• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 3 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nama-nama Taman Kota Bandung Akan Bertema Sejarah dan Budaya

Editor
Minggu, 01 Februari 2026 - 05:49
Revitalisasi Taman Film yang berada di bawah flyover Pasupati sudah selesai. Kini Taman Film kembali ramai dikunjungi warga.

Revitalisasi Taman Film yang berada di bawah flyover Pasupati sudah selesai. Kini Taman Film kembali ramai dikunjungi warga.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan pendekatan sejarah dan budaya.

Kajian ini dilakukan untuk memastikan penamaan ruang publik tidak menghilangkan memori kolektif warga, sekaligus memiliki dasar dokumentasi yang kuat.

RelatedPosts

5 Maskapai dengan Tarif First Class Termahal di Dunia Tahun 2026

Omlet Masala, dari Sudut Jalan India ke Hidangan Pesawat First Class

Buka Pameran Foto ‘Frame of Garut’ Bupati: Dorong Pariwisata

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, proses penataan nama taman atau toponimi tidak dilakukan secara sepihak.

Saat ini, Pemkot Bandung telah menyerahkan sejumlah dokumen awal kepada para budayawan untuk didalami lebih lanjut, dilengkapi dengan data dan dokumentasi yang dimiliki oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).

“Teman-teman budayawan sekarang sedang mendalami ditambah dengan dokumen-dokumen dokumentasi yang dimiliki oleh Disarpus. Jadi kita akan sesuaikan nanti,” ujar Farhan melalui keterangan resminya.

Menurutnya, dalam kajian tersebut dimungkinkan satu taman memiliki lebih dari satu nama.

Nama lama yang sudah melekat di masyarakat tidak serta-merta dihapus, melainkan dapat dipertahankan sebagai alias dengan penambahan nama berdasarkan temuan historis.

“Kemungkinan nantinya ada satu taman punya beberapa. Ada beberapa nama. Alias, alias. Nama dulu masih digunakan tapi ditambah,” katanya.

Farhan mencontohkan sejumlah taman yang selama ini dikenal dengan sebutan berbeda-beda oleh masyarakat.

Perbedaan penamaan tersebut justru menjadi bahan penting dalam kajian, karena menunjukkan dinamika sejarah dan kebiasaan warga dari waktu ke waktu.

“Dokumen-dokumen seperti itu sedang kita kumpulkan,” ucapnya.

Terkait anggaran, Farhan menegaskan bahwa kajian toponimi taman kota tidak memerlukan biaya besar. Kegiatan tersebut masuk dalam anggaran rutin dan dilakukan melalui kerja sama lintas perangkat daerah.

“Anggaran rutin. Enggak besar. Enggak sampai miliaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses kajian melibatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bukan semata-mata urusan pemeliharaan taman. Kajian juga akan melalui uji akademis yang berpotensi memunculkan diskursus publik.

“Kajian itu mesti ada uji akademisnya dulu. Uji akademisnya kan pasti mengundang perdebatan yang seru,” ujarnya.

Farhan menargetkan kajian penataan nama taman kota tersebut dapat diselesaikan pada Maret mendatang.

Ia berharap proses ini dapat menjadi ruang dialog terbuka agar penataan ruang publik di Kota Bandung tetap menghormati sejarah dan identitas warganya.

“Target kami pada bulan Maret harus sudah selesai,” tutur Farhan.

Tags: Farhankota bandungtaman kota bandung

Related Posts

Pesawat terbang Etihad.(Pexels)

5 Maskapai dengan Tarif First Class Termahal di Dunia Tahun 2026

Editor
3 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Meskipun kita belum pernah duduk, makan, dan tidur manis di kabin mewah First Class. Tentu ada baiknya...

Omlet Masala.(Wikipedia)

Omlet Masala, dari Sudut Jalan India ke Hidangan Pesawat First Class

Editor
2 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Penulis baru saja menyimak konten Sam Chui, vlogger penerbangan top dunia terkait penerbangan First Class The Emirates...

‎(Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Kab. Garut)

Buka Pameran Foto ‘Frame of Garut’ Bupati: Dorong Pariwisata

Editor
2 Mei 2026

Bupati menegaskan bahwa untuk menarik minat wisatawan, diperlukan visualisasi keindahan alam Garut yang memikat, salah satunya melalui karya fotografi. SATUJABAR,...

Board game.(Foto: Kemenekraf)

Wamen Ekraf: Board Games Lokal Tumbuh Lewat Event

Editor
1 Mei 2026

Wamen Ekraf meyakini pentingnya penguatan pasar domestik sebagai fondasi pertumbuhan gim lokal menuju pasar global. Selanjutnya, peluang subsektor gim akan...

Gerai Garuda Store.(Foto: Humas PSSI)

Garuda Store Menyapa Warga Cibubur di Living World

Editor
1 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Garuda Store terus bertambah dari sisi jumlah outletnya untuk menyapa lebih dekat masyarakat Indonesia. Kini, PSSI melalui...

(Foto: Darga Festival Via Kemenpar)

SARGA Festival 2026: Sukses Kombinasikan Konser Musik & Sport Tourism

Editor
30 April 2026

Salah satu keunikan SARGA Festival terletak pada upayanya memperkenalkan olahraga berkuda sebagai bagian dari sport tourism di Yogyakarta. SATUJABAR, YOGYAKARTA...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.