan data dan dokumentasi yang dimiliki oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).

“Teman-teman budayawan sekarang sedang mendalami ditambah dengan dokumen-dokumen dokumentasi yang dimiliki oleh Disarpus. Jadi kita akan sesuaikan nanti,” ujar Farhan melalui keterangan resminya.

Menurutnya, dalam kajian tersebut dimungkinkan satu taman memiliki lebih dari satu nama.

Nama lama yang sudah melekat di masyarakat tidak serta-merta dihapus, melainkan dapat dipertahankan sebagai alias dengan penambahan nama berdasarkan temuan historis.

“Kemungkinan nantinya ada satu taman punya beberapa. Ada beberapa nama. Alias, alias. Nama dulu masih digunakan tapi ditambah,” katanya.

Farhan mencontohkan sejumlah taman yang selama ini dikenal dengan sebutan berbeda-beda oleh masyarakat.

Perbedaan penamaan tersebut justru menjadi bahan penting dalam kajian, karena menunjukkan dinamika sejarah dan kebiasaan warga dari waktu ke waktu.

“Dokumen-dokumen seperti itu sedang kita kumpulkan,” ucapnya.

Terkait anggaran, Farhan menegaskan bahwa kajian toponimi taman kota tidak memerlukan biaya besar. Kegiatan tersebut masuk dalam anggaran rutin dan dilakukan melalui kerja sama lintas perangkat daerah.

“Anggaran rutin. Enggak besar. Enggak sampai miliaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses kajian melibatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bukan semata-mata urusan pemeliharaan taman. Kajian juga akan melalui uji akademis yang berpotensi memunculkan diskursus publik.

“Kajian itu mesti ada uji akademisnya dulu. Uji akademisnya kan pasti mengundang perdebatan yang seru,” ujarnya.

Farhan menargetkan kajian penataan nama taman kota tersebut dapat diselesaikan pada Maret mendatang.

Ia berharap proses ini dapat menjadi ruang dialog terbuka agar penataan ruang publik di Kota Bandung tetap menghormati sejarah dan identitas warganya.

“Target kami pada bulan Maret harus sudah selesai,” tutur Farhan.

Tags: Farhankota bandungtaman kota bandung

Related Posts

. Blitz Tactical, indoor shooting range dan archery pertama hadir di lantai 2 Istana Plaza.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Blitz Tactical Tawarkan Sensasi Dar Der Dor!

Editor
1 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Kota Bandung kini memiliki pilihan destinasi hiburan yang berbeda. Blitz Tactical, indoor shooting range dan archery pertama...

Spot kuliner Uncle D Backyard Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bakal Gak Nyangka! Ternyata Ada Spot Kuliner Bernuansa Alam di Tengah Hiruk Pikuk Kota Bandung

Editor
26 Januari 2026

Mungkin kita tidak akan pernah menyangka bahwa di tengah padatnya aktivitas dan lalu lintas Kota Bandung, hadir sebuah tempat yang...

Prabowo dan Zinedine Zidane ditemani putra masing-masing.(Foto: Humas PSSI)

Saat Prabowo Cakap-cakap dengan Zinedine Zidane di Swiss

Editor
25 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNGB – Ada kabar menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss....

Lukisan cadas tertua di dunia dari Sulawesi.(FOTO: BRIN)

BRIN Ungkap Pertanggalan Gambar Cadas Tertua di Dunia dari Sulawesi

Editor
22 Januari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ungkap temuan baru pertanggalan gambar cadas tertua di dunia. Temuan yang...

(Image: BRIN)

BRIN Kembangkan Obat Antidiabetes, Hantarkan Obat melalui Kulit

Editor
22 Januari 2026

SATUJABAR, CIBINONG - Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nurul Arfiyanti...

‎(Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Kab. Garut)

Satu Tahun Piazza Firenze: Garut Menuju Jadi Kiblat Ekonomi Kreatif dan Industri Kulit Premium Dunia

Editor
21 Januari 2026

SATUJABAR, GARUT – Rasa bangga diungkapkan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina saat menghadiri perayaan hari jadi pertama (1st Anniversary) Piazza...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.