SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat peran Museum Zoologi Bogor (MZB) sebagai pusat rujukan koleksi ilmiah hewan atau fauna. Museum yang memiliki sejarah panjang sejak 1894 ini kini mengelola jutaan spesimen hewan dan menjadi salah satu museum zoologi terbesar di Asia Tenggara serta menempati peringkat sepuluh dunia dalam hal kekayaan dan kelengkapan koleksi ilmiah hewan.
“Saat ini, Museum Zoologi Bogor mengelola koleksi ilmiah hewan dalam jumlah yang sangat besar dan beragam. Koleksi tersebut didominasi oleh serangga dengan lebih dari 1,07 juta spesimen,” ungkap Darmawan dari Tim Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hewan dalam kegiatan TakSon “Talk about Scientific Collection” seri #5, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Selasa (8/12).
Selain itu, lanjut Darmawan, terdapat sekitar 143 ribu spesimen moluska dan ikan, lebih dari 101 ribu spesimen amfibi, sekitar 91 ribu spesimen reptil, lebih dari 85 ribu spesimen mamalia, sekitar 78 ribu spesimen arthropoda lain, serta puluhan ribu spesimen burung dan krustasea. Adapun kelompok lain seperti echinodermata, nematoda, dan platyhelminthes memiliki jumlah lebih sedikit namun bernilai penting sebagai referensi ilmiah.
Darmawan menambahkan bahwa seluruh koleksi tersebut diproses melalui tahapan terstandar, mulai dari eksplorasi, preparasi awetan kering dan basah, pelabelan, identifikasi, dokumentasi, digitalisasi, hingga sterilisasi pada suhu mencapai minus 20 derajat Celcius. “Proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas koleksi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ucap Darmawan dikutip dari laman resmi BRIN.
Lebih lanjut, Darmawan menegaskan bahwa koleksi ilmiah hewan Museum Zoologi Bogor tidak hanya berfungsi sebagai arsip keanekaragaman hayati, tetapi juga dimanfaatkan secara luas untuk penelitian taksonomi dan sistematika, penyusunan status konservasi spesies, pemantauan biodiversitas, pengembangan bioteknologi dan kesehatan, serta sebagai media pendidikan dan peningkatan kesadaran publik.
Selain itu, museum ini juga menyediakan layanan identifikasi hewan bagi mahasiswa, peneliti, serta instansi pemerintah dan swasta. Layanan tersebut dinilai penting dalam mendukung kegiatan riset, pendidikan, serta pengambilan kebijakan berbasis data ilmiah.
Melalui pengelolaan yang terintegrasi, dukungan sumber daya manusia, dan infrastruktur berstandar internasional. BRIN berkomitmen menjadikan Museum Zoologi Bogor sebagai pusat koleksi ilmiah nasional yang berdaya saing global. “Kami harapkan kekayaan koleksi ilmiah hewan yang dimiliki dapat terus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan Indonesia,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Museum Zoologi Bogor bermula dari Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada 23 Agustus 1894 atas gagasan ahli botani Belanda, J.C. Koningsberger. Seiring perkembangan waktu, lembaga ini mengalami beberapa kali perubahan nama hingga dikenal sebagai Museum Zoologi Bogor. Pada 1997, seluruh koleksi dipindahkan dari Bogor ke Cibinong dengan dukungan fasilitas berstandar internasional yang dibangun melalui dana hibah Bank Dunia dan Jepang.







